Pos

Ummatan Waahidah

Bagi orang-orang yang beriman, meyakini bahwa sejak manusia pertama yaitu Nabi Adam hingga saat ini, Tuhan hanya SATU yaitu ALLAH. Ummat-Nya juga hanya SATU yang disebut dengan IBNU ADAM (anak cucu Adam). Dengan demikian, jika Tuhan dan Ummat-Nya hanya SATU, maka tentunya DIIN (AGAMA) yang HAQ juga hanya SATU. Jadi, jika ada Tuhan lain selain Allah dan Agama lain selain dari apa yang telah Allah turunkan, maka pasti agama itu menyimpang/sesat.

Dalam keyakinan umat Islam, dari sejak dahulu kala, sejatinya agama bagi umat manusia hanya ada satu yaitu ISLAM. Agama Islam telah Allah SWT tetapkan bagi umat manusia dan juga diserukan oleh para Nabi, sejak manusia pertama Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad saw. Para Nabi senantiasa menyeru agar umat manusia hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Meskipun terdapat perbedaan dalam hal syariat atau aturan sebelum pengutusan Nabi Muhammad SAW, namun inti ajaran yang dibawakan oleh para Nabi yaitu meng-Esakan Allah, tetaplah sama. Syariat yang berbeda antara Nabi satu dengan yang lain bukan karena ada pembedaan antara Nabi yang satu dengan yang lain, melainkan karena terdapat dimensi waktu dan ruang pada perkembangan peradaban manusia di zaman setiap Nabi. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah Nabi penutup dan syariat yang dibawakannya telah sempurna.

Adanya perpecahan pada agama disebabkan oleh hawa nafsu manusia. Mereka dipenuhi dengan kepentingan dunia sehingga antara satu sama lain saling mencela dan merasa sombong. Kepentingan dunia dan hawa nafsu inilah yang menimbulan perselisihan antara umat manusia. Oleh karenanya, Allah SWT menurunkan wahyu yang disampaikan oleh para Nabi untuk kaumnya agar manusia kembali kepada ajaran yang satu. Wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT, berupa kitab suci, merupakan ketentuan yang bersifat obyektif yang tidak dicampuri oleh kepentingan manusia. Setiap manusia harus tunduk pada ketentuan ilahi tersebut. Namun Jika suatu kitab suci telah bercampur dengan hawa nafsu manusia, yang ditulis dengan tangan-tangan mereka, maka itu sudah tidak obyektif lagi. Pasti akan banyak pertentangan dan kontradiksi di dalamnya.

Allah SWT mengutus Nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW untuk menyerukan kepada umat manusia agar kembali kepada ajaran Allah SWT yang satu, yaitu agama Islam. Umat Nabi Muhammad SAW adalah umat akhir zaman. Wahyu yang disampaikan oleh beliau, yaitu Kitab Suci Al Quran, terjaga hingga kiamat kelak. Wahyu tersebut murni dan tidak tercampuri oleh tangan-tangan manusia. Bacaannya tetap sama, saat mulai dari diturunkannya hingga kelak. Wahyu yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW juga sama dengan apa yang dibaca oleh umat Islam saat ini. Tidak ada keraguan dalam kitab suci Al Quran karena Allah telah menjaminnya sendiri. Apa yang ada di dalam kitab suci Al Quran tidak ada kontradiksi.

Wallahua’lam

===

Sumber:

  1. “Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi Keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang Telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, Karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS Al Baqarah 213).
  2. “Katakanlah (Muhammad), ‘Kami beriman kepada Allah SWT dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri (Islam).’” (QS Aali Imraan 84).
  3. “Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya.; Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.” (QS An Nisaa 163)
  4. “Manusia dahulunya hanyalah satu umat, Kemudian mereka berselisih. kalau tidaklah Karena suatu ketetapan yang Telah ada dari Tuhanmu dahulu, Pastilah Telah diberi Keputusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu. (QS Yunus 19)
  5. “Sesungguhnya (agama Tauhid) Ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah Aku.” (QS Al Anbiyaa 92). Yang dimaksud dengan agama yang satu adalah sama dalam pokok-pokok kepercayaan dan pokok-pokok Syari’at.”
  6. “Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang harus mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka (umat) berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.” (QS Al Hajj 67)
  7. “Kemudian mereka (pengikut-pengikut Rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).” (QS Al Mu’minun 52)