Pos

Mualaf Suku Ta’a Memulai Budidaya Nilam

Rabu 16 Januari 2019, komunitas mualaf suku Ta’a binaan Mualaf Center Baznas (MCB) memulai penanaman perdana untuk budidaya nilam. Sebelumnya, mereka telah dibekali dengan pelatihan budidaya tanaman nilam. Dalam pelatihan tersebut, diajarkan tata cara atau praktik dalam budidaya. Tanaman nilam membutuhkan waktu dari penanaman hingga panen kurang lebih selama enam bulan.

Sebelumnya, untuk mendapatkan tanaman nilam, mereka mengambil dari alam liar. Hal inilah yang mendorong MCB untuk mendampingi dan berupaya untuk mengubah kebiasan hidup berpindah (nomaden) dan berburu, menjadi menetap melalui budidaya tanaman nilam. Dengan hidup menetap, komunitas mualaf suku Ta’a dapat menjalankan agama Islam seperti shalat berjamaah di mushala, shalat Jumat, dan aktivitas lainnya. Islam hadir untuk menerangi kehidupan manusia termasuk dalam membentuk suatu peradaban manusia agar lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, saudara-saudara mualaf juga diajarkan tentang ke-Islaman. Mulai dari tata cara peribadatan, akhlak, dan lain sebagainya. MCB juga membagikan basic need berupa kebutuhan bahan pangan pokok. Hal inilah yang membuat suasana kekeluargaan sangat terasa.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan ini diharapkan dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi komunitas mualaf suku Ta’a yang masih tinggal di gunung-gunung di wilayah Kabupatan Morowali Utara. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian umat Islam lainnya. Perjalanan dalam rangka memandirikan saudara-saudara mualaf suku Ta’a masih panjang. Saat ini mereka masih memerlukan dukungan dalam bentuk alat penyulingan pasca panen.

 

Ujian Seorang Mahasiswi Mualaf

Senin 21 Januari 2019, MCB menangani permasalahan seorang mualaf yang merupakan mahasiswi di salah satu universitas di Palu. Mahasiswi ini diusir oleh pihak keluarga dan ditarik semua fasilitas yang sebelumnya diberikan oleh keluarganya. Hal ini dialaminya setelah ia bersyahadat pada 7 Desember 2018 lalu di Masjid kampus. Saat ini ia tinggal berpindah pindah dengan menumpang di kosan teman temannya.

Alhamdulillah, MCB bersama BAZNAS Prov Sulteng telah memberikan support berupa basic need dan berupaya untuk memberikan bantuan berupa tempat tinggal dan biaya hidup, serta pembinaan keIslaman. Semoga aqidah beliau terus menguat dan kita kaum muslimin dapat lebih peduli terhadap saudara saudara baru kita, hingga Allah berikan kita istiqomah dalam dakwah. Aamiin.

 

Panen Perdana Budidaya Ayam Mualaf Binaan MCB Ciranjang

Cianjur [17/01/2019], Mualaf binaan MCB Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat melakukan kegiatan panen perdana budi daya ayam. Program budidaya ayam Broiler dilakukan untuk menjadi sumber penghasilan bagi kelompok mualaf binaan MCB agar dapat mandiri secara finansial.

Mualaf Center Baznas mengadakan program pemberdayaan untuk mualaf di kecamatan Ciranjang, Cianjur. Program dimulai dengan memberikan pelatihan materi dasar tentang pemeliharaan ayam broiler yang dipaparkan oleh para praktisi peternakan. Lalu para mualaf diberi modal usaha untuk memulai usaha budidaya ayam broiler. Selama proses pemeliharaan, MCB melakukan pendampingan usaha melalui pembina MCB. Setelah memelihara selama 30 hari, ayam broiler tersebut dipanen dengan cara dijual langsung dalam keadaan hidup dan sebagian diolah menjadi makanan olahan seperti ayam geprek dan ayam goreng oleh para mualaf.

Selain melakukan pendampingan dalam bidang usaha budidaya ayam, MCB Ciranjang juga rutin mengadakan kegiatan pembinaan keIslaman untuk komunitas mualaf. Perpaduan antara kegiatan pendampingan usaha dan pembinaan keIslaman, diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT sehingga para mualaf menempukan kedamaian dan kesejahteraan dalam hidup di dunia dan diakhirat.

Pembinaan Mualaf Serumpun, MCB Gelar Konferensi Mualaf Borneo

Mualaf Center Baznas (MCB) mengelar Konferensi Mualaf Borneo. Konferensi ini dihadiri oleh stakeholder pegiat dakwah mualaf se-Kalimantan dan perwakilan wilayah dari negera serumpun seperti Serawak, Sabah, Brunei Darussalam dan Singapura.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Anggota Baznas, Nana Mintarti membuka Konferensi Mualaf Borneo (KMB) 2018 yang dilaksanakan oleh MCB bekerja sama dengan Baznas Provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih, Pontianak, Kamis [27/12].

Anggota Baznas, Nana Mintarti, mengatakan konferensi ini bertujuan untuk menjalin kerja sama pembinaan mualaf antaranegara serumpun (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) serta penyusunan dan perencanaan peta pembinaan mualaf.

Nana menjelaskan, berdasarkan Hasil Kajian Indeks Rawan Pemurtadan (IRP) yang dirilis Pusat Kajian Strategis Baznas 2018 terdapat 10 provinsi muslim teratas dengan presentase yang memiliki nilai IRP di atas 0,5 (tinggi hingga sangat tinggi). Salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Barat (50 persen).

Pulau Kalimantan atau dikenal dengan sebutan Borneo merupakan pulau yang mencakup tiga negara serumpun yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Luas wilayah Indonesia mencapai 75 persen atau 544.150 km persegi dari total luas wilayah Borneo yang mencapai 743.330 Km persegi.

“Artinya, Kalimantan memiliki tantangan dakwah tersendiri khususnya pembinaan kepada mualaf yang belum dapat dijangkau karena faktor geografis untuk menuju lokasi dan terbatasnya jumlah dai yang membina dan mendampingi,” ujar dia, saat pembukaan konferensi, Kamis [27/12].

Di sisi lain, lanjut Nana, belum terlihat adanya pemetaan dan koordinasi intensif antarlembaga dakwah untuk mengantisipasi dan menanggulangi tantangan dakwah tersebut.

Mualaf adalah salah satu asnaf (golongan) penerima zakat yang perlu mendapatkan perhatian utama. Sebagaimana tugas Mualaf Center Baznas, yaitu melakukan pembinaan dan pendampingan kepada mualaf sesuai tuntunan syariat Islam agar menjadi muslim dan muslimah dan kaffah.

“Melalui konferensi ini MCB menggandeng seluruh stakeholder pegiat dakwah mualaf se-Kalimantan dan perwakilan wilayah dari negara serumpun untuk merumuskan program pembinaan terbaik bagi para mualaf”, tuturnya.

Dalam acara pembeukaan konferensi ini, Mualaf Center Baznas juga meluncurkan buku Tata Cara Ibadah Praktis dan Modul Pembinaan bagi Mualaf. Terbitnya buku ini sebagai bentuk kepedulian dan membantu saudara-saudara mualaf untuk menguatkan iman dan memudahkan mereka menjalankan ibadah dengan baik dan benar.

Konferensi Mualaf Borneo 2018 ini diharapkan dapat memberi andil bagi pembentukan masyarakat madani dan terjalin kerja sama yang erat dengan negara serumpun di tanah Borneo. Membawa perubahan dan memberi pencerahan menuju mualaf yang kaffah, mandiri, dan profesional.

Sumber: Republika, Senin 07/01/2019

Mualaf Mustahik Menjadi Muzaki

Ahad 6/01/2019, komunitas Mualaf Baduy binaan MCB mengadakan pengajian bulanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang serba guna Masjid Sultan Agung Tirtayasa kampung Kompol desa Sangkanwangi kecamatan Leuwidamar, Lebak – Banten. Tema yang diangkat adalah Membangun Mualaf Mustahik menjadi Muzaki serta Mengenal Shalat dalam Perjalanan. Dalam pengajian tersebut hadir dua orang pembicara dari BAZNAS Kab Lebak yaitu KH Aom Muhtadi dan KH Face Sopyan. Harapannya, pembinaan tersebut dapat meningkatkan pemahaman ke-Islaman kepada mualaf serta membangun etos kerja.

Pengajian tersebut dihadiri kurang lebih 50 mualaf yang dibina oleh MCB di bawah korwil Ust M. Kasja. Semoga Allah meridhai dan memudahkan langkah-langkah dakwah. Aamiin.