Semangat Wahyu untuk Belajar Iqro Bersama Dai BAZNAS

Cuaca hujan yang belakangan ini terjadi tak menyurutkan semangat anak-anak mualaf Baduy untuk mengikuti pengajian bersama Ustaz Rendi Saputra Dai Mualaf Center BAZNAS. Anak-anak mualaf ini antusias hadir di Masjid Al-Inabah Kampung Sukatani, Desa Jalupang Mulya, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Banten, untuk mengikuti pengajian rutin Iqro dan Al-Qur’an Sabtu (20/2).

Salah satu anak tersebut adalah Wahyu (9) kelas 3 SD. Anak dari pasangan Bapak Anang Wahyudi (38) dan Ibu Atmawati (34) harus menempuh perjalanan selama 15 menit dengan berjalan kaki untuk bisa sampai ke masjid Al-Inabah tempat biasa anak-anak mualaf Baduy Kampung Sukatani mengaji.

“Semenjak pertama belajar Iqro bersama kami, Wahyu memulainya di Iqro 1, Alhamdulillah sampai saat ini Wahyu sudah bisa mencapai Iqro 3 halaman 6.” ujar Ustaz Rendi.

Meskipun dalam proses belajarnya kerap mengalami kendala dalam membaca huruf-huruf latin. Wahyu bersama teman-temannya selalu berusaha untuk terus belajar dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh Dai.

“Dalam belajar Iqro Wahyu sering ada pengulangan tapi dia tidak menyerah, begitu juga dalam memahami pelajaran yang disampaikan Dai, meskipun dalam proses belajarnya kerap mengalami kendala dalam membaca huruf-huruf latin, Wahyu bersama teman-temannya selalu berusaha untuk terus belajar dan memahaminya.” kata Ustaz Rendi.

Pengajian anak-anak diskhiri dengan pembacaan Surah Al-Kafirun dan Surah Al-Insyirah. Kita doakan bersama semoga anak-anak mualf Baduy ini terkhusus Wahyu diberikan kemudahan dalam proses belajar Al Qur’an serta diberikan keistiqomahan dalam menjalaninya aamiin.

Dukungan dan Semangat untuk Dai BAZNAS dalam Berdakwah

Warga mualaf Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat kedatangan tamu yang spesial, beliau adalah Ustaz Alpan asal Mempawah.

Beliau merupakan salah satu dai yang pertama masuk berdakwah di Dusun Otobasa. Beliau juga merupakan penggerak Gerakan Cinta Masjid (GCM) dan pembina beberapa majelis ta’lim di Mempawah.

Didampingi Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) Ustaz Asep Ma’sum, Ustaz Alpan becerita tentang cita-citanya pertama kali beliau masuk berdakwah di Otobasa.

“Dahulu saya punya mimpi ingin berdakwah dan mengenalkan Islam kepada warga Otobasa, Alhamdulillah berkat usaha, doa dan izin Allah SWT dakwah saya bisa diterima oleh warga di sini, sehingga akhirnya ada beberapa orang menjadi mualaf,” tutur Ustaz Alpan, Kamis (18/2).

Tahun 2001 Ustaz Alpan merupakan pendiri Masjid Jabal Nur Otobasa yang sekarang digunakan untuk sarana ibadah dan aktivitas pembinaan oleh mualaf Otobasa.

Ustaz Alpan berpesan kepada warga mualaf Otobasa untuk senantiasa semangat dan rajin dalam mengikuti kegiatan pembinaan yang diadakan oleh Mualaf Center BAZNAS melalui Ustaz Asep Ma’sum.

“Saya berpesan kepada mualaf Dusun Otobasa untuk selalu memakmurkan masjid Jabal Nur ini dengan aktivitas ibadah dan  selalu semangat dan rajin dalam mengikuti kegiatan pembinaan yang dibimbing oleh Ustaz Asep,” ujar Ustaz Alpan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mualaf Center BAZNAS yang sudah menyelenggarakan program pembinaan kepada mualaf Otobasa, sekaligus berpesan kepada Ustadz Asep selaku Dai BAZNAS  agar senantiasa bersabar dalam dakwah.” tambahnya.

Dalam kunjungannya kali ini Ustaz Alpan membawa sapi yang akan disembelih di Dusun Otobasa untuk dibagikan kepada para warga mualaf. Sudah menjadi kebiasaan setiap tahun beliau suka berkunjung ke Masjid Jabal Nur dalam rangka menyakurkan bantuan dari jamaah majlis taklim  dan dari beberapa pihak muhsinin untuk disalurkan kepada warga mualaf di Dusun Otobasa.

Da’i BAZNAS Sampaikan Pentingnya Pelajari Al-Qur’an kepada Mualaf Mentawai

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup untuk umat manusia. Bagi seorang muslim, mempelajarinya merupakan suatu keharusan karena akan menjadi petunjuk jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan pengajian mingguan ibu-ibu mualaf di Masjid Al-Huffazh, Dusun Puro II, Desa Muntei pada Rabu (17/2), Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustadz Ramdhani Sa’adillah memberikan penjelasan tentang pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan.

