Manajemen Masjid Tanggap Covid-19

oleh: Ust. Salahuddin El Ayyubi dalam kolom Iqtishodia koran Republika

Da’i Mualaf Center BAZNAS : Mualaf Perlahan Harus Meninggalkan Makan Babi

MCB, Rabu (4/9) —– Siberut Selatan. Da’i MCB mengadakan pertemuan ke-2 kajian pembinaan mualaf di Dusun Toktuk, Desa Muntei, Siberut Selatan. Pembinaan dilaksanakan di Masjid Al-Huffazh, Desa Muntei.

Dalam kesempatan tersebut, Da’i MCB menjelaskan mengenai makna yang terkandung dibalik dua kalimat syahadat. Bahwasanya, dua kalimat syahadat yang ringan di lisan tersebut, memiliki makna yang luas dan dalam. Ada konsekuensi besar setelah seseorang berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat. Diantaranya adalah ketundukan yang total pada Allah dan Rasul, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan.

Pada kesempatan itu, ada beberapa pertanyaan, salah satunya dari ibu Apriani, “Bagaimana hukumnya seseorang yang sudah masuk Islam (mualaf) tapi belum bisa meninggalkan makan babi?” Hal tersebut ditanyakan karena memang mayoritas warga Mentawai disana masih belum bisa lepas makan daging hewan yang haram tersebut. Kendala utamanya adalah tuntutan adat.

Walaupun mereka sudah masuk Islam akan tetapi masih terikat dengan ada dan wajib menghadiri perayaan tertentu, dan diwajibkan pula memakan daging babi oleh pimpinan suku mereka.

Da’i MCB menyarankan agar kebiasaan tersebut sebisa mungkin ditinggalkan meskipun sedikit demi sedikit. Atau jika bisa, meminta ijin kepala suku agar khusus yang muslim diganti dengan makanan/daging yang halal dalam hukum Islam.

RED : MCB  REP : RS

MCB Advokasi KK Mualaf Rio

Landak, 28 Oktober 2019, Da’i  Mualaf Center Baznas (MCB) di Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat mengadvokasi pembuatan Surat Islam dan Kartu Keluarga (KK) seorang Mualaf atas nama Rio.

Rio adalah salah satu mualaf di dusun Otobasa yang masuk Islam pada tahun 2016, dari seluruh anggota keluarganya Rio satu-satunya yang beragama Islam, sampai saat ini Rio belum mempunyai surat keterangan Islam bahkan di KK dan KTP masih tertulis beragama Khatolik, Oleh karena itu Da’i MCB membantu advokasi pembuatan surat keterangan berislam dan KK ke Kantor Disdukcapil Kabupaten Landak. Hal ini dilakukan untuk membantu mengukuhkan dan memperjelas status Rio sebagai seorang muslim.

Walau menjadi satu-satunya yang beragama Islam di dalam keluarganya, Rio dan keluarganya hidup rukun, saling menghormati, dan saling toleransi dalam kehidupan beragama. secara khusus Rio menyampaikan terima kasih kepada MCB yang sudah memberi bantuan advokasi pembuatan surat keterangan Islam dan KK.

RED : AM

MCB Gelar Sholat Istisqo di Lapas Gunung Sindur

MCB, Sabtu (21/09) — Bogor. Tim Mualaf Center Baznas (MCB) titik Jabodetabek melaksanakan shalat Istisqa bersama para mualaf dan masyarakat binaan lainnya di Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor. Shalat Istisqa ini merupakan agenda yang wajib dilaksanakan oleh para da’i MCB yang tersebar di beberapa titik di Indonesia sebagai reaksi atas musibah yang sedang menimpa saudara-saudara kita di Riau berupa kebakaran hutan yang diikuti kabut asap.

Khutbah Sholat Istisqo oleh Da’i MCB

Huzaifah Azhar (23) selaku Da’i MCB titik Jabodetabek didaulat menjadi imam dan khotib pada pelaksanaan sholat istisqo yang dilaksanakan di lapangan sekitar ruang tahanan lapas Gunung Sindur Bogor. Sholat Istisqo dimulai sekitar pukul 09.30 dan berakhir sekitar pukul 10.00. Dalam momen ibadah ini khatib mengajak seluruh jamaah untuk banyak berhisab diri dan memohon ampunan kepada Allah SWT dari segala kemusyrikan dan kedzoliman yang merupakan sabab turunnya bencana dengan penuh rasa takut dan harap.

Khatib juga menyampaikan harapan dengan pelaksanaan Sunnah ini dapat menjadi syariat datangnya pertolongan Allah atas musibah yang sedang terjadi, juga melatih kepekaan umat untuk bijak dalam bertindak dan membaca isyarat Allah SWT serta mengambil sikap berdasarkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Sholat Istisqo mualaf Suku Baduy

Di tempat yang lain MCB juga menggelar sholat Istisqo di titik binaan MCB yaitu di Dusun Ciater Desa Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Sholat Istisqo ini menjadi pengalaman yang pertama bagi para mu’alaf  suku Baduy. Bertindak sebagai imam Ustadz Hinggil Permana,S.Pd.I M.Pd (dosen Fakultas Agama Islam) Unsika dan khotib Dai MCB Ahmad Taqiyuddin, S.T.

Rep : HA & AT

Baznas Bimbing Syahadat Puluhan Warga Suku Lauje

Parigi Moutong – 30 September 2019, Mualaf Center Baznas (MCB) berpartisipasi dalam kegiatan Reuni Mualaf Akbar 2019 di Desa Sidoan Selatan Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan bagi mualaf di wilayah Kecamatan Sidoan.

Proses pensyahadatan massal suku Lauje

Dalam sambutannya Anggota Baznas Prof. Ahmad Satori menyampaikan peran Baznas dalam pembinaan dan pendayagunaan mualaf. Pada kesempatan ini juga Baznas yang diwakili Prof. Ahmad Satori membimbing syahadat puluhan warga suku Lauje untuk memeluk Islam.

Kegiatan yang berlangsung empat hari yang dimulai dari tanggal 28 September sampai dengan 1 Oktober 2019, dihadiri oleh kurang lebih 600 mualaf suku Lauje yang datang dari berbagai wilayah di Sidoan, Tinombo, Palassa, Tomini dan Mepanga. Agenda ini diisi dengan kegiatan khitanan massal, pensyahadatan, tabligh akbar, dzikir bersma dan pemberian bingkisan untuk mualaf.

Pemberian basic need kepada mualaf suku Lauje