Da’i BAZNAS Bantu Proses Pernikahan Mualaf di Mentawai

Ramdhani Sa’adillah dan Mahmud Islmail selaku Da’I Mualaf Center BAZNAS titik lokasi Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai bersiap memenuhi agenda dakwah, Kamis (18/06/20). Setelah lewat waktu zuhur mereka berangkat ke Masjid al-Quds Desa Muntei untuk menemui Berta Sauddeinuk salah seorang mualaf yang baru-baru ini melafalkan dua kalimat syahadat pada Kamis (11/06/2020) lalu.

Sesampainya dilokasi, Da’I Mualaf Center BAZNAS akan menyaksikan kalimat agung dilantunkan oleh salah seorang pemuda Mentawai untuk mengguncang Arsy-Nya. Pemuda itu bernama Evrizal yang akan meminang Berta untuk menjadi pendamping hidupnya. Oleh karena itu, Masjid Al-Quds menjadi tempat bersejarah bagi pasangan tersebut dalam melangsungkan akad pernikahan.

“Saya sangat merasa bahagia dan berterima kasih kepada Mualaf Center BAZNAS karena telah menjadi bagian dari terbantunya proses percepatan pernikahan dua insan sehingga akad nikah bisa berlangsung dengan baik,” ujar Mahmud.

Pada kesempatan tersebut Ramdhani ditugaskan sebagai protokol dan qori untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an diawal proses pernikahan. Suasana saat dibacakan lantunan merdu Al-Qur’an kian menjadikan acara semakin hidup dan syahdu. Sebagaimana yang dirasakan Mahmud bahwa hal tersebut merupakan  bentuk cahaya rahmat dan keberkahan Allah SWT yang diturunkan kepada hati orang-orang beriman.

Setelah itu, masuk pada agenda siraman tausyiah pernikahan yang disampaikan oleh Mahmud untuk calon mempelai dan kepada peserta undangan pernikahan yang hadir. Kemudian dilanjutkan dengan agenda inti yaitu proses akad nikah.

“Alhamdulillah akad nikah berjalan dengan sangat baik disempurnakan dengan ada do’a-do’a yang dibacakan oleh Ust. Hanafi (Da’I Mualaf). Alhamdulillah semakin menambah keharuan suasana dan hati begitu tenang karena acara demi acara bisa berjalan dengan baik” terang Mahmud.

Sebelum pernikahan ada beberapa tahapan yang dilalui pasangan, Berti dan Evrizal, salah satunya yaitu proses administrasi dengan mengurus surat Numpang Nikah (NA) di Kantor Desa. Menurut keterangan dari pihak Desa Muara Siberut setelah surat NA jadi perlu menunggu hingga dua pekan, terlebih jika berkas masuk ke KUA maka akan memerlukan waktu beberapa hari untuk dimasukkan dalam catatan Kementerian Agama. Oleh karena itu, proses pernikahan pada umumnya berlangsung cukup lama karena banyaknya daftar pernikahan dan harus sesuai prosedur dari atas sehingga proses akad nikah bisa berlangsung.

“Alhamdulillah atas izin Allah SWT semua Allah mudahkan, sehingga setelah berkas masuk, keesokan harinya sudah bisa dijadwalkan untuk pembinaan pra nikah dan dilanjutkan keesokan harinya yaitu akad nikah” terang Da’I Mualaf Center BAZNAS takjub.

Mahmud menerangkan hal ini merupakan buah dari sinergi dakwah yang menguat antara Mualaf Center BAZNAS dan KUA Siberut Selatan, khususnya dalam hal pendampingan pernikahan mualaf Berta dan Evrizal. Komunikasi dan koordinasi yang baik akan menghasilkan manfaat-manfaat yang baik pula. Kedepan akan terus diperkuat dalam pengembangan dakwah mualaf di Siberut Selatan.

Seusai berlangsungnya pernikahan, kedua mempelai menyampaikan terima kasih kepada Mualaf Center BAZNAS yang telah ikut membantu pembiayaan dan proses berjalannya pernikahan yang sederhana serta membahagiakan. Kebahagiaan begitu tampak dari raut wajah kedua mempelai karena dengan sahnya pernikahan maka mereka dapat meraih pahala ibadah dari setiap aktivitas kebaikan seorang suami istri.

Prosesi Foto Bersama Da’i Mualaf Center BAZNAS (dua dari kanan), Evrizal, dan Berta Sauddinuk, dan Perwkailan KUA

Pendampingan mualaf ini menurut Mahmud merupakan salah satu bentuk syiar dakwah Islam dan menambah penyemangat bagi binaan mualaf untuk semakin giat dalam belajar syari’at Islam dan memperaktikkannya. Selain itu, menjadi syiar dakwah bagi keluarga Berta yang bukan beragama Islam sehingga Islam dipandang indah dengan segala bentuk akhlak dan toleransi dalam beragama.

