Listrik Menyala, Harapan Masyarakat Binaan Baznas Terjawab

Pelalawan – Kegembiraan menyelimuti masyarakat binaan Mualaf Center Baznas (MCB) di Dusun Tanjung Medan, Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau,  Senin (9/3).  Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya Dusun Tanjung Medan menikmati suasana terang.

Hal itu seusai dipasangnya aliran listrik di Mushola Al-Hidayah hasil kerja sama Da’i MCB dan para ustaz lainnya bersama tokoh masyarakat yang ada serta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kecamatan Kuala Kampar.

Hal menggembirakan  ini berawal dari kabar yang diterima bahwa Bupati Pelalawan,  HM Harris telah meresmikan penggunaan listrik 24 jam di tiga desa, Kecamatan Teluk Meranti,  Selasa (4/2). Dai  MCB kemudian mencari informasi lanjutan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sehingga,  akhirnya perjuangan bersama itu berbuah hasil.

“Masyarakat Desa Teluk Dalam hanya dapat menikmati aliran listrik dari genset yang ada di Mushollah Al Hidayah dari pukul 17.00-22.00, selain di waktu itu masyarakat hanya memanfaatkan penerangan dari lentera jika diperlukan,” terang Dai MCB  mengenai kondisi masyarakat desa.

Tersedianya fasilitas listrik merupakan salah satu faktor yang mendukung untuk membentuk sumber daya manusia (SDM)  yang berkualitas. Di era globalisasi di mana arus informasi begitu deras melalui kanal daring mereka yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut menjadi tertinggal akan kebutuhan informasi dan pengetahuan.

Mushola Al-Hidayah sebagai salah satu tempat pembinaan MCB tentunya akan lebih maksimal dalam memanfaatkan kehadiran listrik salah satunya dengan mendukung program pemerintah Kabupaten Pelalawan yaitu dengan melaksanakan maghrib mengaji.

Bupati Pelalawan mengajak masyarakat bersyukur atas hadirnya listrik. “Kami juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk tetap melaksanakan program Magrib Mengaji, agar generasi muda harapan kita dapat berkualitas,” imbuhnya yang dikutip melalui laman halloriau.com.

Selaras dengan tujuan Maghrib Mengaji, program pembinaan MCB  di Pulau Mendol diharapkan dapat menjadikan masyarakat menjadi Muslim dan Muslimah kaffah sehingga memiliki akhlak yang baik dan menjadi salah  generasi yang berkualitas bagi bangsa dan agamanya.

Pihak MCB pusat mengapresiasi kinerja dai dalam membantu mengadvokasi dan mengkoordinasikan elemen masyarakat untuk merealisasikan fasilitas listrik di daerah titik lokasi pembinaan. Sebagaimana gambaran dai MCB yang jeli terhadap permasalahan sekitar untuk menjadi salah satu pionir penyelesaian masalah. Sesuai dengan pengertian dakwah yang tidak hanya melingkupi aspek ibadah melainkan juga aspek sosial sehingga dirasakan manfaat adanya kebaikan Islam dari akhlak seorang Muslim.

BAZNAS Edukasi Mualaf Binaan Pahami Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengadakan pembinaan mualaf di Dusun Bambaloku, Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Pembinaan mualaf ini disampaikan oleh Da’i MCB, Ardi Marinda, dengan materi belajar memahami keutamaan dari bulan suci Ramadhan 1441 H.

Pada kesempatan ini Da’i MCB, Ardi menjelaskan bahwa kehadirannya adalah untuk mengingatkan kepada para mualaf Suku Ta’ Wana pedalaman Bambaloku untuk selalu menjaga iman dalam Islam dan memperbaiki niat karena Allah SWT dalam beraktivitas atau bekerja untuk mendapatkan pahala.

“Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, penuh dengan rahmat dan ampunan serta dilipat gandakan pahala oleh Allah kepada orang-orang yang berpuasa dan melakukan kebaikan di bulan ramadahan,” ujar Ardi.

Ardi menambahkan bagi seorang muslim penting untuk menjaga kebersihan dan silaturrahim dengan siapa saja. Salah satunya ketika hendak memasuki bulan suci Ramadhan. Kebersihan dan menjaga ukhuwah atau silaturrahim adalah perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW di dalam agama Islam.

Da’i MCB, Ardi menekankan kepada para mualaf bahwa setiap orang yang telah menjadi muslim wajib untuk memahami keutamaan bulan Ramadhan. Selain itu wajib juga untuk melaksanakannya bagi mereka yang tidak memiliki udzur syar’i atau sesuatu yang di larang dalam Islam untuk tidak berpuasa pada bulan ramadhan.

“Berpuasa di bulan ramadhan termaksud rukun Islam yang harus di jalankan sebagai seorang muslim yang telah menginjak usia balig,” jelasnya.

Aktivitas mualaf Suku Ta’ Wana umumnya pada pagi hari sampai sore hari adalah berladang. Mereka berada di kebun untuk menanam padi ladang ketika musim hujan dan kembali ke rumah atau pemukiman yang berada di Bambaloku ketika sudah dekat waktu Magrib atau pukul 17.30 WITA. Padi ladang yang ditanam adalah makanan pokok jangka panjang Suku Ta’ Wana karena jauhnya perjalanan ke desa untuk membeli beras dan menyambung kehidupan mualaf pedalaman Bambaloku.

BAZNAS Bekali Mualaf Binaan di Mentawai Sejarah Isra’ Mi’raj

Mualaf Center BAZNAS kembali melaksanakan kajian rutin bulanan untuk seluruh mualaf binaan di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat pada hari Minggu (15/3/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Taqwa Maileppet dan dihadiri oleh mualaf binaan BAZNAS dari tiga desa, Desa Maileppet, Desa Muntei dan Desa Muara Siberut.

Tema yang diangkat pada kajian ini yaitu tentang Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. yang disampaikan oleh dua pemateri, yakni Ustadz Mahmud Ismail, S.Kom.I. yang merupakan Da’i Dewan Dakwah dan Ustadz M. Hanafi, S.Pd.I. sebagai Da’i AMCF.

Ustadz Mahmud menjelaskan latar belakang dan sejarah terjadinya peristiwa Isra dan Mi’raj, serta kewajiban setiap orang Islam untuk meyakini dan mengimaninya. Selain itu, Ustadz Mahmud juga mengajak seluruh mualaf binaan untuk sama-sama memahami dan menjadikan peristiwa ini sebagai sesuatu yang penting yang perlu diketahui.

Suasana kajian saat binaan mualaf BAZNAS menyimak materi dari narasumber.

Adapun Ustadz Hanafi membahas tentang tujuan akhir dari peristiwa Isra dan Mi’raj, yakni kewajiban melaksanakan ibadah shalat. “Karena sangat pentingnya shalat, ia langsung diperintahkan Allah tanpa perantara saat berjumpa Nabi Muhammad di Sidratul Muntaha.” Ujar Ustadz Hanafi.

Pada kesempatan tersebut Ustadz Hanafi mengajak kepada seluruh mualaf agar semakin serius dalam menjaga shalat. Karena shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat nanti, baik buruknya amal manusia tergantung bagaimana dia shalatnya.

Pada sesi tanya jawab, ada banyak pertanyaan yang muncul. Salah satunya dari Eti Mariani (39), “Jujur, saya belum dapat menjaga shalat 5 waktu, kadan cuma satu atau dua waktu bahkan sering sekali ditinggalkan. Lalu apa hukuman buat saya jika seperti itu?”

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ustadz Mahmud, dengan membacakan hadits,

من ترك الصلاة متعمدا فقد كفر

Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka dia kafir.

“Sehingga harus dilihat dulu apakah ibu meninggalkan shalat secara sengaja atau tidak sengaja. Kalau sengaja maka harus segera bertaubat kepada Allah dan berjanji tidak mengulangi lagi, sedangkan kalau tidak sengaja maka Allah memakluminya,” jelas Ustadz Mahmud.

Selain itu ada pertanyaan menarik juga dari Roberta, “Ustadz, kan tadi kata Ustadz bahwa saat Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad bertemu langsung melihat Allah di langit ketujuh, apakah Nabi Muhammad pernah menceritakan bagaimana bentuk Allah?”

Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Mahmud, bahwasanya yang dimaksud Nabi Muhammad langsung melihat Allah itu apakah dalam makna sebenarnya melihat atau hanya bertemu saja tanpa melihat. Itu ada perbedaan pendapat atau ikhtilaf. Dan Nabi Muhammad pun tidak pernah menceritakan bagaimana bentuk Allah SWT.

Kajian bulanan ini diharap dapat meningkatkan pengetahuan para mualaf tentang sejarah Isra Mi’raj serta bisa mengambil hikmah dari salah satu peristiwa agung tersebut.

Mualaf Otobasa Binaan BAZNAS Sempurnakan Ilmu Tata Cara Berwudu

Da’i Mualaf Center BAZNAS pada Jum’at (28/02) melaksanakan pembinaan mualaf di Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Pahauman Kab. Landak kalimantan Barat. Pembinaan demi pembinaan telah terlaksana di Dusun Otobasa dengan dilengkapi materi-materi teoritis maupun praktis.

Pada pembinaan kali ini Da’i MCB mencoba mengulang materi yang dulu telah disampaikan kepada mualaf di Dusun Otobasa. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan dan menguatkan kembali para mualaf dalam memahami ajaran agama Islam terutama masalah pokok seperti Berwudu. Hal tersebut dikarenakan ada sebagian mualaf yang terkadang lupa mengenai urutan anggota wudu.

Sebagai dasar penguat pemahaman para mualaf mengenai materi wudhu mereka diajak memahami QS. Al-Maidah ayat 6 tentang perintah berwudhu ketika mendirikan Sholat. Allah swt berfirman :

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُوا۟ وُجُوهَكُمۡ وَأَیۡدِیَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَیۡنِۚ …….الخ)

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan , maka jika kamu tidak memperoleh air, bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur”

Dalam pembinaan, Rio seorang remaja Mualaf diminta membaca terjemah Surat Al-Maidah ayat 6 untuk diperdengarkan kepada para mualaf yang lain dengan tujuan para mualaf mendengar langsung firman Allah yang berkaitan dengan anggota wudhu yang wajib di basuh dengan urutannya.

Da’i MCB menuliskan urutan berwudu di papan tulis mulai dari urutan anggota wudu yang sunnah di basuh sampai urutan wudhu yang wajib dibasuh. Para Mualaf pun sama-sama mulai menghapal kembali anggota wudu dengan seksama sesuai dengan apa yang diperagakan Da’i. 

AM

BAZNAS Gelar Kajian Pemuda Siapkan Generasi EMAS Bangsa

Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengadakan program kepemudaan yaitu Tea and Talk pada Sabtu (29/2) di Musholla Al-muhajirin, Desa Warakas, Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan yang bertema “Apakah Kegundahanmu Wahai Pemuda” di buka dengan penyerahan simbolisasi Al-quran, Iqro, dan buku bacaan Islami dari BAZNAS untuk warga Warakas dalam mendukung agenda pemerintah provinsi yaitu maghrib mengaji.

Penyerahan Al-Qur’an, Iqro dan buku bacaan Islami anak dari MCB kepada Ketua RW 12

Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa yaitu ketua RW 13 dan 12 Warakas, sekaligus dihadiri oleh perwakilan dari kelurahan Warakas yakni Novitasari selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat. Masyarakat sekitar pun hadir tidak hanya dari kalangan pemuda melainkan dari balita hingga kalangan orang tua dan lansia pun turut meramaikan acara tersebut.

Suasana Kegiatan Tea and Talk yang dihadiri oleh anak-anak, pemuda, dan orang tua

Dilatarbelakangi permasalahan kepemudaan di Warakas, Tanjung Priok, kegiatan Tea and Talk dilaksanakan sebab adanya penyimpangan sosial dalam aktivitas pemuda pemudinya.

“Pemuda disini banyak diantaranya menggunakan narkoba, termasuk diantara peserta diskusi,” jelas Ketua Yayasan Relasi, Ujang.

Diisi oleh Gereget Kalla Buana, Islamic Finance Specialist UNDP, Gereget dianggap sebagai sosok pemuda memberikan motivasi untuk para pemuda Warakas agar lepas dari kegiatan negatif dan mengambil bagian dalam kegiatan positif di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya pemuda generasi EMAS yang merupakan kepanjangan dari Egaliter, Multi Talenta, Aktif, dan Spiritual merupakan gambaran pemuda calon pemimpin masa depan. Kepanjangan tersebut harus dimiliki pemuda agar dapat menjadi salah satu bagian dari solusi dari berbagai macam masalah yang ada disekitarnya.

Hidayat, salah satu pemuda Warakas memaparkan harapannya agar BAZNAS dapat mengadakan kegiatan serupa dengan topik yang berkenaan dengan pemuda seperti bisnis, koperasi, dan lain sebagainya agar pemuda memiliki kegiatan positif yang dapat mengembangkan bakat dan minatnya.

#MCBNews
#MualafCenterBAZNAS