Dai BAZNAS Ajarkan Arti Ikhlas dalam Islam dengan Ilustrasi Sederhana

Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB), Ustaz Asep memberikan pemahaman kepada mualaf betapa pentingnya sifat ikhlas bagi pribadi seorang muslim, di Masjid Jabal Nur, Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (23/7). Menurut Ust Asep dalam pembinaan kali itu, di antara sebab yang paling pokok adalah, karena sifat ikhlas termasuk dalam syarat diterimanya amal di sisi Allah.

Menariknya, dalam kosakata bahasa Indonesia, rasa-rasanya tidak ada kata asli yang dapat menerjemahkan kata ikhlas ini. Sehingga ustaz Asep pun mencoba untuk menjelaskan definisi ikhlas dengan sesederhana mungkin di depan kelompok mualaf binaanya.

“Ikhlas itu jika ditinjau dari terjemahan dasar dalam bahasa Arabnya maka ia memiliki arti murni. Sementara kemudian kalau kita tafsirkan secara istilah maka ia memiliki beberapa pengertian. Di antara maksud kata itu dalam ajaran agama adalah memurnikan tujuan ibadah hanya kepada Allah,” ujarnya.

Beliau pun menambahkan ciri-ciri wujud ikhlas dengan gamblang. “Dua tanda-tanda orang itu bersikap ikhlas di antaranya pertama bersikap tidak berbeda ketika dipuji maupun dicaci. Artinya ia tidak begitu terkesan dengan pujian dan tidak terpukul dari cacian makhluk. Kemudian yang kedua bisa menerima nasihat orang lain ketika ia lalai dan atau lupa.”

Di tengah penjelasan tadi, salah seorang binaan yang bernama Alpian bertanya, “Ikhlas itu tidak terpaksa ya, Ustaz?” Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Asep pun menjawab dengan agak berhati-hati, “Ikhlas itu terkadang ada juga yang perlu dipaksakan.”

“Ketika seseorang sedang malas mengerjakan salat tetapi dia memaksakan diri untuk melaksanakannya barangkali dia terpaksa pada saat itu. Tetapi ketika tujuannya itu hanya kepada Allah maka yang demikian walaupun terpaksa tetap dikatakan ikhlas. Secara garis besar ikhlas itu pada intinya tidak mengharapkan apapun dari makhluk dan hanya mengharap balasan dari Allah,” ujarnya untuk meluruskan pemahaman segenap mualaf binaan BAZNAS.

Siang hari itu juga Ustaz Asep mengajak kelompok mualaf yang di sana untuk berdiskusi ringan. Ia mengajukan pertanyaan tentang perbedaan antara sifat ikhlas dengan sikap ridho.

Hal ini tentu menggelitik para hadirin dan barangkali kita juga pembaca yang masih menganggap keduanya sama saja. Dengan sebuah ilustrasi ringan ia mencoba menggambarkan. “Jika bapak dan ibu pergi ke masjid maka kita harus ikhlas hanya karena-Nya. Tetapi ketika di perjalanan itu bapak dan ibu terjatuh dari motor maka kita harus mampu ridho dengan yang dialaminya.” pungkasnya disambut dengan tawa hangat segenap mualaf.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *