Da’i BAZNAS Bimbing Mualaf Tuva Belajar Al-Qur’an

Al-Quran merupakan pedoman hidup untuk umat manusia. Bagi seorang muslim, mempelajarinya merupakan suatu keharusan karena akan menjadi petunjuk jalan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dalam kesempatan pengajian mingguan mualaf di Desa Tuva Dusun 3 kec Gumbasa Sigi Biromaru pada Rabu (31/3), Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustaz Abdullatif memberikan penjelasan tentang pentingnya Al-Qur’an dalam kehidupan.

Da’i menekankan pentingnya belajar Al-Qur’an untuk setiap muslim, baik muslim sejak lahir, maupun mualaf. Karena pentingnya belajar Al-Qur’an, Rasulullah menjelaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.

Di samping itu, Da’i pun menjelaskan kepada para mualaf bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, terlebih belajar Al-Qur’an.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Walaupun semuanya sudah pada usia yang tidak lagi muda, tetap masih ada kesempatan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar. Maka jangan merasa malu dan minder. Insya Allah walaupun sedikit demi sedikit, jika dilakukan dengan kesungguhan akan mendapat hasil yang maksimal.” ujar Ustaz Adullatif.

Selepas menjelaskan tentang keutamaan Al-Qur’an dan mempelajarinya, Da’i membimbing satu persatu para mualaf untuk belajar Al-Qur’an melalui buku Iqro. Mereka dibimbing sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Salah satu mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS adalah Jois (44). Pada awalnya Jois belajar Al-Qur’an secara otodidak dengan menggunakan buku Iqro, sehingga bacaan Jois masih banyak yang perlu diperbaiki terutama dalam tajwid.

“Alhamdulillah sekarang ada ustaz yang mengoreksi bacaan Qur’an saya, ternyata bacaan Qur’an saya masih banyak kesalahan terutama dalam hal tajwid, saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS melalui Mualaf Center BAZNAS yang telah mengadakan program pembinaan untuk mualaf di Desa Tuva”. Ungkap Jois.

Mudah-mudahan, kegiatan pembinaan ini bisa menjadi wasilah para mualaf semakin dekat dengan Al-Qur’an, semangat mempelajari dan mengamalkannya.

Jois Bersyukur BAZNAS Hadir untuk Membina Mualaf Tuva

Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengadakan pengajian Iqro dan Qur’an untuk mualaf di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah, Rabu (24/3). Pengajian dilaksanakan di Madrasah At-Tanwir Desa Tuva dan dihadiri enam mualaf dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Di sela-sela kajian mingguan mualaf Desa Tuva, salah seorang mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS, Jois meyampaikan rasa syukurnya atas program-program yang dijalankan BAZNAS salah satunya pembinaan mualaf oleh Mualaf Center BAZNAS.

“Alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah, mungkin di antara hikmah gempa Palu 28 September 2018 yang lalu adalah banyaknya relawan yang datang di kampung kami Desa Tuva, salah satunya adalah BAZNAS, sehingga sampai saat ini kami masih terus dibina oleh BAZNAS melalui Mualaf Center BAZNAS. Dulu kami tidak pernah mengenal lslam, buta terhadap ajaran-ajaran Islam, dan tidak bisa membaca Al-Qur’an, alhamdulillah sekarang ini sedikit demi sedikit kami bisa membaca Al-Qur’an dan memahami ajaran-ajaran Islam,” ujar Jois.

Selanjutnya Jois menceritakan masa-masa sebelum adanya pembinaan dari BAZNAS.

“Sebelum adanya pembinaan seperti ini, sehari-hari waktu kami hanya dihabiskan di kebun, berpikir pekerjaan, makan dan masalah duniawi semata,” lanjutnya.

“Seolah-olah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ingin mengingatkan kami dengan musibah gempa 28 September 2018, kebun kakao kami 4 hektar produktif, ditambah 2 hektar yang masih remaja sampai bisa panen sampai 1 ton kakao tapi sekarang kebun kami sudah tidak ada semuanya habis tidak tersisa terkena likuifaksi.” tambahnya.

Da’i Mualaf Center BAZNAS Ustaz Abdulatif menyampaikan pesan kepada Ibu Jois dan mualaf yang lainnya untuk selalu sabar dalam menjalani hidup ini.

“Rasulullah pun memberi nasihat, orang yang bersabar dan ikhlas ketika ditimpa suatu kehilangan, maka Allah SAW akan memberikan ganti yang lebih baik dari itu. Rasulullah SAW pun mengajrkan kepada kita Doa ketika ditimpa musibah:

‎إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Inna lillahi wa inna ilaihi raju‘un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Mualaf Yakobus dan Flora Rajin Beribadah Berkat Pembinaan Da’i BAZNAS

Dai Mualaf Center BAZNAS, Ustaz Ramdani Saadillah membina sepasang mualaf, Yakobus Seles (21) dan Flora Saluluni (15) di Masjid Taqwa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Sabtu (13/3). Sebelumnya Yakobus dan Flora mengucapkan ikrar syahadat satu bulan yang lalu dibimbing Dai Mualaf Center BAZNAS.

“Ini merupakan salah satu tanggung jawab kami yang telah membimbing syahadat keduanya untuk melakukan pembinaan dan memastikan kapasitas keislamannya selalu mengalami peningkatan,” ujar Ustaz Ramdani.

“Alhamdulillah untuk salat Magrib dan Isya biasanya Yakobus salat di Masjid, bahkan dia sudah bisa azan dan hampir rutin azan Magrib dan Isya,” kata Ustaz Ramdani.

Pada tiap kesempatan pembinaan, Dai Mualaf Center BAZNAS memberikan penjelasan tentang pokok-pokok Aqidah dan tata cara ibadah.

“Setiap pekannya, Yakobus dan Flora menambah hafalan bacaan salatnya dan praktek gerakan salat. Pada hari Sabtu ini keduanya menghafal bacaan ruku’ dan i’tidal,” lanjut Ustaz Ramdhani

Dengan rutin salat berjamaah di masjid, Yakobus merasa terbantu bisa lebih mudah hafal surah Al-Fatihah. Pada kesempatan ini juga Yakobus menyampaikan kebahagiaannya bisa menjadi seorang muslim.

“Alhamdulillah, saya bisa hafal Surat Al-Fatihah bukan karena sengaja menghafal tapi karena setiap hari mendengar bacaan Al-Fatihah imam saat salat Maghib dan Isya.” ujar Yakobus.

“Ada kenyamanan dan ketenangan saat melaksankan ibadah salat. Terima kasih kepada ustaz yang sudah membimbing kami, merangkul dan memperhatikan, serta membuat semakin bertambah semangatnya mendalami Islam,” tambahnya.

Keduanya dijadwalkan untuk diberikan pembinaan setiap malam Ahad di Masjid Taqwa Maileppet. Mudah-mudahan, Yakobus dan Flora diberikan keistiqomahan dalam iman dan Islam. Aamiin.

Semangat Mualaf Desa Tuva Belajar Iqro Bersama Dai BAZNAS

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan pengajian Iqro dan Qur’an untuk mualaf di Desa Tuva Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah, Kamis (11/3). Pengajian dilaksanakan di Madrasah At-Tanwir Desa Tuva dan dihadiri 10 mualaf.

Pengajian dimulai dengan membaca Surah Al-Fatihah dan mengulang hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan mengulang hafalan bacaan salat. Pada kesempatan ini Dai menyampaikan materi tata cara penyebutan huruf hijaiyah dan  mengajarkan Al-Qur’an dengan menggunakan metode Iqro.

Para mualaf yang hadir begitu semangat dalam mempelajari Iqro dan Al-Qur’an, salah satunya adalah Muhammad Ardiansyah. Muhammad Ardiansyah yang sebelumnya bernama Yohanes ini sangat bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an walaupun belum mampu mengucapkan-huruf huruf Hijaiyah dengan benar. Mualaf asal NTB ini sudah lama menetap di Desa Tuva dan menikah dengan penduduk Tuva.

Saat ini para mualaf di Desa Tuva sudah ada yang bisa membaca Al-Qur’an namun ada juga yang masih iqro. Kita doakan bersama semoga mualaf di Tuva ini diberikan kemudahan dalam proses belajar Al Qur’an serta diberikan keistiqomahan dalam menjalaninya.

Mualaf Binaan BAZNAS Kuatkan Aqidah Melalui Kisah Nabi Nuh AS

Mualaf Center BAZNAS (MCB) menggelar pengajian mingguan untuk mualaf di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (5/3).

Kegiatan ini dihadiri 29 orang dan dimulai dimulai dengan membaca Surah Al-Fatihah dan mengulang hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. Turut hadir pada kesempatan ini Ketua BAZNAS Kabupaten Landak, H. Wahid.

Pada kesempatan kali ini Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustaz Asep Ma’sum membahas tentang kisah perjuangan dakwah Nabi Nuh AS.

“Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun seperti disebutkan dalam surah Al-‘Ankabut.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ¡ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-‘Ankabut: 14)

Dakwah Nabi Nuh itu cukup lama tetapi pengikutnya hanya sedikit. Kaumnya diazab Allah oleh thufan (banjir bandang),” jelas Ustadz Asep.

“Kemudian banjir bandang menenggelamkan seluruh permukaan bumi, bahkan anak Nabi Nuh mati tenggelam bersama orang kafir. Kisah tenggelamnya anak Nabi Nuh dikisahkan dalam surat Hud dari ayat 42-43”. tambah Ustadz Asep.

 هِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلا ¡تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ ¡بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (QS. Huud : 42-43).

“Kami menyampaikan kisah ini agar mualaf mengenal Rasul-rasul Allah dan mengetahui perjuangan dakwahnya yang tidak mudah dihadapi, selanjutnya diambil hikmah bagi kehidupan Mualaf.” Kata Ustadz Asep.

Pada akhir sesi kajian seperti biasa dibuka sesi tanya jawab ada pertanyaan dari salah satu peserta yaitu Ibu Vanesa yang menanyakan perihal Istighfar.

“Pak Ustaz Nabi Muhammad beristigfar dalam sehari 100 kali, apakah ada hukuman bagi orang yang tidak beristigfar kurang dari 100?” tanya Vanesa.

“Nabi Muhammad SAW dalam sehari beristigfar lebih dari 70 kali bahkan dalam riwayat lain 100 kali, ini sebagai contoh bahwa beliau yang dijaga dari dosa saja menyempatkan bertaubat dan beristigfar dalam sehari lebih dari 70 kali sampai 100 kali, semestinya kita sebagai manusia yang tak luput dari dosa beristigfar lebih banyak dari pada istigfarnya nabi. Adapun seseorang yang beristigfar kurang dari istigfarnya nabi maka tidak ada hukuman, karena nabi pun menyuruh kita mengerjakan perintahnya semampunya”. Jawab Ustadz Asep.