Pentingnya Rukun Iman Bagi Mualaf Mentawai

Pagi itu, hari Minggu tanggal 13 Juni 2021 belasan anggota binaan mualaf BAZNAS di Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadiri kajian pekanan bersama da’I Mualaf Center BAZNAS (MCB). Dalam kesempatan ini, ustaz Mahmud, S.Kom.I yang bertugas untuk melakukan pembinaan menyampaikan materi dengan tema: “Rukun Iman; Iman Kepada Allah.”

“Alhamdulillah, dengan nikmat iman. Alhamdulillah dengan nikmat Islam. Alhamdulillah dengan nikmat persaudaraan/ukhuwah semua inilah sehingga kita bisa mengenal Allah. Hidup dan mati kita adalah karena Allah. Dengan kedua kalimat syahadatain kita hidup, mati, dibangkitkan dan dimasukkan nanti disurgaNya Allah.” Demikian pembukaan dari beliau.

Dengan semangat da’I MCB membawakan materi yang barangkali bagi kebanyak kita topik tersebut sudah sering dibahas ketika di usia-usia sekolah dasar, baik di ruang pendidikan formal maupun TPA/TPQ dahulu. Namun bagi mualaf, hal ini tentu merupakan barang baru yang perlu ditanamkan sebagai penguat keyakinan syahadat mereka.

“Allah memberikan kita panca indera, nafsu dan akal pikiran. Semua ini perlu penuntun yang tidak lain datang dari Sang Pencipta. Dengan tunduk mengikuti wahyu dan keimanan kepadaNya. tunduk dengan perintah Allah dan Rasulullah SAW maka akan terciptalah kebaikan, berpahala disisi Allah,” lanjut beliau.

Kajian Pekanan MCB di Masjid al-Huffadz

Pertemuan pekanan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga menjelang Dzuhur ini berlangsung khidmat dan diwarnai dengan antusiasme ibu-ibu mualaf Dusun Toktuk, Desa Muntei Kec. Siberut Selatan. Hal ini ditunjukkan dari ragam pertanyaan yang diberikan oleh jama’ah baik berkaitan langsung dengan topik maupun hal-hal lain seputar keislaman.

“Keimanan kita kepada Allah akan selalu diuji sampai jatah usia kita habis dan berpulang ke alam akhirat. Agar ulus dari ujian ketaatan ini ketahuilah bahwa iman kita akan bertambah dengan ketaatan kepada Allah dan akan berkurang dengan kemaksiatan dihadapanNya. Untuk menjaga keimanan yang Allah telah berikan kita harus berusaha untuk istiqomah dalam beramal,” tutup ustaz Mahmud.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *