Peringati Hari Relawan Sedunia, BAZNAS Gelar Outbond dan Training Relawan Dakwah

Bogor, 19 Desember 2019 – Dalam rangka memperingati Hari Relawan Sedunia, Mualaf Center Baznas (MCB) menggelar acara Outbound Training dan Silaturahim Relawan Dakwah BAZNAS dengan Tema Merajut Ukhuwah Da’i Zakat. Kegiatan ini berlangsung di Aldepos Salaca Santri Tapos Kabupaten Bogor, dan dihadiri oleh relawan dari wilayah Jabodetabek.

Ice Breaking Relawan Dakwah Mualaf Center BAZNAS

Kegiatan ini dihadiri Ust. Tri Widiyanto yang mewakili Bagian Dakwah dan Advokasi BAZNAS. dalam sambutan pembukaan Tri menekankan pentingnya relawan menjalin kekompakan dan merajut ukhuwah.

“Menjadi seorang relawan haerus menjalankan misi BAZNAS ke 6, yaitu Menggerakkan dakwah Islam untuk kebangkitan zakat nasional melalui sinergi umat,” ujarnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan team building outdoor activities, materi dan diskusi dengan tema Pemuda yang Peka Zaman oleh Dr. Asep Nurhalim, Lc. M.Pd.I, Relawan Inspiratif oleh Andi Angger Sutawijaya dan Pemaparan Mualaf Center Baznas oleh Desi Triyani selaku perwakilan dari MCB. Kegiatan ini ditutup dengan penyematan rompi lapangan BAZNAS dari MCB kepada relawan sebagai simbolisasi bahwa BAZNAS dan relawan siap bersinergi dalam berdakwah, mengubah niat baik menjadi aksi baik bagi ummat.

Pemaparan materi Relawan Inspiratif oleh Andi Angger Sutawijaya

Semoga dengan adanya pelatihan bagi relawan ini menghasilkan efek yang dapat mempermudah mualaf dalam mengakses pembelajaran islam serta pemenuhan hak dasarnya sebagai warga negara. Pejuang-pejuang kebaikan ini akan menjadi aset MCB yang tersebar di wilayah Jabodetabek untuk bergerak bersama membuat dampak besar bagi dakwah khususnya para mualaf.

RED : DT

BAZNAS Bangkitkan Semangat Masyarakat Desa Teluk Makmurkan Masjid Desa

Mualaf Center BAZNAS Pulau Mendol membuka pengajian mingguan yang ditujukan untuk bapak-bapak baik itu Mukallaf ataupun Mualaf, yang ada di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Kehadiran pengajian mingguan ini adalah sebagai bagian dari memakmurkan masjid Al Falah Desa Teluk yang sudah sejak lama tidak menjalankan pengajian mingguan khusus.

Tidak berjalannya forum pengajian dikarenakan beberapa faktor salah satunya yaitu aktivitas yang padat. Umumnya aktivitas bapak-bapak di daerah tersebut yaitu berkebun atau nelayan yang dimulai sejak pagi hingga menjelang sore. Tak jarang setelah pulang dari aktivitas tersebut, banyak diantara bapak-bapak yang memilih untuk beristirahat dirumah dibandingkan melanjutkan aktivitas lainnya diluar.

Beberapa warga masyarakat beserta pihak pengurus Mesjid Al Falah menuturkan kurangnya SDM, jarak rumah warga, dan sedikitnya minat bapak-bapak untuk shalat di Mesjid Al Falah Desa Teluk ini menjadi faktor tidak adanya pengajian bapak-bapak di Masjid Al Falah ini.

Alhamdulillah semenjak kehadiran MCB di Pulau Mendol ini sedikit demi sedikit membawa perubahan di Desa Teluk ini. Semakin banyak warga desa yang menjadi rajin mengaji, dan anak-anak mualaf semakin giat ke Masjid. Dengan dibukanya pengajian ini, diharapkan dapat membawa perubahan juga untuk kemakmuran Mesjid Al Falah ini, aamiin.

RED: RS

BAZNAS Gelar Pembinaan Akselerasi Pemahaman Akhlak Islam untuk Mualaf di Mentawai

Kajian pekanan mualaf kelompok dua kembali di gelar di Siberut Selatan, Mentawai, pada Sabtu (14/12). Dalam kajian kali ini membahas mengenai salah satu akhlak mulia yang diajarkan Islam yakni, itsar atau mendahulukan orang lain, sebagaimana yang sudah dibahas juga di kelompok satu sebelumnya.

Da’i mengajak para mualaf untuk mengaplikasikan perilaku terpuji ini dalam kehidupan sehari-hari dengan mencontoh orang-orang terdahulu para sahabat Nabi yakni antara Muhajirin dan Anshar. Sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Hasyr ayat 9:

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (yakni kaum Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.

Selepas selesai pembahasan materi, da’i membuka sesi tanya jawab seperti biasa. Pada kesempatan kali ini, ada tiga pertanyaan. Pertama, dari Faujiah (37) bertanya, “Jika ada yang masuk Islam karena menikah, lalu si suami tidak membimbing ilmu agama apakah suami berdosa dan benarkah jika demikian dosa istri ditanggung suami?”

Da’i memberikan penjelasan tentang pertanyaan ini. Diantaranya dijelaskan mengenai hak dan kewajiban suami-istri dalam ajaran Islam, seperti kewajiban suami mendidik sang istri tentang agama atau mengizinkan istri mengikuti pengajian. Selain itu Da’i juga menyampaikan dan menjabarkan sebuah ayat, yang mana ayat ini ditujukan terutama untuk suami,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

(QS. At-Tahrim:6).

Selanjutnya pertanyaan kedua, dari Rufina (59), “Apakah diterima kita berdoa untuk orang tua yang sudah meninggal yang belum Islam?”

Da’i menjelaskan bahwasanya tidak akan sampai do’a dari seorang muslim untuk non muslim, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia. Kemudian diberikan penjelasan tentang kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang mendoakan ampunan untuk ayahnya yang kafir namun ditolak oleh Allah. Dan juga kisah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan paman tercintanya Abu Thalib yang juga meninggal dalam keadaan belum masuk Islam.

Ketiga, dari Desi Nur (45) menanyakan “Bagaimana hukum merayakan ulang tahun bagi orang Islam dan ritual-ritual di dalamnya, seperti tiup lilin, bernyanyi happy birthday, dan lain sebagainya?”

Da’i menyampaikan bahwasanya dalam kasus ini ada dua pendapat. Pertama, pendapat yang mutlak mengharamkan. Karena pada awalnya perayaan ulang tahun itu bukan berasal dari ajaran Islam dan kita dilarang tasyabbuh, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan Imam Abu Dawud,

من تشبه بقوم فهو منهم

Barangsiapa yang menyerupai suatu golongan, maka ia termasuk golongan tersebut.

Kedua, pendapat yang membolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Seperti tidak ada unsur-unsur kesyirikan dan kekufuran. Bisa diisi dengan kebaikan-kebaikan yang tidak bertetanggaan dengan ajaran Islam. Selain itu, ulang tahun bisa dijadikan bentuk tasyakur, yakni mensyukuri nikmat usia. Menjadi bahan muhasabah, introspeksi diri atas kekurangan amal di masa lalu. Juga menjadi pengingat bahwasanya bertambahnya angka usia berarti berkurangnya jatah usia.

Red: RS.

Mualaf Center BAZNAS Bina Mualaf Otobasa Pahami Makna Pemborosan

Keimanan bagi seorang muslim merupakan aset penting yang harus terus dijaga dan diberikan perhatian sebagai jalan diterima atau tidaknya amal di hadapan Allah SWT. Bagi seorang mualaf yang baru saja mengenal Islam, maka perlu untk diberikan pemahaman tentang ketahuidan yang erat kaitannya dengan iman. Iman sebagai aset yang sangat berharga memiliki  berbagaimacam ancaman baik dari  faktor internal atau eksternal diri seseorang muslim.