Da’i menekankan pentingnya belajar Al-Qur’an untuk setiap muslim, baik muslim sejak lahir, maupun mualaf. Karena pentingnya belajar Al-Qur’an, Rasulullah menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Di samping itu, Da’i pun menjelaskan kepada para mualaf bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, terlebih belajar Al-Qur’an.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Walaupun ibu-ibu semua sudah pada usia yang tidak lagi muda, tetap masih ada kesempatan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar. Maka jangan merasa malu dan minder. Insya Allah walaupun sedikit demi sedikit, jika dilakukan dengan kesungguhan akan mendapat hasil yang maksimal.” ujar Ustaz Ramdhani.

Selepas menjelaskan tentang keutamaan Al-Qur’an dan mempelajarinya, Da’i membimbing satu persatu ibu-ibu mualaf untuk belajar Al-Qur’an melalui buku Iqro. Mereka dibimbing Iqra sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Salah satu, mualaf yang baru bergabung akhir-akhir ini dalam pembinaan, Susti Herlinda menyatakan kesannya belajar membaca Iqra untuk pertama kalinya,

“Ini pertama kalinya saya memegang buku Iqra dan belajar dengan buku ini. Tadinya saya malu takut nggak bisa, karena di antara peserta pengajian hanya saya yang belum pernah pakai buku iqro. Tapi, Alhamdulillah Pak Ustaz membimbing dengan baik sehingga hari ini saya bisa tahu 3 huruf.” ujar Susti.

Mudah-mudahan, kegiatan pembinaan ini bisa menjadi wasilah para mualaf semakin dekat dengan Al-Qur’an, semangat mempelajari dan mengamalkannya.

Semangat Mualaf Binaan BAZNAS di Mentawai dalam Menghafal Al-Qur’an

Ibu-ibu mualaf di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sudah satu tahun dibina oleh Mualaf Center BAZNAS. Setelah mendapatkan pembinaan dari Mualaf Center BAZNAS, mualaf binaan sudah menunjukan perkembangan yang baik dalam pemahaman dan kemampuan ibadah. Para mualaf tersebut pada umumnya sudah bisa melakukan praktik salat, baik dari segi bacaan maupun gerakan.

Meski demikian, bukan berarti pembinaan berhenti begitu saja, para mualaf masih terus dipantau kecakapannya dalam agama. Selain kemampuan salat, mereka mulai belajar mengenal huruf hijaiyah melalui belajar Iqro juga dibimbing agar bisa hafal surat-surat pendek dalam Al-Qur’an.

Seperti yang dilakukan oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustaz Ramdani Saadillah di Masjid Taqwa Desa Maileppet pada hari Senin (15/2). Para mualaf dibimbing menghafal surat-surat pendek dimulai dari Surah An-Naas. Mereka pada umumnya baru hafal surah Al-Ikhlas karena surat itulah yang pertama diajarkan saat belajar bacaan salat.

Proses menghafal surat dilakukan menggunakan metode talaqqi, di mana Da’i membaca ayat dan para mualaf mengikuti ayat demi ayat. Para mualaf merasa senang menghafal walaupun merasa kesulitan.

“Alhamdulillah, kami senang bisa menambah hafalan Qur’an walaupun kesulitan. Nanti saat salat kami bisa membaca surat setelah Al-Fatihah selain dari Surat Al-Ikhlas,” ujar mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS, Rostina.

Selepas menghafal bersama Surah An-Naas, proses pembinaan dilanjutkan dengan melanjutkan belajar Al-Qur’an dengan metode Iqro.

“Para mualaf maju satu per satu untuk melanjutkan bacaan di buku Iqronya. Ada yang masih Iqro 1 dan ada juga yang sudah Iqro 2.” ujar Ustaz Ramdhani. “Mudah-mudahan kegiatan pembinaan ini dapat meningkatkan kapasitas mualaf dalam bidang mengaji Al-Qur’an, baik dari segi bacaan maupun hafalan.” tambahnya.

Sibuk Bertani, Misnah Tak Kenal Lelah Belajar Iqro Bersama Da’i BAZNAS

Misnah (45) merupakan mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS di Kampung Sukatani Desa Jalupang Mulya Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Saat pertama mengaji bersama Da’i Mualaf Center BAZNAS pada bulan Juli 2020, Misnah mulai dari Iqro 2 dan saat ini Misnah sudah mencapai Iqro 6 halaman 15.

Menurut penilaian Dai Mualaf Center BAZNAS bacaan Al-Quran Misnah belum sebagus bacaan orang pada umumnya, namun sampai saat ini bacaan Misnah merupakan salah satu mualaf binaan yang terbaik.

Aktivitas padat sebagai seorang petani bersama suaminya, Arkasan (51), tidak membuatnya lelah untuk senantiasa belajar mengaji Iqro. Misnah dan Arkasan yang sama-sama mualaf kini beliau dikaruniai 3 anak yang  terus dibina agar menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Misnah belajar Iqro dan Al-Qur’an bersama ibu-ibu lainya di Kampung Sukatani yang rutin dilaksanakan Da’i Mualaf Center BAZNAS, pengajian rutin dilaksanakan di Saung Pangaosan Kampung Sukatani Desa Jalupang Mulya Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

“Alhamdulillah di tengah cuaca hujan ibu-ibu masih semangat untuk melaksanakan pengajian, kita doakan bersama semoga ibu-ibu pengajian khususnya ibu Misnah diberikan kemudahan dalam proses belajar Al-Qur’an serta diberikan keistiqomahan dalam menjalaninya,” kata Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustaz Rendi Saputra.