Keutamaan Dua Ayat Terakhir al-Baqarah Bagi Mualaf

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

“Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitabNya dan rasul-rasulNya. (Mereka mengatakan) “kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya”, dan mereka mengatakan: “kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa) “ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (al-Baqarah 285)

Ulama-ulama mengatakan bahwa barang siapa membaca dua ayat terakhir surat al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kepadanya kecukupan untuk urusan dunia dan akhirat serta hamba tadi akan dijauhkan dari berbagai keburukan. Adapula ulama lain yang menyebutkan bahwa dengan melafalkan kedua ayat tadi maka keimanan seorang hamba akan senantiasa terperbarui. Hal ini karena di dalam ayat tersebutterdapat nilai yang sepadan dengan pengganti berbagai dzikir. Pendapat tadi disebabkan karena di dalam dua ayat penghujung surat al Baqarah sudah lengkap dengan do’a untuk memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Pandangan ini berdasarkan apa yang disebutkan Prof. Dr. Musthafa al-Bugha dalam Nuzhah al-Muttaqin (hal. 400-401).

Da’i MCB Mengajarkan al-Qur’an

Berangkat dari keutamaan dua ayat terakhir surat al-Baqarah, da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) Kecamatan Gumbasa Kapubaten Sigi memberikan ceramahnya kepada mualaf binaan beliau tanggal 16 Juni lalu. Bagi seorang mualaf, sepotong ayat al-Qur’an ini tentu menjadi barang baru baginya untuk dihapalkan. Namun dengan kepandaian sang da’i ayat ini ia ajarkan berulang-ulang hingga mudah dibaca dan dipahami. Da’i atau yang biasa disapa ustaz oleh warga setempat menitipkan pesan agar ayat ini dapat diulang-ulang setiap waktu subuh dan maghrib sehingga akan hafal dengan sendirinya.

Dengan menitipkan kedua ayat yang luar biasa ini, da’i MCB telah memberikan pengajaran berupa ayat pilihan untuk dibaca di dalam shalat sang mualaf. Serta tidak ketinggalan, dengan keagungan hikmah dan nilai keutamaan ayat ini diharapkan agar mualaf binaan MCB akan senantiasa mendapatkan rahmat berupa penguat keimanan dan hidayah. Sehingga dengan izinNya mualaf tadi dapat senantiasa beristiqamah di bawah naungan cahaya Islam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *