Semangat Mualaf Binaan di Otobasa Belajar Al-Qur’an Bersama Da’i BAZNAS

Pembinaan mualaf mingguan di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dilaksanakan pada Jum’at (30/10/2020). Sebanyak tiga kelompok binaan Mualaf Center BAZNAS pada hari yang sama melaksanakan pembinaan di waktu yang berbeda.

Pembinaan Kelompok Bapak-Bapak Mualaf di Dusun Otobasa

Pembinaan kelompok pertama yang terdiri dari bapak-bapak dilaksanakan setelah shalat Jum’at hingga pukul 14.00 WIB. Selanjutnya pembinaan kelompok dua yang terdiri dari binaan ibu-ibu dilkasanakan hingga menjelang Ashar di Masjid Jabal Nur. Terakhir pembinaan kelompok tiga yang terdiri dari bu-ibu  mualaf dilaksanakan di rumah Vanesa, salah satu binaan, setelah ba’da Ashar.

Pembinaan Kelompok Dua Ibu-Ibu Mualaf Dusun Otobasa

Pelaksanaan pembinaan diawali dengan setoran baca Iqro dan tausyiah. Saat pelaksanaan setoran bacaan Iqro ada hal menarik yang patut untuk menjadi renungan bersama. Ada seorang binaan nenek-nenek bernama Uwin menyetor bacaan iqronya  kepada anak mualaf yang bernama Monik salah satu murid TPA. Tidak sedikit pun terlihat raut wajah malu belajar baca iqro dengan seorang anak mualaf diusianya yang tidak lagi muda meski bacaannya masih belum sempurna.

“Hal ini menjadi pemandangan indah sekaligus pembelajaran bagi kami dan binaan mualaf lainnya untuk tetap semangat belajar Islam meski usia sudah tua,” ujar Ustad Asep Ma’sum.

Setelah setoran Iqro dilanjutkan dengan menghafal Surat Al-Fatihah beserta maknanya yang  dibimbing langsung oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS. Binaan mualaf turut mengikuti bacaan Al-Fatihah sebagaimana Ustad Asep contohkan. Walaupun masih banyak diantara mualaf yang terbata-bata tetapi mereka tetap semangat dalam menghafal Surat Al-Fatihah yang ditunjukkan pada kesungguhan mereka dalam belajar.

Pembinaan Mingguan Kelompok Tiga di Rumah Vanesa Salah Satu Binaan Mualaf

Para mualaf berterima kasih karena sudah diajarkan secara perlahan-lahan dalam menghafal surat Al-Fatihah karena surat tersebut menjadi bagian penting dalam dari rukun shalat. Ada kerisauan dalam hati binaan mualaf jika tidak bisa membaca Surat Al-Fatihah dalam shalatnya.

“Banyak ustadz lain yang cuman ngasih penjelasan memberikan hukum shalat wajib tetapi tidak mengajarkan kami dan membimbing kami dalam menghafal bacaan shalat padahal kami tahu hukum shalat itu wajib. Kami berterimakasih karena ustadz sudah mau mengajarkan cara membaca Surat Al-Fatihah,” ujar Alpian usai pembinaan berlangsung.

Da’i Mualaf Center BAZNAS berharap semoga Allah SWT memberikan keistiqomahan bagi mereka. Aamiin

Mualaf Binaan BAZNAS Jalani Pembinaan Keislaman di Otobasa Kalimantan Barat

Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Asep Ma’sum, bersinergi dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS wilayah Kecamatan, Ustadz Wahid, laksanakan pembinaan mualaf pada hari Selasa (20/10/2020). Sebanyak 35 jama’ah mualaf hadir di Masjid Jabal Nur, Dusun Otobasa, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Pembinaan keislaman kali ini tidak hanya membahas tema hal-hal yang membatalkan sholat melainkan dibungkus dengan penyampaian kisah atau dongeng.

Mualaf Binaan BAZNAS Dusun Otobasa Simak Paparan Ustadz Wahid dalam Pembinaan Keislaman

“Hal yang membatalkan sholat yaitu berhadats, kejatuhan najis, bergerak tiga kali berturut turut, menambah rukun fi’li,” terang Wahid merujuk kepada kitab Safinatunnajah karangan ulama Salim bin Smir Al Hadromi.

Setelah penjelasan itu, Wahid mengajak seluruh jama’ah untuk menyimak dan mencari hikmah dibalik cerita pendek atau tamtsil.

Awal kisah diceritakan bahwa ada seorang raja mengundang masyarakat untuk menghadiri acara di singgasana. Pada tengah-tengah singgasana raja terdapat intan berlian yang sangat indah dan harganya sangat mahal.

Di tengah-tengah keramaian sang raja mengumumkan kepada yang hadir “siapa yang berani menghancurkan berlian ini, yang berani tolong ambil palu dan hancurkan berlian ini?”. Terlihat oleh raja tidak ada satupun dari mereka yang hadir atau berani untuk menghancurkan berlian. Bahkan diantara mereka ada yang bergumam “Sungguh Bodoh orang yang berani menghancurkan berlian sang raja”.

Tiba-tiba salah seorang pembantu raja di istana mengambil palu dan langsung menghancurkan berlian sang raja. Masyarakat yang hadir melihat kejadian itu terlihat sangat marah dan suasanapun menjadi sangat suram. Namun sang raja tersenyum, kejadian itu menambah rasa penasaran masyarakat yang hadir.

“Kok bisa raja tersenyum padahal intan berlian yang sangat mahal di hancurkan,” ujar salah seorang warga terheran. Bahkan yang sangat anehnya lagi sang raja memberikan hadiah kepada pembantu istana tersebut.

Ustadz Wahid paparkan hikmah dibalik kejadian tersebut “ketahuilah bahwa perintah raja lebih berharga dari pada intan berlian yang sangat mahal. Oleh karena itu jangan kalian lihat apa yang di perintahkan tapi lihatlah siapa yang memerintahkan” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hal yang sama dalam mengamalkan agama jangan melihat apa yang diperintahkan, tetapi lihatlah siapa yang memerintahkan.

Setelah itu Ustadz melanjutkan cerita, bahwa sang raja memerintahkan masyarakat yang hadir untuk memegang satu barang saja yang apabila dipegang maka akan menjadi hak milik. Sebagian orang ada yang memegang  perhiasan raja, ada yang memegang permaisuri raja, dan ada yang memegang barang-batang istana lainnya. Tapi ada satu hal yang kembali pembantu raja lakukan dengan sangat cerdik yaitu memegang sang raja. Maka raja berkata “karena kamu memegang diriku maka aku menjadi milikmu dan semua yang aku punya akan menjadi milikmu”.

Kembali Ustadz Wahid memaparkan hikmah dibalik sikap pembantu istana yang cerdik yang dikaitkan dengan pelajaran hidup sebagai seorang hamba Allah SWT. Ia menjelaskan bawah jika seseorang hendak menginginkan kemudahan dan kebahagiaan di dunia maka Ia harus mendapatkan ridho dari sang pencipta dunia yaitu Allah SWT, karena segala sesuatu itu berada dalam genggaman-Nya.

Seorang ahli hikmah mengatakan:

من وجد الله وجد كل شيء ومن فقد الله فقد كل شيء

Siapa yang mendapatkan Allah SWT maka ia mendapatkan semuanya dan siapa yang kehilangan Allah SWT maka ia kehilangan semuanya”.

Diakhir pembinaan ada beberapa pertanyaan dari beberapa mualaf salah satunya dari Alpian. “Bagaimana hukum mencuri pandang pak ustadz?” ujarnya.

Ustadz Wahid menerangkan bahwa pencurian dalam agama Islam dilarang dan merupakan perbuatan yang tercela, begitu juga dengan curi pandang dengan lawan jenis. Orang beriman baik laki maupun perempuan hendaknya menundukkan pandangannya dari yang haram. Hal lain yang perlu diketahui bahwa sejelek-jeleknya pencuri adalah yang mencuri dalam sholat yakni yang tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya ketika Sholat.

Tetapi ada curi pandang yang diperbolehkan yakni curi pandang kepada Allah SWT dengan berlomba-lomba dalam kebaikan.

(وَلِكُلࣲّ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّیهَاۖ فَٱسۡتَبِقُوا۟ ٱلۡخَیۡرَ ٰ⁠تِۚ أَیۡنَ مَا تَكُونُوا۟ یَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِیعًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ)

 “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” [Surat Al-Baqarah 148]

Anak Binan Mualaf BAZNAS Terima Paket Basic Need yang Dibagikan Oleh Ustadz Asep Ma’sum

Setelah pembinaan bulanan berakhir dilanjutkan dengan pembagian sembako bagi warga mualaf. Distribusi dilakukan oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS dan dibantu oleh Ustad Wahid dalam pembagian langsung ke jama’ah mualaf yang hadir.

Antusiasme Anak Mualaf Baduy Belajar Al-Qur’an Bersama Da’i BAZNAS

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB), Rendi Saputra melakukan pembinaan mingguan di Kampung Mualaf Sukatani Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten pada Rabu (07/10/2020). Diikuti sebanyak 13 anak mualaf binaan, Rendi melaksanakan pengajian anak-anak dimulai dengan menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an dari QS. Al Fatihah – QS. Al Kautsar.

Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa-doa harian. Setelah itu memulai pengajian Iqro berdasarkan level masing-masing anak dan diakhiri dengan sesi pertanyaan yang harus dijawab sebelum pulang. Antusias anak-anak dalam melakukan pengajian terlihat dari raut wajah ceria mereka dari awal hingga akhir pengajian.

“Di beberapa titik lokasi pembinaan meskipun bukan waktu pengajian anak-anak ramai mengunjungi tempat pengajian. Seperti di saung pengajian dan tempat kediaman saya kerap kali ramai dikunjungi anak-anak,” ujar Rendi.

Rendi menuturkan hal tersebut menambah semangat baik Da’i ataupun orang tua dalam mendorong anak-anak agar mengaji. Maka dari itu lanjuy Rendi, Ia sangat mengapresiasi anak-anak yang rajin datang untuk mengaji.

Kita doakan bersama semoga anak-anak diberikan keistiqomahan untuk selalu mengikuti pembinaan, dan meningkatkan kualitas anak-anak dalam pembinaan aamiin,” harapnya.

Semangat Mualaf Binaan BAZNAS Jalani Praktik Sholat

Diantara kenikmatan yang paling berharga adalah kecintaan seseorang kepada ilmu pengetahuan. Hal itu membuat cakrawala akan terbuka dan segala macam yang terasa hampa diisi dengan pengetahuan. Sebagaimana samudra lautan yang dapat diarungi dengan ilmu pengetahuan.

Mualaf Center BAZNAS terus berusaha Istiqomah tetap mendampingi para mualaf untuk dekat dengan ilmu pengetahuan agar peningkatan wawasan dapat menemaninya dalam mengarungi samudera kehidupan. Pelaksanaan program pendampingan dan pembinaan mualaf yang terus dilakukan dan didalami bertujuan untuk menanamkan rasa mencintai Agam Islam. Alhamdulillah puji syukur pada Allah SWT, sholawat dan salam kepada Rasulullah SAW yang mulia, sehingga dakwah dapat dilanjutkan sebagaimana risalah yang diajarkannya membuat hidup terasa bahagia dan berkah.