“Pernikahan ini dapat menjadi pelajaran juga bagi muda mudi muslim lainnya untuk menikah dalam kesederhanaan sesuai kemampuan dan lebih melihat kearah esensi dari sebuah pernikahan yang tidak dinilai dari mewahnya pesta pernikahan” tutup Mahmud.

BAZNAS Distribusikan Paket Logistik Keluarga untuk Mualaf di Wilayah Jabodetabek

Kasus pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia terus meningkat setiap harinya. Banyak dari masyarakat yang terdampak baik secara ekonomi maupun ketahanan pangan. Pada Rabu (8/6/2020) Mualaf Center BAZNAS memberikan bantuan Paket Logistik Keluarga kepada 100 KK mualaf di wilayah Jabodetabek.

Proses distribusi Paket Logistik Keluarga dilakukan oleh tim Mualaf Center BAZNAS dan di bantu oleh para relawan Dakwah Mualaf Center BAZNAS untuk membagikan kepada para Mualaf. Adapun 100 box Paket Logistik Keluarga berisikan sembako untuk kebutuhan pangan sehari-hari keluarga mualaf.

“Proses distribusi PLK dilakukan selama beberapa hari dikarenakan kondisi tempat tinggal mualaf yang berjauhan dan tersebar di wilayah Jabodetabek,” kata Ardy C. Widiantoro, Staf Advokoasi dan Pendampingan Mualaf Center BAZNAS.

Untuk menekan risiko penularan Covid-19 proses distribusi dilakukan dari rumah kerumah (door to door), tetap menerapkan jaga jarak (physical distancing) dan menggunakan masker sebagaiman protokol keamanan amil saat bekerja dilapangan.

Stefi, salah seorang mualaf yang merasa sangat bersyukur dengan adanya pemberian Paket Logistik Keluarga, terlebih selama beberapa waktu ini seuami Stefi hanya menerima 50% gaji nya sebagai staf administrasi di sekolah swasta di Depok.

“Kami berharap dengan terbantunya para mualaf melalui pengadaan Paket Logistik Keluraga, mereka semua dapat merasakan bahwa saudara saudranya tidak tinggal diam, saling gotong royong dalam membantu meringankan beban mereka saat pandemi Covid-19 ini serta semakin kuat jalinan silahturahmi dan menambah keistiqomahan mereka dalam menjalankan kehidupan ini” ujar Ardy.

Da’i BAZNAS Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 di Masa New Normal

Da’i MCB kembali melaksanakan pengajian pekanan di Masjid Al-Huffazh, Dusun Toktuk Desa Muntei, Rabu (3/6/2020). Ini adalah kali pertama pembinaan dilaksanakan di masjid setelah lebih dari dua bulan pembinaan dilaksanakan secara door to door sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Adapun saat ini, di Siberut Selatan sudah ada kelonggaran dalam beraktivitas seperti biasanya karena memang di Pulau Siberut sendiri termasuk daerah zona hijau dan terkendali dari dampak Covid-19. Namun berbagai aktivitas tetap dilakukan dengan kewaspadaan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Begitupun dalam kegiatan pengajian dan pembinaan mualaf.

“Aktivitas di Siberut sudah mulai kembali normal, gereja dan masjid sudah diperbolehkan dibuka untuk memfasilitasi ibadah para jama’ahnya,”ujar Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ramdhani Sa’adillah.

Pembinaan dilakukan dengan tetap berusaha memperhatikan keamanan dari Covid-19. Jamaah di himbau tetap menggunakan masker dengan menerapkan physical distancing yaitu dengan duduk berjarak antar satu dengan yang lainnya. Serta sebelum masuk masjid diminta untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

Pada kesempatan tersebut Da’i menyampaikan tentang hikmah Idul Fitri dan evaluasi aktivitas Ramadhan. Da’i mengajak para mualaf untuk melihat sejauh mana ketakwaan meningkat selepas melaksanakan ibadah Ramadhan. Selain itu Da’i memaparkan pentingnya menjaga semangat ibadah pasca Ramadhan agar tetap istiqomah bahkan bisa terus mengalami peningkatan.

Tak lupa, Da’i juga terus mengingatkan agar terus sadar dan waspada terhadap Covid 19 meskipun masih dikategorikan sebagai zona hijau, dengan tetap menjalankan anjuran pemerintah dan protokol kesehatan yang menunjang keamanan dari Covid-19 di fase New Normal.

BAZNAS Distribusikan Paket Logistik Keluarga untuk Mualaf Binaan di Dusun Otobasa

Pada Jum’at (22/5/2020) distribusi Paket Logistik Keluarga(PLK) untuk mualaf binaan di Dusun Otobasa, Desa Kranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak masih terus dilakukan. Pada hari tersebut telah disalurkan sebanyak 30 paket PLK oleh Da’I Mualaf Center BAZNAS, Asep Ma’sum dan salah seorang relawan, Rio, yang merupakan salah satu binaan MCB yang juga turut membantunya.

Ditengah pandemik Covid-19 distribusi tetap memerhatikan protokol keselamatan dan kesehatan yaitu dengan tetap menggunakan masker. Selain itu, distribusi dilakukan dari rumah kerumah untuk mengurangi adanya kerumunan masa yang memudahkan terjadinya penyebaran Covid-19.

Da’i MCB Saat Setelah Sampai di Salh Satu Rumah Mustahik Menghantarkan Paket Logistik Keluarga

“Para Mualaf merasa bersyukur dan berterima kasih secara umum khususnya kepada MCB yang telah memberikan paket logistik keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pandemi Covid-19” ujar Da’I MCB.

Paket Logistik Keluarga merupakan salah satu program untuk membantu mustahik dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup yang berisi paket sembako. Khusus di Otobasa sendiri, paket sembako yang diberikan tidak berisi beras, dikarenakan banyak diantara masyarakat yang membantu warga sekitar memberikan beras dimusim panen padi.

Bermodakan transportasi motor, Da’I Mualaf Center BAZNAS dan relawan menyusuri tapak demi setapak jalanan didusun Otobasa demi menyampaikan amanah dari Muzakki dan kebahagiaan bagi mustahik. Tak jarang harus bersiap bolak balik untuk mengambil paket dan menghantarkan kembali kepada mustahik sebab tidak banyak paket yang bisa dibawa dalam satu kali perjalanan.

“Pemberian paket logistik ini diharapkan menjadi motivasi bagi jamaah binaan MCB untuk meningkatkan semangat dalam menimba ilmu dan meningkatkan kualitas menjadi muslim yang kaffah” ujar Asep.

BAZNAS Fasilitasi Mantan Aktivis di Pulau Mendol Ikrarkan Dua Kalimat Syahadat

Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) memfasilitasi Agustiawan untuk mengikrarkan dua kalimat syahadat. Agustiawan merupakan salah seorang yang dulu dikenal sebagai aktivis keagamaan oleh masyarakat di Pulau Mendol. Usianya yang masih muda yaitu berumur 25 tahun memudahkan untuk konsisten dalam menjalani aktivitasnya untuk mengajar anak-anak dengan mengelilingi pulau.

Agus sapaannya sempat mengakui bahwa dirinya beberapa tahun terakhir enggan untuk pergi beribadat selama kurun waktu tiga tahun. Ia menjelaskan alasannya kepada Da’I MCB.

“Meskipun rajin mengajar anak-anak tetapi saya tidak mendapatkan ketenangan disini,” ujarnya.

Agus menuturkan mulai mendapat hidayah untuk memeluk Islam dari salah seorang rekan kerjanya di Batam. Saat bekerja Ia melihat rekan kerjanya tidak melupakan ibadah salatnya sekalipun dimarahi oleh Bosnya.

“Padahal dia orang kepercayaan Bos lho Ustaz,” tuturnya.

Melihat ketaatan rekannya dalam beribadah Agus mulai tertarik dengan agama Islam. Wasilah hidayah datang kepadanya melalui akhlak seorang muslim dalam ketaatan beribadah kepada Allah SWT.

Pada Jum’at (22/5/2020) Agus dapat melafadzkan dua kalimat syahadat yang disaksikan oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, Tokoh Majelis Dakwah Islamiyah Kecamatan Kuala Kampar, dan Tokoh Masyarakat. Bertempat di Mesjid Muthmainnah Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar dipandu oleh Anshori dalam proses syahadat, kini Agus menjadi seorang muslim.

“Para tokoh berharap semoga saja track record Agus pada agama sebelumnya membuat Agus menjadi muslim yang taat, dan semoga saja  Agus menjadi garda terdepan agama Islam dikemudian hari, amin,”ujar Da’i MCB, Rendi Saputra.

Sebagai bentuk dukungan untuk menyemangati Agus dalam beribadah, Da’I Mualaf Center BAZNAS, memberikan paket Mualaf Kit yang berisi sajadah, baju kokoh, dan alat penunjang ibadah solat. Mualaf Kit merupakan salah satu program Mualaf Center BAZNAS untuk mendukung mualaf menyempurnakan ibadah dengan pakaian dan buku bimbingan belaja Islalm yang dapat mereka gunakan saat melakukan ibadah salat.