BAZNAS Gelar Kajian Bulanan dan Distribusi Bantuan Sembako untuk Mualaf di Otobasa

Mualaf Center BAZNAS menggelar kajian bulanan di Masjid Jabal Nur, Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jum’at (20/11/2020). Da’i Mualaf Center BAZNAS mengundang Penyuluh Agama Islam di Wilayah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Ustad Sugeung Iwanudin S.Pd.I, untuk menjadi narasumber pada kegiatan tersebut. Sebanyak 55 binaan baik orang tua dan anak-anak mualaf menghadiri kajian dan menerima paket basic need seusai kajian bulanan dilaksanakan.

Ust Sugeung Sampaikan Materi Pembinaan Pada Kajian Bulanan Mualaf Center BAZNAS Dusun Otobasa

Tema yang diangkat pada kegiatan yang dilaksanakan sebulan sekali tersebut membahas terkait tadabur ayat suci Al-Qur’an yaitu QS. Ali Imran ayat 14

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” 

Pembinaan mualaf dimulai tepat pukul 13.00 WIB setelah menyelesaikan sholat Jum’at hingga pukul 14.00 WIB. Sebelum Ustad Sugeung menyampaikan kajiannya, Mardianus, salah satu mualaf binaan membacakan ayat tersebut di hadapan para mualaf lainnya sebagai contoh untuk mualaf binaan lainnya agar tetap terus semangat dalam belajar membaca Al-Qur’an.

Binaan Mualaf, Mardinus, Bacakan Ayat Al-Qur’an Pada Pembukaan Kajian Bulanan Mualaf Center BAZNAS Dusun Otobasa

Jangan sampai kecintaan kita kepada anak, istri, dan harta benda serta segala apa yang kita miliki melupakan kewajiban kita kepada  Allah SWT, sebab mereka semua hanya titipan maka jadikan semuanya sesuai dengan apa yang Allah SWT inginkan,” terang Ustad Sugeung membuka penjelasan materi tadabur ayat.

Diakhir sesi kajian beberapa mualaf antusias untuk bertanya.

 Pak ustadz lebih utama mana sedekah kepada orang Islam atau sedekah kepada non Islam?,” tanya Arianty kepada Ustaz Sugeung pada sesi tanya jawab berlangsung.

Menanggapi pertanyaan tersebut Ustad Sugeung menjelaskan bahwa hal tersebut perlu dirinci, perlu dilihat siapa yang lebih membutuhkan. Jika keadaan saudara muslim tidak terlalu membutuhkan kemudian tetangga kita yang non Islam memang sangat-sangat membutuhkan maka yang utama memberi sedekah kepada non Islam. Hal tersebut merupakan salah satu ladang dakwah sehingga  sebab diberikannya bantuan sedekah ia mendapatkan hidayah Allah SWT. wallahu a’lam.

Pak ustad apa boleh kita bersedekah kepada orang yang miskin nya dibuat-buat seperti orang itu pemalas, misalnya suka judi, pemabuk dan lain-lain?,” tanya Alpian menyambung pertanyaan.

Menurut Ustadz Sugeung bahwa memberikan sedekah kepada orang tersebut merupakan hal yang dibolehkan. Namun, ia menyarankan jangan sedekah langsung memberi uang  tetapi diberikan kail seumpama dengan mengajak orang tersebut bekerja. Selain itu, berikan nasihat  karena nasihat juga merupakan sedekah.

Da’i Mualaf Center BAZNAS Bagikan Paket Basic Need Kepada Binaan Mualaf Dusun Otobasa

Setelah kajian selesai para mualaf diberikan paket sembako sebanyak 36 paket kepada mereka yang rajin dan aktif dalam mengikuti pembinaan. Hal ini dilakukan untuk membantu para mualaf sekaligus memberikan apresiasi agar tetap semangat dan istiqomah dalam meningkatkan kualitas dirinya menjadi muslim dan muslimah yang dekat dengan Allah SWT.

Da’i BAZNAS Bimbing Mualaf Binaan Hafalkan Surat Al-Fatihah

Mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS menjalani kajian rutin mingguan yang dilaksanakan di Masjid Jabal Nur, Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Pada Jum’at (13/11/2020).

Sebelumnya rutinitas Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Asep Ma’sum, menjadi khatib di Masjid Jabal Nur. Dalam khutbahnya disampaikan mengenai keutamaan hari Jum’at serta anjuran memperbanyak sholawat  di hari tersebut sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda :

“Sesungguhnya diantara hari kalian yang paling mulia adalah hari Jum’at , maka perbanyaklah kepadaku membaca sholawat dihari Jum’at, karena sesungguhnya sholawat kalian ditampakkan kepadaku”

Setelah selesai melaksanakan sholat Jum’at, dilanjutkan dengan program pembinaan mualaf mingguan yang di hadiri oleh empat belas orang bapak-bapak mualaf pada pukul 13.00 WIB dan sebelas orang Ibu-ibu pada pukul 14.00 WIB sampai asar dan sepuluh orang ibu-ibu di Rumah Vanesa ba’da Ashar.

Pembinaan Mualaf BAZNAS di Rumah Vanesa Dusun Otobasa

Kajian diawali membaca iqro yang disetorkan kepada mentor masing-masing kelompok dan dilanjutkan dengan kajian Mualaf Center BAZNAS oleh Ustadz Asep Ma’sum.

Dalam kajian ini Ustadz Asep membimbing mualaf agar bisa menghapal dan mengucapkan Surat Al-Fatihah dengan baik dan benar.

Satu persatu mualaf di tuntun untuk mengucapkan setiap ayat surat Al-Fatihah. Salah satunya Mikael yang memberanikan diri membacakan QS. Al-fatihah dari ayat 1 sampai 4.

Diakhir kajian Mikael juga bertanya mengenai hukum berobat minta air doa yang dibacakan Al-Fatihah kepada orang sholih atau ulama.

Boleh karena ini sebagai ikhtiar yang masih diperbolehkan, sebab surat Al-fatihah juga disebut dengan As-Syifa (obat ) dan Ar-Aruqyah tetapi tetap kita harus meyakini bahwa yang menyembuhkan penyakit adalah Allah SWT. wallahu a’lam” ujar Da’i Mualaf Center BAZNAS menjawab pertanyaan Mikael.

BAZNAS Tingkatkan Pemahaman Iqro dan Hafalan Doa Harian untuk Mualaf di Lebak

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) Kampung Mualaf Sukatani, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten gelar pembinaan mingguan yang dilaksanakan pada hari Rabu (07/11/2020). Pembinaan dihadiri oleh sepuluh orang binaan mualaf dan dimulai tepat pukul 18.30 WIB.

Agenda pertama yang dilakukan binaan mualaf bersama Dai Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Rendi Saputra, yaitu menghafal surat-surat pendek dari QS. Al-Fatihah hingga QS. Al-Kautsar. Selanjutnya, pengajian Iqro dikelompokkan berdasarkan level kemampuan membaca masing-masing binaan. Kemudian membaca doa-doa harian sebagai penutup materi pembinaan. 

Antusias ibu-ibu dalam melakukan pengajian terlihat dari awal hingga akhir pengajian. Meski sudah malam melewati berbagai aktivitas binaan mualaf berusaha untuk menghadiri pengajian untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Selesai pengajian, Da’i mengajak seluruh binaan untuk terlebih dahulu melaksanakan shalat Isya berjamaah. Hal tersebut dilaksanakan untuk menghindari ibu-ibu mualaf langsung tertidur sesampainya di rumah sebab cukup banyaknya aktivitas yang dilakukan hingga menjelang malam.

“ibu-ibu sataacan uih hayu utang sami-sami Shalat berjamaah heula,” ujar Ustadz Rendi.

“Alhamdulillah, semoga para jamaah diberikan keistiqomahan untuk selalu mengikuti pembinaan, dan meningkatkan kualitas para jamaah dalam pembinaan aamiin,” sambungnya.

Semangat Mualaf Binaan BAZNAS Menjadi Imam Sholat

Shalat wajib berjamaah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi orang Islam karena terdapat sejumlah keutamaan yang didapat dari shalat berjamaah daripada shalat sendirian. Jumlah minimal dalam sholat berjamaah adalah dua orang. Satu orang menjadi imamnya, dan orang satunya menjadi makmum.

Syarat-syarat yang berhak menjadi imam shalat berjamaah diantaranya yaitu laki-laki, adil, dan faqih. Jadi, tidak sah wanita menjadi imam bagi laki-laki. Wanita boleh menjadi imam bagi jamaah wanita atau anak-anak. Kemudian orang yang paling berhak menjadi imam adalah orang yang paling ahli tentang Al-Qur’an, kemudian paling tahu tentang agama Allah, kemudian orang yang paling besar ketakwaannya. Selanjutnya, orang yang paling tua usianya, karena Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Orang yang berhak mengimami manusia ialah orang yang paling tahu (qari) tentang kitabullah. Jika bacaan mereka sama, maka siapa yang paling tahu tentang sunah. Jika pengetahuan mereka terhadap sunah sama saja, maka siapa di antara mereka yang paling dulu hijrah. Jika hijrah mereka sama, maka siapa di antara mereka yang paling tua usianya.” (HR Muslim).

Semenjak mendapatkan pembinaan di Rumah Dakwah Baznas (RDB) para mualaf dibiasakan untuk belajar menjadi imam shalat agar dapat melatih dirinya untuk bermental pemimpin, pun hafalan Qur’an yang dimilikinya dapat terjaga  serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya.

“Di RDB kami menjadwalkan kepada setiap mualaf yang sudah dewasa untuk menjadi imam sholat berjamaah untuk mengaplikasikan hafalan Qur’annya dan melatih rasa percaya diri”. Ujar Awwalin pendamping RDB Kamis (8/11/2020).

Hafizah (12 tahun), salah satu mualaf di RDB selalu semangat saat mendapat jadwal menjadi imam sholat berjamaah di RDB.

“Awalnya deg-degan jadi imam shalat, tapi karena terbiasa deg-degannya perlahan berkurang. Percaya diri saja kalau dapat giliran jadi imam sholat, Alhamdulillah sudah banyak hafalan surat yang dihafal dari sebelumnya.” Ujar Hafizah kepada Pendamping RDB.

Mualaf Binaan BAZNAS Teladani Rosul dalam Metode Mendidik Anak

Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan kegiatan kajian bulanan untuk para mualaf binaan di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, pada Kamis (29/10/2020). Kajian ini diselenggarakan di Madrasah Diniyah Awwaliyah Desa Tuva dan dihadiri oleh 23 Kepala Keluarga (KK).

Suasana pengajian bulanan mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS di Madrasah Diniyah Awwaliyah Desa Tuva

Materi yang disampaikan pada pengajian bulanan kali ini merujuk pada buku Rasulullah Sang Guru tentang “Meneladani Metode & Karakteristik Nabi SAW dalam Mengajar” yang disampaikan oleh Ustadz Faisal dari Ma’had ‘Aly Hidayatul Qur’an.

“Rasulullah SAW adalah sosok edukator/pendidik yang terkadang memberi metode pembelajaran dengan memberi nasihat dan peringatan, dimana banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari nasihat-nasihat beliau.” Ujar ustadz Faisal

Dalam penyampaiannya Ustadz Faisal mengutip firman Allah SWT:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat : 55)

Pendistribusian Basic Need (kebutuhan pokok) kepada mualaf binaan Desa Tuva

Diakhir kajian Mualaf Center BAZNAS juga medistribusikan bahan kebutuhan pokok kepada mualaf di Desa Tuva. Program paket ini tidak hanya sekedar bertujuan membantu kebutuhan pangan mualaf, melainkan menjadi bentuk syiar dakwah yang berprinsip saling tolong menolong antar sesama muslim.

Pada kesempatan yang lain di Kampung Mualaf Desa Padende Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, Mualaf Center BAZNAS (MCB) juga melaksanakan kegiatan kajian mingguan untuk para mualaf binaannya Ahad (25/10/2020). Pembinaan dilaksanakan di masjid Mohammed Padende, dan dihadiri 17 Kepala Keluarga (KK). Mualaf mendalami materi keislaman mengenai fikih thaharah yang disertai praktik dan dipandu langsung oleh Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustdaz Candra.

Suasana pengajian mingguan mualaf binaan di Masjid Muhamed kampung mualaf Desa Padende

Selain itu juga Da’i memotivasi mualaf kampung mualaf Padende untuk terus belajar. Diharapkan para mualaf kedepannya selalu bersemangat dalam setiap kegiatan pembinaan.

“Kami berharap mualaf yang berada di kampung mualaf Padende ini untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengikuti kegiatan pembinaan supaya bisa menambah pemahaman keislaman,” ujar Ustadz Candra.