MCB Gelar Sholat Istisqo di Lapas Gunung Sindur

MCB, Sabtu (21/09) — Bogor. Tim Mualaf Center Baznas (MCB) titik Jabodetabek melaksanakan shalat Istisqa bersama para mualaf dan masyarakat binaan lainnya di Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor. Shalat Istisqa ini merupakan agenda yang wajib dilaksanakan oleh para da’i MCB yang tersebar di beberapa titik di Indonesia sebagai reaksi atas musibah yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Riau berupa kebakaran hutan yang diikuti kabut asap.

Khutbah Sholat Istisqo oleh Da’i MCB

Huzaifah Azhar (23) selaku Da’i MCB titik Jabodetabek didaulat menjadi imam dan khotib pada pelaksanaan sholat istisqo yang dilaksanakan di lapangan sekitar ruang tahanan lapas Gunung Sindur Bogor. Sholat Istisqo dimulai sekitar pukul 09.30 dan berakhir sekitar pukul 10.00. Dalam momen ibadah ini khatib mengajak seluruh jamaah untuk banyak berhisab diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT dari segala kemusyrikan dan kedzoliman yang merupakan sabab turunnya bencana dengan penuh rasa takut dan harap.

Khatib juga menyampaikan harapan dengan pelaksanaan Sunnah ini dapat menjadi syariat datangnya pertolongan Allah atas musibah yang sedang terjadi, juga melatih kepekaan umat untuk bijak dalam bertindak dan membaca isyarat Allah SWT serta mengambil sikap berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Sholat Istisqo mualaf Suku Baduy

Di tempat yang lain MCB juga menggelar sholat Istisqo di titik binaan MCB yaitu di Dusun Ciater Desa Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Sholat Istisqo ini menjadi pengalaman yang pertama bagi para mu’alaf  suku Baduy. Bertindak sebagai imam Ustadz Hinggil Permana,S.Pd.I M.Pd (dosen Fakultas Agama Islam) Unsika dan khotib Dai MCB Ahmad Taqiyuddin, S.T.

Rep : HA & AT

Baznas Bimbing Syahadat Puluhan Warga Suku Lauje

Parigi Moutong – 30 September 2019, Mualaf Center Baznas (MCB) berpartisipasi dalam kegiatan Reuni Mualaf Akbar 2019 di Desa Sidoan Selatan Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan bagi mualaf di wilayah Kecamatan Sidoan.

Proses pensyahadatan massal suku Lauje

Dalam sambutannya Anggota Baznas Prof. Ahmad Satori menyampaikan peran Baznas dalam pembinaan dan pendayagunaan mualaf. Pada kesempatan ini juga Baznas yang diwakili Prof. Ahmad Satori membimbing syahadat puluhan warga suku Lauje untuk memeluk Islam.

Kegiatan yang berlangsung empat hari yang dimulai dari tanggal 28 September sampai dengan 1 Oktober 2019, dihadiri oleh kurang lebih 600 mualaf suku Lauje yang datang dari berbagai wilayah di Sidoan, Tinombo, Palassa, Tomini dan Mepanga. Agenda ini diisi dengan kegiatan khitanan massal, pensyahadatan, tabligh akbar, dzikir bersma dan pemberian bingkisan untuk mualaf.

Pemberian basic need kepada mualaf suku Lauje

Mualaf Ciranjang Sempurnakan Ibadah Melalui Layanan Kesehatan dan Khitanan Massal

MCB, Ahad (15/09/19) —– Cianjur. Mualaf Desa Sindangjaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat memang menjadi masyarakat minoritas di tengah-tengah warga yang beragama Kristen. Sedikit demi sedikit mereka belajar Islam dari Ustadz yang membina di wilayah tersebut

Pak Agus Setiawan yang merupakan koordinator Mualaf Center Baznas (MCB) wilayah Ciranjang mengatakan, ada kebutuhan bagi warga mualaf di desa Sindangjaya yang sudah memeluk Islam, yakni khitan. Sebelumnya ia berkomunikasi dengan MCB agar bisa menyelenggarakan program kesehatan di wilayah desa Sindangjaya Kec. Ciranjang Cianjur.

Alhamdulillah Ahad, 15 September 2019 MCB menggandeng Rumah Sehat Baznas (RSB) Jakarta untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan khitanan massal mualaf di Desa Sindangjaya Kec. Ciranjang Kab. Cianjur Jawa Barat. Pelayanan kesehatan gratis diperuntukkan bagi 200 mualaf dan pelayanan khitanan diperuntukkan bagi 50 anak mualaf di sekitar desa tersebut.

Turut hadir pada kegiatan ini Anggota Dewan Kabupaten Cianjur Yoga Natanusya, tokoh Cianjur H. Chep Hernawan dan Kepala Desa Sindangjaya. Kepala Desa Sindangjaya dalam sambutannya mengucapkan syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Baznas atas layanan yang diberikan kepada warganya.

MCB berharap dengan adanya kegiatan ini warga semakin sadar mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan pola hidup yang sehat dan dapat menyempurnakan ibadah anak Indonesia.

Tagline yang diusung dalam kegiatan ini berjudul “Sempurnakan Ibadah Anak Indonesia” menggambarkan semangat MCB dalam mensyiarkan syariat dalam kehidupan sehari-hari salah satunya melalui khitanan massal dan kesehatan jasmani.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendekatkan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang erat kaitannya dengan keimanan seorang muslim dalam menjalankan ibadah. Seperti sabda Rasulullah SAW “Muslim yang kuat lebih baik dan lebih di cintai Allah daripada muslim yang lemah”. Oleh karena itu, muslim yang sehat dan kuat akan mampu menjalankan banyak kebaikan.

Red : MCB  Rep : EFK

Komunitas Punk GEBER Masjid

Jakarta (8/05) — Menyambut Ramadhan 1440 H, Tim Muallaf Center BAZNAS RI berkolaborasi dengan Komunitas Punk Muslim melakukan GEBER (Gerakan Bersih-Bersih) Masjid di Mushola At Taqwa, Pulo Gadung, Jakarta Timur. 

“Ramadhan merupakan momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menumbuhkan rasa cinta kepada Rumah Allah. Selain bertujuan untuk melakukan ibadah di masjid yang nyaman, gerakan positif ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kebersihan demi kebaikan bersama,” ujar M. Hadiyan Abshar, Manajer Program MCB Baznas. 

Berbagi Hidangan Berkah oleh Komunitas Punk, Pulo Gadung, Jakarta Timur

Kegiatan ini diawali dengan Shalat Ashar berjama’ah dan tausyiah “Hijrah adalah Pilihan” dari Ustadz Salahuddin El Ayyubi, Direktur Muallaf Center Baznas. Wajah antusias terlihat saat kisah hijrah sahabat Rasulullah, Suraqah bin Malik dipaparkan oleh Ustadz Salahuddin El Ayyubi. Setelah itu komunitas punk muslim melanjutkan agenda bergotong royong membersihkan mushola dan berbagi Paket Hidangan Berkah Ramadhan kepada kaum dhuafa di sekitar mushola dan terminal terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Acara Punk Geber Masjid ditutup dengan doa untuk kebaikan kaum muslimin yang dipimpin oleh tokoh agama setempat dan buka puasa bersama. Gerakan ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat  dapat terinspirasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Karena masjid, rumah dan lingkungan yang bersih adalah cerminan hati yang bersih.

Mualaf Menemukan Kesejukkan Iman

Irmawati (45 th), seorang mualaf yang memutuskan untuk berislam sejak tahun 2005. Bu Irma saat ini bertempat tinggal di Desa Sindangjaya Kec. Ciranjang, Cianjur-Jawa Barat. Wanita yang beraktivitas sebagai guru sekolah ini memutuskan masuk Islam membawa segudang ekpektasi yang tinggi. Keputusan tersebut tentu tak mudah diterima oleh keluarganya yang beragama Nasrani sehingga sering kali keluarganya terus membujuk untuk kembali ke agamanya yang dulu. Selain itu, ekspektasi yang tinggi menjadi cobaan untuk dirinya menemukan kekecewaan saat mendalami Islam. Kekecewaan yang paling melekat dalam ingatannya ialah saat berada di lingkungan yang dikelilingi orang muslim namun olokan dan sindiran yang ia dapatkan.

Sulit saat itu menjalani segala macam syari’at yang ia pelajari dengan bermodalkan buku yang diberikan suaminya. Sebab memahami dan mengamalkan syari’at tak semudah membaca tiap-tiap tulisan yang ada pada lembaran-lembaran buku. Titik jenuh pun menghampiri bu Irma, sedikitnya dukungan dan minimnya fasilitas pembelajaran keislaman membuatnya memutuskan untuk berhenti untuk belajar dan mengabaikan syari’at.

Masuklah ia pada fase dimana belajar menjadi sebuah kesia-siaan karena kebingungan dan ketidakmengertian terhadap ilmu syari’at tanpa adanya bimbingan seorang ustadz. Sholat lima waktu yang ia tahu merupakan kewajiban bagi seorang muslim, akhirnya ia tinggalkan. Kemudian persepsi berpakaian yang tak sesuai syariat, menurutnya kekinian dan membuat dirinya bertambah percaya diri dan menjadikan dirinya terlihat cantik. Bahkan saat pergi untuk mengajar, meski awalnya berhijab sering kali ia lepaskan jika menjadikannya tidak nyaman karena gerah sehingga menyebabkan penyakit kambuh dan mengakibatkan stress hingga pingsan.

Alhamdulillah, fase dimana syari’at diabaikan perlahan kian memudar berganti dengan  secercah harapan untuk kembali belajar syari’at islam. Harapan itu timbul saat Tim MCB datang dan menawarkan pembinaan bagi mualaf dan warga masyarakat Ciranjang. Pembinaan islam menjadi penting untuk hadir ditengah-tengah warga masyarakat khususnya yang ingin mengenal islam dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Bu Irma merasakan perubahakan keadaan yang mulai membaik setelah mengikuti pembinaan MCB Ciranjang. Hijrah dari ketidakpahaman menjadi paham merupakan kesejukkan bagi ruhani yang dulu mengering. “Agama Islam itu menyejukan hati dan tidak sesulit yang diperkirakan” tutur bu Irma setelah mengikuti beberapa kali pembinaan MCB Ciranjang. Kini Bu Irma telah melaksanakan shalat dengan sempurna tanpa pernah meninggalkannya lagi. Sejak 5 bulan lalu beliau sudah nyaman berhijab dan tidak merasakan gerah seperti yang dulu. Rasa gerah berubah menjadi nyaman sehingga tidurpun dalam keadaan berhijab.

Hingga pada suatu hari kebesaran Allah hadir dalam hidupnya. Bu Irma memiliki penyakit pada kakinya hingga membengkak seperti beri-beri. Usaha berobatpun sudah dilakukan dan tidak membuahkan hasil. Dokter mengatakan kakinya sehat tidak berpenyakit. Namun sekarang, setelah berhijab dan selalu memakai pakaian syar’i, kaki yang dulu sering bengkak-bengkak sembuh total dan tidak pernah bengkak lagi, Subhaanallah.

jalankan. Maka telah nampak keberkahan hadir dalam sendi-sendi kehidupan bu Irma. Semangat yang semakin mantap dalam mengamalkan syari’at, Bu Irma memutuskan untuk berazam agar mampu membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. BAZNAS Kabupaten Cianjur mengapresiasi dan mendukung penuh kegigihan dan semangat Bu Irma dalam mengikuti pembinaan MCB Ciranjang dengan memberikan kesempatan mengikuti Training Da’I yang diadakannya.