Penjagaan iman merupakan suatu benteng khusus yang akan memudahkan mualaf untuk memudahkan dalam memahami Islam. Pembinaan Da’i  Mualaf Center Baznas (MCB) di Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (15/11) merupakan salah satu aksi konkrit  yang terus digalakan kepada mualaf binaan MCB.

Alhamdulillah pembinaan pekanan oleh Da’i MCB berjalan lancar walapun terdapat beberapa kendala diantaranya tempat pembinaan kurang nyaman dikarenakan pemasangan atap masjid yang belum rampung dibereskan.

Pembinaan kali ini seperti biasa di awali dengan mengenalkan huruf hijaiyah kepada para mualaf dan dilanjutkan kajian dengan tema Thoharoh (bersuci). Da’i MCB menjelaskan pentingnya bersuci dan adab – adab bersuci sampai menjelaskan jenis dan hukum air sampai hukum air bekas.

Di akhir kajian Pak Alfian bertanya kepada Da’i MCB ” Pak Ustadz saya punya teman ketika saya dan teman  saya bertamu kemudian kami di berikan kue sisa bekas lebaran , kawan saya berkata kepada saya “kita tidak boleh memakan barang  sisa”  maka apakah benar kita tidak boleh memakan  makanan sisa ?

Da’i MCB menjawab ” memakan makanan sisa orang boleh selagi makanan tersebut halal dan baik”

Karena tadi dijelaskan mengenai air bekas minum manusia maka hukum airnya suci dengan artian jika diminum boleh sebab suci, bahkan agama kita mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan makanan . Allah berfirman

(إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِینَ كَانُوۤا۟ إِخۡوَ ٰ⁠نَ ٱلشَّیَـٰطِینِ)

Sesungguhnya orang-orang yang pemboros (atau yang menyia-nyiakan)  itu adalah saudara setan.

 REP : AM

Mualaf Center BAZNAS Ajarkan Makna Syahadat Kepada Mualaf Lapas Gunung Sindur

MCB, Sabtu (12/10) — Bogor. Tim Mualaf Center Baznas (MCB) yang diwakili oleh Huzaifah Azhar selaku Da’i MCB titik Jabodetabek melangsungkan program pembinaan mualaf untuk pertemuan ke-empat di Lapas kelas III Gunung Sindur Bogor. Agenda kajian rutin pekanan ini masih terus berjalan pada tempat dan waktu yang sama yaitu hari Sabtu siang, pukul 12.30 sampai dengan 14.00 di Selasar Masjid dalam Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor. Pertemuan ke-empat ini tidak dihadiri oleh 2 dari 10 orang mualaf warga binaan Lapas Gunung Sindur dikarenakan kedua mualaf ini sedang sakit. Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat menuntut keilmuan agama Islam kedelapan Mualaf lainnya.

Kajian dimulai dengan doa pembukaan, dan pelantunan bacaan ayat-ayat al-Quran oleh salah seorang mualaf, yang kemudian dilanjutkan kepada bahasan utama yang menjadi tema kajian pertemuan ke-empat yaitu mengenai Syahadat yang dibahas Mulai dari makna dan kandungannya serta kedudukannya yang mulia dan sangat fundamental menjadi ikrar penentu tempat kembalinya seseorang di akhirat kelak, sehingga para mualaf binaan memahami makna kandungan yang begitu dalam dari sebuah kalimat syahadat dimana kedalaman pemahaman dan keyakinannya akan dua kalimat syahadat ini menentukan tingkat kesempurnaan imannya.

Kajian ditutup dengan sebuah hadits yg bersumber dari sahabat  Abu Umar  Sufyan bin Abdullah yang diriwayatkan oleh imam Muslim tentang  pesan Nabi Muhammad SAW akan senantiasa Istiqomah dalam keimanan kepada Allah SWT. MCB berharap dalam pertemuan ke-empat ini dapat meningkat keimanan dan keistiqomahan para mualaf warga binaan Lapas Kelas III Gunung Sindur Bogor melalui pembahasan yang disampaikan berkenaan syahadat sebagai sebuah kalimat pembuktian keimanan, kecintaan, ketaatan, dan rasa takut hanya kepada Allah SWT semata.

RED : MCB    REP: HA