Semangat Tiga Anak Mualaf Binaan BAZNAS Belajar Agama Islam

Menjadi anak-anak mualaf suku Ta’a Wana yang tinggal di pedalaman Sulawesi tidaklah mudah. Tinggal di sebuah dusun Linte, Desa Takibangke Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una Sulawesi Tengah, anak-anak ini tidak hanya harus belajar menuntut ilmu di bangku sekolah, tetapi juga menyambi berkebun dan belajar ilmu agama lebih ekstra. Pada pembinaan pada hari Jumat (16/7) lalu, […]

Mualaf Binaan BAZNAS Bersemangat Mengejar Keutamaan Puasa Arafah

Beberapa hari sebelum perayaan Idul Adha kemarin, Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB), Ustaz Asep Mas’um mengajak para mualaf binaan untuk mengejar keutamaan puasa sunnah Hari Arafah. Pada Pembinaan mualaf Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak  Kalimantan Barat, Jumat (16/7) lalu, dai MCB menjelaskan kepada segenap mualaf tentang keagungan dan kemuliaan bagi orang-orang yang melaksanakan puasa Arafah pada hari Senin 9 Dzulhijjah.

 صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.

(HR. Muslim no. 1162)”

“Maksud menghapus satu tahun yang akan datang itu bagaimana maksudnya ustadz?,” tanya salah satu mualaf.

Ustaz Asep lalu menjelaskan, “Menurut sebagian ulama maksudnya adalah seseorang itu akan dijaga oleh Allah dari berbuat kemaksiatan dan dimudahkan dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. Wallahu a’lam. Jadi jangan mentang-mentang kita sudah melaksanakan puasa tersebut kemudian dengan seenaknya mengikuti hawa nafsu dan melakukan keburukan dengan anggapan doa setahun yang akan datang ada jaminan diampuni,”

Dai BAZNAS Menyampaikan Ceramah Dihadapan Belasan Mualaf Otobasa Kalimantan Barat

Pada pembinaan pekan ini ada sejumlah mualaf yang tidak hadir, karena kesibukan pekerjaan, salah satunya karena tibanya musim panen durian di kampung tersebut. Mari kita doakan segenap mualaf dan sang ustaz agar Allah selalu limpahkan nikmat istiqamah untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu agama.

Kisah Inspiratif Aulia, Anak Mualaf yang Semangat Belajar Membaca Al-Quran

Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) kembali melaksanakan pengajian iqro dan al-Qur’an untuk usia anak-anak yang rutin dilaksanakan di Kampung Sukatani Desa Jalupang Mulya Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten. Ustadz Rendi yang bertugas tidak bosan-bosannya berkunjung dan melakukan pembinaan di pelosok Banten ini.

Cuaca yang cerah menyertai semangat anak-anak mualaf untuk mengikuti pengajian di hari Kamis (15/7) sore itu, Diantara belasan anak-anak berusia sekolah dasar (SD) ini, terdapat seorang murid bernama Aulia. Ia merupakan anak yang periang dan memiliki kemauan tinggi. Aulia kini menginjak usia 8 tahun dan sedang menempuh pendidikan dibangku kelas 2 SD. Sejak pertama bergabung bersama dai MCB ia senantiasa berusaha keras untuk terus membaca meskipun terbata-bata. Alhamdulillah atas izin Allah saat ini Aulia sudah mencapai al-Qur’an juz pertama.

Meskipun cuaca tidak menentu dan seringkali berubah dengan sangat cepat, Aulia senantiasa berusaha untuk hadir dalam kegiatan pembinaan. Semua itu ia lakukan meski dalam kondisi hujan sekalipun. Tidak hanya itu ia juga sangat bagus dalam berbagai hafalan baik itu doa sehari-hari, doa-doa ibadah harian, surat-surat pendek dan lain sebagainya.

Ustaz Rendi Mengajarkan Iqra dan al-Qur’an Kepada Anak-anak Mualaf

Pengajian anak-anak sore itu ditutup dengan sama-sama mengulang surat-surat pendek. Mari kita doakan bersama semoga anak-anak di pedalaman Banten ini Allah berikan kemudahan dalam proses belajar Al Qur’an serta diberikan keistiqomahan dalam menjalaninya aamiin. Semoga anak-anak mualaf dan kita semua tidak kalah semangatnya dengan Aulia kecil yang senantiasa bersemangat menghafal kalam-kalamNya.

Dai BAZNAS Ajak Warga Tuva Manfaatkan Hari-hari Istimewa Bulan Zulhijjah

Pembinaan pekanan kelompok mualaf Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah, kali ini terasa berbeda dan sedikit lebih istimewa. Pada kesempatan ini, Ustaz Abdullatif yang merupakan dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengadakan kegiatan pembinaan di rumah kepala desa setempat. Ini semua dilakukan atas permintaan dari ibu kades untuk dapat menggelar di tempatnya langsung.

Para ibu mualaf beserta beberapa warga dan ibu kades hadir memenuhi ruangan yang telah disediakan pada Jumat (9/7) pagi itu. Mengingat hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi, Ustaz Abdullatif lalu menyampaikan topik mengenai keutamaan hari raya berkurban.