“Pagi yang cerah, selalu bersinar bagi kita yang ingin menebar kebaikan. Selalu ada harapan bagi yang selalu berusaha untuk kebaikan, selalu ada jalan dari setiap kesukaran dan selalu ada makna dibalik ujian kehidupan” ungkap Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Mahmud Ismail, dalam pembukaan kegiatan pembinaan.

Ustadz Ramdhani membimbing praktek sholat mualaf binaan di Muntei

Pada Ahad (11/10) pagi adalah hari yang paling menyenangkan bagi binaan Mualaf Center BAZNAS kelompok III Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, karena kembali berkumpul di Masjid Al-Quds untuk belajar Agama Islam. Hal itu terlihat dengan kedatangan mereka lebih awal dan tak ketinggalan anak mereka yang masih sangat kecil juga ikut hadir mendengarkan.

Ustadz Ramdhani Sa’adillah, Da’i Mualaf Center BAZNAS, menyapa dan menyampaikan mukaddimah dan memulai materi dengan bacaan sholat. Pada hari ini juga para binaan mualaf mempraktikkan sholat yang terbagi dalam tiga kelompok. Terlihat ibu-ibu binaan mualaf begitu gembira serta bersemangat untuk maju kedepan agar bisa lulus tes sholat yang Da’i adakan untuk mengukur kemampuan mualaf.

Da’i memaparkan kegiatan pembinaan mengenai praktik sholat terlaksana dengan baik. Setiap binaan BAZNAS telah maju kedepan, nampak kegembiraan mereka setelah selesai melaksanakan praktik sholat.

“Diharapkan ibu-ibu dapat selalu melaksanakan sholat setiap hari, yang belum hafal bacaan sholat bisa terus belajar, insya Allah dengan kesungguhan dan Istiqomah akan semakin menambah kecintaan untuk selalu melaksanakan sholat” ungkap Ustadz Ramdhani setelah selesai pembinaan praktik sholat.

Setelah itu acara pembinaan dilanjutkan dengan pengisian Penilaian Pelayanan Mustahik oleh binaan mualaf dan dilanjutkan wawancara Kaji Dampak Zakat sebagai dasar pengukuran dampak penyaluran zakat bagi mustahik BAZNAS. Oleh karena itu, pada sesi ini Ustadz Ramdhani kembali memberikan arahan tata cara pengisian.

Kuatkan Aqidah Da’i BAZNAS Ajarkan Rukun Iman Kepada Mualaf Tuva

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB), Ustadz Candra kembali melaksanakan kegiatan pembinaan mingguan untuk para mualaf binaan di desa Tuva kecamatan Gumbasa kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, pada pada Sabtu (10 /10/2020). Pembinaan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Iman Tuva ini disertai hujan yang sangat deras sehingga pembinaan hanya dihadiri oleh 3 Kepala Keluarga (KK).

Dalam upaya mningkatkan aqidah mualaf, pada kaesempatan ini Da’i MCB menampaikan materi tentang rukun iman.

Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah

قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكِتَابِهِ وَلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ كُلِّهِ

Bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah iman itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, beriman kepada kejadian pertemuan dengan-Nya, beriman kepada para rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari kebangkitan serta beriman kepada takdir semuanya’.” jelas Ustadz Candra.

Walaupun cuaca di luar hujan lebat Da’i MCB merasakan kebahagiaan tersendiri melihat semangat perjuangan para mualaf dalam belajar memahami Islam.

Alhamdulillah walaupun diluar hujan deras, saya merasa kagum dan bahagia ketika melihat perjuangan mualaf dalam belajar memahami Islam.” Ujar Ustadz Candra.

Ustadz Candra menyampaikan materi Aqidah kepada mualaf binaan di Desa Tuva

 

Selesai pembinaan, Da’i MCB melaksanakan wawancara kepada 3 KK yang hadir dalam rangka Survei Kajian Dampak Zakat 2020 dan Penilaian Kepuasan Pelayanan Mustahik.