BAZNAS Distribusiakan Paket Basic Need untuk 60KK Mualaf Baduy

Mualaf Center BAZNAS melalui bantuan Da’i BAZNAS, Rendi Saputra, mendistribusikan paket Basic Need dalam memenuhi kebutuhan pangan mualaf pada hari Sabtu (19/09). Sebanyak 60KK di Kampung Mualaf Sukatani, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, mendapatkan paket yang berisikan beras, gula, minyak, kopi, teh, mie, sabun mandi dan sabun cuci.

Beradasarkan keterangan yang diterima dari Da’i BAZNAS bahwa mualaf di kampung tersebut hampir 100% memiliki profesi sebagai petani atau pekebun yang di tugaskan di perkebunan milik pemerintah setempat. Selain itu, para mualaf lainnya sering juga mendapat garapan tanah ataupun kebun milik orang yang berdomisili di Jabodetabek.

Hal tersebut juga menandakan kegigihan para mualaf untuk mencari rezeki memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, paket Basic Need ini tidak hanya sekedar bertujuan membantu kebutuhan pangan mualaf, melainkan menjadi bentuk syiar dakwah yang berprinsip saling tolong menolong antar sesama muslim.

“Alhamdulillah toa rezekina ieu mah, hatur nuhun ustadz” ujar Dursah salah satu binaan mualaf BAZNAS

Menurut Ustadz Rendi Saputra penyaluran dana zakat di Kampung Mualaf Sukatani tidak hanya melalui program Basic Need, melainkan dilengkapi dengan pembinaan secara rutin baik mingguan dan bulanan untuk menambah pemahaman dasar keislaman mualaf.

“Semoga program Basic Needs ini senantiasa menambah semangat para Mualaf untuk belajar menjadi muslim yang lebih baik lagi, aamiin harap Da’i BAZNAS dalam keterangannya melalui media sosial whatsapp.

Mualaf Binaan BAZNAS Kuatkan Aqidah Dengan Perdalam Rukun Iman

Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan pembinaan mualaf dalam bentuk pengajian bulanan di Masjid Nurul Iman Ke’pe, Lembang Randa Batu, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja Ahad (13/09).

Pada pertemuan kali ini Da’i membahas tema perkara yang di takdirkan Allah terhadap seorang hamba.

Ada hal-hal yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT diantaranya kelahiran, rezki, jodoh dan kematian. Sebuah proses kehidupan merupakan skenario yang telah dituliskan sang Pencipta kepada setiap hamba Nya, maka tugas seorang hamba lah untuk mengejar derajat taqwa disisi Allah SWT”. Ujar Ustadz Ariadi dalam paparannya.

Jamaah masjid Nurul Iman Ke’pe menyimak paparan ustadz Ariadi 

Pembinaan dihadiri oleh 40 mualaf binaan MCB, turut hadir pada kesempatan ini Penyuluh Agama kecamatan Makale Selatan dilanjutkan tausiah pengajian oleh Da’i MCB

Harapannya semoga jamaah terus bersemangat dalam mengikuti pengajian dan bisa memahami materi yang disampaikan oleh Da’i” kata Ustadz Hasan Paewang selaku  Penyuluh Agama kecamatan Makale Selatan

Da’i BAZNAS Gandeng DKM Masjid Al-Ikhlas Pahauman Bina Mualaf di Otobasa

Mualaf Center BAZNAS menyelenggarakan kajian bulanan pada hari Ahad (20/09) di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Pembinaan yang dihadiri 38 binaan mualaf membahas tema mengenai saling ingat mengingatkan antara anak-anak dan keluarga mengenai Islam.

Berbeda dengan kajian sebelumnya, kali ini Da’i Mualaf Center BAZNAS menggandeng Dewan Kemakmuran Masjid Al Ikhlas Pahauman sekaligus penyuluh KUA wilayah Sengah Temila Kabupaten Landak yaitu Ustadz Ica untuk memberikan tausiah kepada binaan mualaf.  Hal tersebut dilakukan selain untuk menguatkan sinergi dakwah sekaligus memberikan penyegaran penyampaian tausiah

Ustadz Ica, DKM Masjid Al-Ikhlas, Berikan Tausyiah Kepada Binaan Mualaf Otobasa

Dalam pembinaan ustadz Ica mengutip Firman Allah SWT yaitu Surat Al-Baqarah ayat 133  :

(أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَاۤءَ إِذۡ حَضَرَ یَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِیهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِیۖ قَالُوا۟ نَعۡبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَاۤىِٕكَ إِبۡرَ ٰ⁠هِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِیلَ وَإِسۡحَـٰقَ إِلَـٰهࣰا وَ ٰ⁠حِدࣰا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ)

“Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.”

“Hendaknya senantiasa kita cek dan ricek memperkuat kembali keimanan anak -anak kita dan keluarga, jangan sampai keimanan keluarga kita di renggut sedikit demi sedikit oleh syaithon” ujar Ustadz Ica.