“Keistimewaan hari raya Idul Adha tidak hanya terikat pada ibadah shalat Id dan aktivitas penyembelihan hewannya saja. Terkadang masyarakat kita hanya mengagungkan momen ini pada hari tanggal 10 Zulhijjah-nya saja, betul bu,?” kata ustaz dalam pembukaannya memantik perhatian segenap hadirin.

“Ketahuilah bahwasanya keistimewaan dalam ajaran Islam, pada hari raya kedua dalam Islam ini sudah berlangsung sedari tanggal satu hingga pertengahan bulan itu sendiri. Ibu-ibu selama ini sudah memanfaatkannya belum?” Pertanyaan ini membuat sebagian hadirin bertanya-tanya, apa yang membuatnya istimewa.

Ustaz pun melanjutkan, “Bulan Zulhijjah menjadi spesial karena merupakan pekan-pekan rangkaian pelaksanaan ibadah berhaji ke Mekkah. Ibadah haji merupakan seremoni ibadah terakbar yang hanya dilakukan satu tahun sekali.”

Selanjutnya ustaz melanjutkan bahwa pada sepuluh hari pertama dalam bulan Zulhijjah, Allah memberikan keistimewaan berupa dilipatgandakannya catatan amal seorang hamba. Hal ini berlaku pada setiap amalan baik maupun amalan buruk.

“Oleh karena itu, bagi kita yang belum berkesempatan untuk berangkat haji atau barangkali belum sanggup dalam berkurban hewan potong, mari kita manfaatkan waktu-waktu yang sempit ini untuk memaksimalkan ibadah-ibadah yang dapat kita lakukan. Serta berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa.” sambung Ustaz Abdullatif memotivasi segenap hadirin.

Terakhir ustaz tidak ketinggalan menyampaikan, “Selanjutnya selepas ibadah salat hari raya dan pemotongan hewan kurban, Rasulullah Muhammad SAW mengajak umatnya untuk mengagungkan nama Allah dan mengharamkan berpuasa pada tiga hari tasyrik setelahnya. Hal ini bermaksud untuk mengajak kita bersyukur akan nikmat hari raya dan daging hewan kurban yang kembali kepada hambaNya untuk dapat dikonsumsi. Berbeda dengan kurban atau sesajen-sesajen ajaran kepercayaan lain yang diserahkan kepada makhluk-makhluk dunia lain,” pungkasnya.

Da’i BAZNAS Sampaikan Al-Qur’an, Sebagai Perisai Bagi Pembacanya Kepada Anak-Anak Mualaf Suku Ta’a Wana

Da’i Mualaf Center BAZNAS kembali menggelar pembinaan rutin mualaf untuk suku Ta’a Wana di Dusun Linte Desa Takibangke Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini kembali diselenggarakan di masjid al-Amin Dusun Linte Tua dan dihadiri 7 orang dari kalangan anak-anak mualaf. Pertemuan hari Jumat (2/7) siang itu memang dikhususkan untuk sesi pembinaan anak-anak mualaf, bergantian waktunya dengan permbinaan para orangtua.

Pada kajian mingguan kali ini Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengajak anak-anak untuk menjadi generasi yang dekat dengan al-Qur’an sedari usia belia.  “Al-Qur’an akan menjadi perisai dihari kiamat yang dihadiahkan oleh Allah Ta’ala bagi orang-orang yang membacanya. Diantara banyaknya keutamaan dari hamba yang dekat dengan al-Qur’an adalah, ia akan melindungi para pembacanya dari siksa kubur dan menjadi penerang pada hari kiamat.” Ungkap ustaz Hasam Syarif untuk menyemangati adik-adik ini.

Ustaz pun melanjutkan bahwa perlindungan atau syafa’at al-Qur’an akan bisa kita rasakan sedari kehidupan di dunia. “Dengan menjadi pribadi yang dekat dan senantiasa membaca apalagi mengamalkan al-Qur’an, Allah Ta’ala akan memberikan kecerdasan dan keberkahan dalam setiap aktivitas kita. Ini semua kita perlukan untuk mengejar cita-cita dimasa depan untuk membangun Dusun Linte yang Islami dan beradab. Dengan keberkahan al-Qur’an, ia akan menjaga Linte dari murka Allah Ta’ala. Nabi bersabda dalam sebuah hadits yang berbunyi, اقْرَؤُوا القُرْآنَ فإنَّه يَأْتي يَومَ القِيامَةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ. Bacalah kalian semua al-Qur’an, sesungguhnya (bacaan) itu nanti menjadi perisai yang menemani sahabatnya (HR. Ahmad).”

Ustaz Hasam Syarif Bersama Anaknya Tengah Melakukan Pembinaan Pekanan

Terakhir ia menambahkan bahwa pendidikan agama bagi sedari usia belia merupakan hal yang penting untuk bekal bagi kehidupan nantinya. Al-Qur’an merupakan kitab umat islam dimana kita harus berusaha untuk membaca dan mempelajarinya. Siapa saja yang gemar membaca Al-Qur’an akan mendapat syafa’at dari al-Qur’an yang dibacanya ketika di dunia. Semoga pembinaan anak-anak dapat terus berjalan dengan baik. Agar kita sama-sama dapat menyiapkan mereka sebagai generasi Islami bagi masa depan Dusun Linte. Mari dukung kegiatan MCB dengan berdonasi dan menunaikan zakat bersama BAZNAS. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin.