Mualaf Binaan BAZNAS Kuatkan Aqidah Melalui Kisah Nabi Nuh AS

Mualaf Center BAZNAS (MCB) menggelar pengajian mingguan untuk mualaf di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada Jumat (5/3).

Kegiatan ini dihadiri 29 orang dan dimulai dimulai dengan membaca Surah Al-Fatihah dan mengulang hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. Turut hadir pada kesempatan ini Ketua BAZNAS Kabupaten Landak, H. Wahid.

Pada kesempatan kali ini Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustaz Asep Ma’sum membahas tentang kisah perjuangan dakwah Nabi Nuh AS.

“Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun seperti disebutkan dalam surah Al-‘Ankabut.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ¡ظَالِمُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-‘Ankabut: 14)

Dakwah Nabi Nuh itu cukup lama tetapi pengikutnya hanya sedikit. Kaumnya diazab Allah oleh thufan (banjir bandang),” jelas Ustadz Asep.

“Kemudian banjir bandang menenggelamkan seluruh permukaan bumi, bahkan anak Nabi Nuh mati tenggelam bersama orang kafir. Kisah tenggelamnya anak Nabi Nuh dikisahkan dalam surat Hud dari ayat 42-43”. tambah Ustadz Asep.

 هِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلا ¡تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ قَالَ لا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلا مَنْ رَحِمَ وَحَالَ ¡بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (QS. Huud : 42-43).

“Kami menyampaikan kisah ini agar mualaf mengenal Rasul-rasul Allah dan mengetahui perjuangan dakwahnya yang tidak mudah dihadapi, selanjutnya diambil hikmah bagi kehidupan Mualaf.” Kata Ustadz Asep.

Pada akhir sesi kajian seperti biasa dibuka sesi tanya jawab ada pertanyaan dari salah satu peserta yaitu Ibu Vanesa yang menanyakan perihal Istighfar.

“Pak Ustaz Nabi Muhammad beristigfar dalam sehari 100 kali, apakah ada hukuman bagi orang yang tidak beristigfar kurang dari 100?” tanya Vanesa.

“Nabi Muhammad SAW dalam sehari beristigfar lebih dari 70 kali bahkan dalam riwayat lain 100 kali, ini sebagai contoh bahwa beliau yang dijaga dari dosa saja menyempatkan bertaubat dan beristigfar dalam sehari lebih dari 70 kali sampai 100 kali, semestinya kita sebagai manusia yang tak luput dari dosa beristigfar lebih banyak dari pada istigfarnya nabi. Adapun seseorang yang beristigfar kurang dari istigfarnya nabi maka tidak ada hukuman, karena nabi pun menyuruh kita mengerjakan perintahnya semampunya”. Jawab Ustadz Asep.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *