BAZNAS Tingkatkan Pemahaman Iqro dan Hafalan Doa Harian untuk Mualaf di Lebak

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) Kampung Mualaf Sukatani, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten gelar pembinaan mingguan yang dilaksanakan pada hari Rabu (07/11/2020). Pembinaan dihadiri oleh sepuluh orang binaan mualaf dan dimulai tepat pukul 18.30 WIB.

Agenda pertama yang dilakukan binaan mualaf bersama Dai Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Rendi Saputra, yaitu menghafal surat-surat pendek dari QS. Al-Fatihah hingga QS. Al-Kautsar. Selanjutnya, pengajian Iqro dikelompokkan berdasarkan level kemampuan membaca masing-masing binaan. Kemudian membaca doa-doa harian sebagai penutup materi pembinaan. 

Antusias ibu-ibu dalam melakukan pengajian terlihat dari awal hingga akhir pengajian. Meski sudah malam melewati berbagai aktivitas binaan mualaf berusaha untuk menghadiri pengajian untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Selesai pengajian, Da’i mengajak seluruh binaan untuk terlebih dahulu melaksanakan shalat Isya berjamaah. Hal tersebut dilaksanakan untuk menghindari ibu-ibu mualaf langsung tertidur sesampainya di rumah sebab cukup banyaknya aktivitas yang dilakukan hingga menjelang malam.

“ibu-ibu sataacan uih hayu utang sami-sami Shalat berjamaah heula,” ujar Ustadz Rendi.

“Alhamdulillah, semoga para jamaah diberikan keistiqomahan untuk selalu mengikuti pembinaan, dan meningkatkan kualitas para jamaah dalam pembinaan aamiin,” sambungnya.

Semangat Mualaf Binaan BAZNAS Menjadi Imam Sholat

Shalat wajib berjamaah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi orang Islam karena terdapat sejumlah keutamaan yang didapat dari shalat berjamaah daripada shalat sendirian. Jumlah minimal dalam sholat berjamaah adalah dua orang. Satu orang menjadi imamnya, dan orang satunya menjadi makmum.

Syarat-syarat yang berhak menjadi imam shalat berjamaah diantaranya yaitu laki-laki, adil, dan faqih. Jadi, tidak sah wanita menjadi imam bagi laki-laki. Wanita boleh menjadi imam bagi jamaah wanita atau anak-anak. Kemudian orang yang paling berhak menjadi imam adalah orang yang paling ahli tentang Al-Qur’an, kemudian paling tahu tentang agama Allah, kemudian orang yang paling besar ketakwaannya. Selanjutnya, orang yang paling tua usianya, karena Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang berhak mengimami manusia ialah orang yang paling tahu (qari) tentang kitabullah. Jika bacaan mereka sama, maka siapa yang paling tahu tentang sunah. Jika pengetahuan mereka terhadap sunah sama saja, maka siapa di antara mereka yang paling dulu hijrah. Jika hijrah mereka sama, maka siapa di antara mereka yang paling tua usianya.” (HR Muslim).

Semenjak mendapatkan pembinaan di Rumah Dakwah Baznas (RDB) para mualaf dibiasakan untuk belajar menjadi imam shalat agar dapat melatih dirinya untuk bermental pemimpin, pun hafalan Qur’an yang dimilikinya dapat terjaga  serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya.

“Di RDB kami menjadwalkan kepada setiap mualaf yang sudah dewasa untuk menjadi imam sholat berjamaah untuk mengaplikasikan hafalan Qur’annya dan melatih rasa percaya diri”. Ujar Awwalin pendamping RDB Kamis (8/11/2020).

Hafizah (12 tahun), salah satu mualaf di RDB selalu semangat saat mendapat jadwal menjadi imam sholat berjamaah di RDB.

“Awalnya deg-degan jadi imam shalat, tapi karena terbiasa deg-degannya perlahan berkurang. Percaya diri saja kalau dapat giliran jadi imam sholat, Alhamdulillah sudah banyak hafalan surat yang dihafal dari sebelumnya.” Ujar Hafizah kepada Pendamping RDB.

Mualaf Binaan BAZNAS Teladani Rosul dalam Metode Mendidik Anak

Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan kegiatan kajian bulanan untuk para mualaf binaan di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (29/10/2020). Kajian ini diselenggarakan di Madrasah Diniyah Awwaliyah Desa Tuva dan dihadiri oleh 23 Kepala Keluarga (KK).

Suasana pengajian bulanan mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS di Madrasah Diniyah Awwaliyah Desa Tuva

Materi yang disampaikan pada pengajian bulanan kali ini merujuk pada buku Rasulullah Sang Guru tentang “Meneladani Metode & Karakteristik Nabi SAW dalam Mengajar” yang disampaikan oleh Ustadz Faisal dari Ma’had ‘Aly Hidayatul Qur’an.

“Rasulullah SAW adalah sosok edukator/pendidik yang terkadang memberi metode pembelajaran dengan memberi nasihat dan peringatan, dimana banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari nasihat-nasihat beliau.” Ujar ustadz Faisal

Dalam penyampaiannya Ustadz Faisal mengutip firman Allah SWT:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat : 55)

Pendistribusian Basic Need (kebutuhan pokok) kepada mualaf binaan Desa Tuva

Diakhir kajian Mualaf Center BAZNAS juga medistribusikan bahan kebutuhan pokok kepada mualaf di Desa Tuva. Program paket ini tidak hanya sekedar bertujuan membantu kebutuhan pangan mualaf, melainkan menjadi bentuk syiar dakwah yang berprinsip saling tolong menolong antar sesama muslim.

Pada kesempatan yang lain di Kampung Mualaf Desa Padende Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, Mualaf Center BAZNAS (MCB) juga melaksanakan kegiatan kajian mingguan untuk para mualaf binaannya Ahad (25/10/2020). Pembinaan dilaksanakan di masjid Mohammed Padende, dan dihadiri 17 Kepala Keluarga (KK). Mualaf mendalami materi keislaman mengenai fikih thaharah yang disertai praktik dan dipandu langsung oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustdaz Candra.

Suasana pengajian mingguan mualaf binaan di Masjid Muhamed kampung mualaf Desa Padende

Selain itu juga Da’i memotivasi mualaf kampung mualaf Padende untuk terus belajar. Diharapkan para mualaf kedepannya selalu bersemangat dalam setiap kegiatan pembinaan.

“Kami berharap mualaf yang berada di kampung mualaf Padende ini untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengikuti kegiatan pembinaan supaya bisa menambah pemahaman keislaman,” ujar Ustadz Candra.

Mualaf Mentawai Binaan BAZNAS Belajar Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mualaf dari Muara dan Puro/Toktuk pada Rabu (28/10/2020) melaksanakan pengajian mingguan di Masjid Al-Huffad, Dusun Toktuk, Desa Muntei. Pada kesempatan ini Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustad Ramdhani Saadillah, melanjutkan pembahasan tentang adab dan tuntunan aktivitas sehari-hari dalam Islam.

“Panduan aktivitas keseharian dalam Islam itu merupakan cerminan aktivitas Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Maka ketika kita melakukan adab-adab yang diajarkan Islam, sebenarnya kita sedang berusaha mencontoh dan meneladani Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ,” ujar Da’i Mualaf Center BAZNAS.

Setelah di pertemuan sebelumnya membahas adab tidur, kali ini Da’i membahas tentang adab makan. Seperti membaca basmalah sebelum makan, doa ketika lupa tidak baca basmalah sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tidak mencela makanan, tidak terlalu kenyang saat makan dan sebagainya. Da’i juga menjelaskan beserta dalil atau hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang berkaitan dengan adab makan.

Selepas penyampaian materi para mualaf diberikan kesempatan untuk bertanya. Salah satunya dari Apriyani, “Apakah adab makan ini hanya berlaku untuk makan besar (makam nasi) atau juga makan cemilan? Kebiasaan saya biasanya kalo makan besar pakai tangan kanan, kalo cemilan pakai tangan kiri karena tangan kanan sedang sibuk pegang yang lain,” tanyanya.

Da’i menjelaskan bahwa adab makan ini berlaku untuk semua jenis makan. Walaupun yang dimakan adalah makanan kecil, tetap harus dengan tangan kanan, juga tetap dianjurkan mengucap basmalah serta adab-adab lainnya.

“Bolehkah kita membantu saudara kita yang non muslim masak untuk hajatan?” tanya Anjelika Wati seusai pemaparan Ustadz Ramdhani dalam menjawab pertanyaan Apriani.

Da’i Mualaf Center BAZNAS menjelaskan bahwa dalam hal muamalah, tolong menolong dengan non muslim dalam aktivitas dunia adalah hal yang diperbolehkan. Adapun, dalam hal ibadah, atau ritual maka terlarang bagi kita untuk ikut-ikutan. Membantu memasak itu bagian dari urusan dunia maka diperbolehkan tolong menolong asalkan makanan yang dimasak adalah sesuatu yang halal dzatnya.

Mualaf Dusun Otobasa Ikuti Kajian Mingguan BAZNAS

Pada Jum’at (23/10/2020) pembinaan mualaf mingguan kembali dilaksanakan di Masjid Jabal Nur, Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang , Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.  Pada hari ini terdapat tiga kelompok yang akan dibina oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Asep Ma’sum, diwaktu yang berbeda.

Pengelompokkan ini dilakukan Da’i Mualaf Center BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas keilmuan mualaf teutama dalam membaca Al-Qur’an. Adapun tiga kelompok yaitu, pertama kelompok bapak-bapak yang dilaksanakan setiap ba’da Jum’at hingga pukul 14.00 WIB di Masjid Jabal Nur dengan kehadiran sebanyak sepuluh orang. Kedua, kelompok ibu-ibu Dusun Otobasa dilaksanakan seusai pembinaan kelompok bapak-bapak hingga menjelang waktu Ashar ditempat yang sama dengan jumlah kehadiran sebanyak empat belas orang. Ketiga, kelompok ibu-ibu Dusun Karatop yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB di Rumah Vanesa dengan kehadiran binaan mualaf sebanyak delapan orang.

Sebelum penyampaian materi tausyiah setiap mualaf wajib menyetorkan bacaan Iqro kepada Da’i Mualaf Center BAZNAS. Setelah selesai seluruh binaan menyetorkan bacaan iqro Ustadz Asep Ma’sum membahas tema tentang bergegas tapi tidak terburu-Buru.

Proses Setoran Iqro Mualaf kepada Mualaf yang Ditunjuk Da’i Untuk Menerima Setoran

“Setiap hari kita harus bergegas, mengatur, dan menyempatkan waktu untuk membaca Iqro supaya bacaan Iqro yang telah dipelajari tidak mudah lupa dan bisa dibaca bersama istri dan anak. Jangan malu walaupun belajar dengan anak sendiri,” ujar Da’i saat menyampaikan materi.

Da’i Mualaf Center BAZNAS berharap semoga Allah SWT mudahkan tiap langkah para mualaf di Dusun Otobasa dan umumnya di seluruh penjuru negeri agar diistiqomahkan dalam menapaki jalan menuntut ilmu dengan ikhlas dan berkah sampai menjadi muslim yang kaffah.