Berdasarkan tausiah yang telah disampaikan oleh Ustadz Ica, peserta kajian bulanan dipersilahkan untuk bertanya. Salah satunya yang disampaikan oleh Ariyanti dari Dusun Kapur “Kehidupan kita sehari-hari ada rintangan. Apakah itu ciri-ciri Allah SWT sayang kepada kita?” tanyanya kepada Ustadz Ica.

Ustadz Ica menjelaskan bahwa setiap hamba yang hidup di dunia ini pasti diuji oleh Allah SWT. Maka pilihannya adalah apakah hamba itu mau bersabar atau bersyukur. Selian itu, ujian merupakan bagian dari kasih sayang  Allah SWT sehingga banyak hamba-hamba-Nya mendapatkan derajat yang tinggi atas sabar dan syukurnya melalui proses tersebut.

 

Ustadz Asep Ma’sum, Da’i Mualaf Center BAZNAS, Berikan Paket Basic Need untuk Mualaf Otobasa

Setelah pembinaan selesai Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Asep Ma’sum, dibantu oleh Ustad Ica memberikan Basic Need sebanyak 36 paket. Da’i MCB berharap mudah-mudahan pemberian paket basic need ini menjadikan warga mualaf menjadi muslim sejati.

Ukur Kemampuan, Mualaf Binaan BAZNAS Lakukan Ujian Praktek

Mualaf Center BAZNAS – Memasuki triwulan ke-3 pembinaan mualaf di Rumah Dakwah BAZNAS (RDB) di Jakarta, pendamping RDB terus mengintensifkan pendalaman materi ibadah dengan melaksanakan ujian praktik. Ujian praktik ibadah ini dilakukan guna mengukur kemampuan mualaf dalam pelaksanaan praktek ibadah sehari-hari.

Dalam kesehariannya para mualaf binaan di Rumah Dakwah BAZNAS sudah melaksanakan ibadah sebagai kewajiban seorang muslim, terutama sholat wajib, ujian ini sebagai sarana untuk kembali mengukur kemampuan mualaf dalam menjalani ibadah sehari-hari terutama sholat”. Ujar Awalin pendamping RDB (16/9/2020).

Mualaf binaan di RDB juga melakukan ujian praktek thaharah, seperti wudhu, tayamum dan mandi wajib.

Selain praktek sholat, mualaf binaan di RDB juga melakukan ujian praktek thaharah seperti wudhu, tayamum dan mandi wajib. Hal ini menjadi perhatian karena thaharah merupakan amalan wajib yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan ibadah ibadah yang lainnya terutama sholat”. Kata Awalin

Mualaf binaan di Rumah Dakwah BAZNAS sedang melaksanakan praktek wudhu

Menurut Awalin mualaf binaan di RDB secara umum sudah hafal tata cara ibadah sehari-hari, mulai dari berwudhu, sholat dan dzikir setelah sholat.

Mereka sudah hafal gerakan dan bacaan-bacaan dalam sholat, dzikir setelah sholat pun sudah bisa, bahkan mualaf binaan di RDB  secara bergantian menjadi imam sholat jama’ah, yang dizaharkan maupun yang disirrkan bacaannya”. Jelas Awalin

Mualaf Binaan BAZNAS Mantapkan Keyakinan Ikuti Pembinaan Keislaman

Mualaf Center BAZNAS kembali mengadakan pembinaan rutin pada hari Jum’at (11/9/2020) di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Kegiatan pembinaan dilangsungkan setelah pelaksanaan shalat Jum’at pada setiap minggunya. Pada minggu ini tidak banyak yang mengikuti pembinaan dikarenakan morontok.

Morontok merupakan istilah yang digunakan oleh warga Desa Keranji Paidang yang mempunyai arti arisan bekerja untuk saling membantu secara bergantian dalam memanen padi. Jika warga tidak ikut morontok maka konsekuensinya diwaktu mendatang tidak akan di bantu oleh warga lainnya.

Meskipun merontok bersamaan dengan jadwal pembinaan mualaf, sebanyak 20 binaan mualaf memutuskan untuk mengikuti kajian mingguan bersama Dai Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Asep Ma’sum. Dai menanyakan alasan kehadiran kepada salah satu binaan mualaf atas pilihannya berpartisipasi untuk mengikuti pembinaan.

“Jika jadwal morontok saya jatuh pada hari Jum’at maka saya suruh orang untuk menggantikan saya morontok dengan diberikan upah, sehingga shalat Jum’at saya tidak terlalaikan,” terang Mardinus salah seorang binaan Mualaf Center BAZNAS.

Dai berharap apa yang diungkapkan dan dilakukan oleh Mardinus dapat menjadi penyemangat dan contoh bagi binaan lainnya untuk mengutamakan dan mementingkan perintah Allah SWT dari pada amalan dunia. Pada kesempatan pertemuan tersebut Dai memaksimalkan untuk mengulang kembali materi mengenai rukun wudhu yang sudah lama diulas pada pembinaan tahun lalu.

Tema ini diulas kembali dengan tujuan mengkuatkan pemahaman warga mualaf tentang berwudhu,” ujar Dai Mualaf Center BAZNAS dalam keterangannya melalui media sosial.