Pos

Mualaf Mustahik Menjadi Muzaki

Ahad 6/01/2019, komunitas Mualaf Baduy binaan MCB mengadakan pengajian bulanan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang serba guna Masjid Sultan Agung Tirtayasa kampung Kompol desa Sangkanwangi kecamatan Leuwidamar, Lebak – Banten. Tema yang diangkat adalah Membangun Mualaf Mustahik menjadi Muzaki serta Mengenal Shalat dalam Perjalanan. Dalam pengajian tersebut hadir dua orang pembicara dari BAZNAS Kab Lebak yaitu KH Aom Muhtadi dan KH Face Sopyan. Harapannya, pembinaan tersebut dapat meningkatkan pemahaman ke-Islaman kepada mualaf serta membangun etos kerja.

Pengajian tersebut dihadiri kurang lebih 50 mualaf yang dibina oleh MCB di bawah korwil Ust M. Kasja. Semoga Allah meridhai dan memudahkan langkah-langkah dakwah. Aamiin.

 

Geliat Dakwah Mualaf Muslim Baduy

Masyarakat Baduy dikenal sangat teguh memegang adat istiadat mereka secara turun temurun dan berlaku mutlak, yang disebut dengan pikukuh (kepatuhan). Masyarakat Baduy menetap di perkampungan yang terletak di gunung Baduy yang merupakan wilayah adat Baduy, untuk menghindari sentuhan dunia luar kepada mereka. Eksklusifisme masyarakat Baduy bukan berarti mereka menutup diri dari pergaulan dunia luar, namun sebatas pada upaya menjaga adat warisan dari nenek moyang mereka. Kepercayaan yang mereka pegang disebut dengan Slam Wiwitan. Mereka meyakini bahwa mereka mendapatkan amanah menjaga kelestarian bumi ini dari segala kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia.

 

Namun demikian, interaksi masyarakat Baduy dengan masyarakat luar sekitar mereka yang mayoritas beragama Islam telah membuat beberapa perubahan. Diantara mereka mulai terbuka dan ingin mengenal Islam. Lambat laun akhirnya mereka pun bersyahadat dan menjadi seorang mualaf.

 

Dakwah Islam untuk kalangan mualaf muslim Baduy mulai berkembang pada sekitar tahun 1990. Hingga saat ini, terdapat sekitar 700 KK dari Baduy telah memeluk agama Islam. Hukum adat menyatakan bahwa bagi masyarakat Baduy yang memeluk Islam, ia harus keluar dan meninggalkan budaya, kepercayaan, dan aturan adat hingga kampung halamannya untuk menjalankan ajaran Islam seutuhnya. Dengan demikian, ketika ada dari Baduy yang menjadi seorang muslim, ia tidak memiliki bekal materi yang memadai termasuk tempat tinggal. Hal ini yang mendorong Mualaf Center Baznas (MCB) melakukan program pembinaan dan pemberdayaan dengan fokus pada peningkatan pemahaman agama sekaligus upaya membangun kesejahteraan mualaf melalui kemandirian ekonomi.

 

Pembinaan ke-Islaman untuk komunitas mualaf muslim Baduy sebelumnya telah berjalan, yang digerakkan oleh Dai atau Ustadz asli Baduy setempat yang telah menjadi muslim. Program peningkatan pemahaman agama dilaksanakan setiap pekan sekali dengan membuat kelompok pengajian dengan kurikulum yang telah disiapkan oleh MCB yaitu aqidah, ibadah, akhlak, sirah nabawiyah, serta wawasan kebangsaan. Mualaf yang ada juga diajari membaca huruf hijaiyah agar dapat membaca Al Quran dengan baik.

 

Selain program di atas, MCB juga mendistribusikan mualaf kit berupa Al Quran, buku iqra’, sajadah, baju koko, sarung, dan peci untuk muslim, serta mukena dan gamis untuk muslimah. Disamping itu, mualaf yang komitmen mengikuti pembinaan juga mendapatkan bantuan kebutuhan dasar setiap bulannya berupa paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, terigu, gula pasir, dan mie instant. Diharapkan paket sembako tersebut dapat memotivasi para mualaf untuk tetap antusias dan konsisten mengikuti program pembinaan yang dijalankan.

 

Program pemberdayaan ekonomi difokuskan pada potensi yang dimiliki oleh masyarakat mualaf muslim Baduy, baik kompetensi sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. Pemberdayaan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan pendampingan produksi hingga pemasaran gula aren yang merupakan produk utama yang ada di Baduy, serta aktivitas pertanian yang menjadi keahlian mereka. Harapannya, program tersebut mampu meningkatkan spiritualitas dan kesejahteraan mualaf muslim Baduy.

 

Menjelang awal tahun baru Hijriyah 1440H, MCB telah meresmikan program pembinaan dan pemberdayaan mualaf muslim Baduy yang dilakukan pada Kamis 6 September 2018 kemarin di Aula Desa Sangkanwangi. Lokasi program difokuskan di Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pada peresmian program tersebut, dihadiri oleh BAZNAS dan MUI Kab. Lebak, perwakilan Kecamatan, Polsek, Koramil, sekretaris Desa, tokoh masyarakat dan organisasi Islam setempat, serta 50 mualaf yang berasal dari Baduy. Seluruh pihak menyambut antusias program dan diharapkan mampu menjadi katalisator peningkatan kualitas hidup mualaf dalam bingkai aqidah yang kuat dan akhlak Islami. (MCB)