Da’i BAZNAS Ajak Mualaf Otobasa Teladani Rosul Melalui Sifat Tabligh

Tabligh artinya menyampaikan perkara yang hak atau mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar. Sifat tabligh harus dimiliki umat nabi Muhammad SAW, karena tidak ada nabi lagi sepeninggal beliau, sedangkan ajaran Islam harus tetap disebarkan sampai hari kiamat. Oleh karena itu umat nabi Muhammad SAW menjadi umat yang mulia karena dengan sifat Tablighnya bisa meneruskan estafet dakwah Islam yang dibawakannya yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perkara yang mungkar.

Materi tentang sifat wajib bagi nabi yaitu Tabigh disampaikan Da’i Mualaf Cente BAZNAS Ustadz Asep Ma’sum dalam kajian mingguan kepada mualaf Otobas di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak pada hari Jum’at (19/02). Kajian dilaksanakan selepas Sholat Jum’at dan mualaf yang hadir pada kajian ini berjumlah 30 orang mualaf.

Dalam kajian mingguan ini seperti biasa Ustadz Asep membimbing pembacaan surat Al-Fatihah secara berjamaah, harapannya mualaf terbiasa mendengar surat Al-Fatihah dan menguatkan hapalan bagi yang belum hapal.

Pada akhir sesi kajian seperti biasa dibuka sesi tanya jawab ada pertanyaan dari salah satu peserta yaitu Alpian yang menanyakan perihal firasat.

“Pak Ustaz bagaimana hukum mengikuti pirasat yang muncul dalam hati, misalnya kita sedang menyapu  halaman lalu tiba-tiba sapu yang kita gunakan patah, kemudian muncul firasat jangan-jangan kejadian ini pertanda buruk?” tanya Alpian.

“Tidak diperbolehkan berprasangka seperti itu, karena yang mengetahui dan yang berhak menentukan masa depan hanya Allah SWT, dan kita diharuskan husnudzon kepada Allah, karena dalam hadits qudsi dijelaskan

 أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

“Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).”

Jika kita berprasangka baik maka insyaa keadaan kita baik sesuai prasangka kita kepada Allah dan juga sebaliknya.” Jawab Ustadz Asep.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *