Dai BAZNAS Inisiasi Pembinaan Remaja Muslim dan Mualaf Suku Mentawai

Dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) Ustaz Ramdhani Sa’adillah menginisiasi pengajian bagi remaja muslim dan mualaf asli suku Mentawai yang sedang bersekolah SMP dan SMA di sekitar Muara Siberut.

Mereka berasal dari pedalaman Siberut yaitu dari Desa Matotonan, Desa Salappak, Desa Saliguma, Desa Sirisurak, Desa Simoilaklak dan Desa Cimpungan, ada juga dari Desa Muntei dan Desa Maileppet.

Remaja muslim dan mualaf ini tinggal di asrama desa yang penghuninya campur antaragama. Ada juga yang tinggal di tempat saudaranya yang berbeda agama.

“Inisiasi pengajian ini kami lakukan dalam rangka membina keislaman para remaja disini, yang mana mereka ini belum mendapatkan pembinaan keislaman secara khusus dan intensif.” ujar Ustaz Ramdhani, Minggu (7/3).

Pada pertemuan perdanananya ini Dai Mualaf Center BAZNAS menyampaikan sifat-sifat kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang muslim.

“Dalam kehidupan ini, seorang muslim harus memiliki sifat-sifat kepribadian muslim yang ideal yaitu Aqidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlak yang kokoh, fisik yang kuat, pemikiran yang cemerlang, bersungguh-sungguh dalam mengendalikan diri, pandai menjaga waktu, tertata dalam urusannya, memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri dan bermanfaat bagi orang lain,” kata Ustaz Ramdhani.

“Telah disepakati pembinaan ini rencananya akan dilaksanakan dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Ahad dan Jum’at. Mudah-mudahan, pembinaan remaja ini dapat meningkatkan kapasitas keislaman mereka sehingga mereka bisa menjadi pribadi muslim yang ideal dan dengan adanya pembinaan ini juga mereka dapat menjadi penerus dakwah di Mentawai sesuai dengan potensi masing-masing,” sambung Ustaz Ramdhani.

Pada kesempatan ini juga Da’i mewawancarai mereka satu per satu. Salah satunya adalah Kurnia (17), salah seorang remaja mualaf yang berasal dari pedalaman Desa Cimpungan, saat ini dia sedang menempuh pendidikannya di SMKN 2 Siberut Selatan. Dia menjelaskan alasannya masuk Islam.

“Saya masuk Islam atas kemauan saya sendiri tanpa ada yang mengajak secara langsung. Dulu termotivasi melihat kakak kandung saya yang sudah duluan masuk Islam, kalau saya lihat dia sedang salat 5 waktu kayaknya enak gitu, Alhamdulillah tahun 2018 saya mendapat hidayah dan memutuskan untuk masuk Islam.” ujar Kurnia.

“Saya juga merasa senang dengan adanya pembinaan ini, karena ini bisa menjadi sarana belajar Islam lebih dalam.” tambahnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *