Menjadi anak-anak mualaf suku Ta’a Wana yang tinggal di pedalaman Sulawesi tidaklah mudah. Tinggal di sebuah dusun Linte, Desa Takibangke Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una Sulawesi Tengah, anak-anak ini tidak hanya harus belajar menuntut ilmu di bangku sekolah, tetapi juga menyambi berkebun dan belajar ilmu agama lebih ekstra.

Pada pembinaan pada hari Jumat (16/7) lalu, kehadiran tiga anak didik dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) tidak mematahkan semangat mereka semua. Pembinaan kali ini tampak dihadiri seorang anak laki-laki dan dua perempuan usia sekolah dasar (SD). Mereka hadir dengan semangat dan mengikuti pembinaan dari ustaz Hasan Syarif.

Dai yang biasa disapa Ustaz Hasan ini tidak berkecil hati, ia memaklumi tuntutan anak didiknya yang tidak bisa hadir karena harus membantu orangtuanya berkebun.

Anak Didik Ustaz Hasan Tengah Mempraktikkan Tata Cara Sholat

Seperti biasa di setiap hari Jumat sudah menjadi rutinitas pagi hari untuk ustaz mengajarkan praktek sholat dan bacaan surah-surah pendek. Pagi itu ustaz mengajak anak-anak untuk mengulang hafalan surah an-Nas, surah al-Falaq dan surah al-Ikhlas. Dalam sesi belajar sholat, dai MCB ini menjelaskan bagaimana sholat sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak mualaf yang hadir. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surah al-Isra’ ayat 78 yang berbunyi,

 اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Sebagai pengantar dalam praktek sholat kali ini ketiga anak didik beliau ia ajak untuk mempraktekkan sholat Subuh. Shalat dengan dua rakaat ini ia pilih agar mereka mudah memahami materi disampaikan.

Semoga ke depan pembinaan anak-anak mualaf ini terus berjalan di setiap pekannya. Diharapkan pula agar seluruh mualaf binaan di sana bisa hadir mengikuti seluruh rangkaian materi pembinaan. Hal ini diperlukan agar anak-anak mualaf di Dusun Linte dapat memahami agama Islam dengan lebih baik.