Mualaf Otobasa Dalami Konsep Beruntung dalam Islam Bersama Da’i BAZNAS

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengajak mualaf memahami konsep keberuntungan dalam Islam. Hal ini disampaikan kepada mualaf Dusun Otobasa pada kajian rutin mingguan di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa Desa Keranji Paidang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Jumat (29/1). Kajian mingguan ini dihadiri 30 orang mulaf dari kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu yang dilaksanakan setelah melaksanakan salat Jumat.

“Dalam Islam menjadi orang yang beruntung tidak dilihat dari seberapa banyak harta yang dikumpulkan, bukan juga dilihat dari seberapa tinggi jabatan seseorang,” ujar Da’i MCB Ustadz Asep Ma’sum.

“Tetapi konsep menjadi orang beruntung dalam Islam bisa kita lihat dalam Al-Qur’an sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ashr ayat 1-3, ada 4 aspek dalam kehidupan: 1). Wujudnya iman yang lurus  2). Wujudnya amal Sholih 3). Wujudnya saling nasihat menasihati /ingat mengingatkan mengenai perkara yang hak  4). Wujudnya sipat sabar baik dalam melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan menghadapi musibah atau ujian “, sambungnya.

Pada akhir sesi kajian seperti biasa dibuka sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan dari para mualaf di antaranya dari Sangah yang menanyakan tentang cara supaya beribadah dengan maksimal

“Pak ustaz, bagaimana caranya supaya kita bisa mengurangi kesibukan dunia yang saat ini saya rasakan dari pada beribadah? ” tanya Sanggah.

“Sibuk dalam urusan dunia boleh-boleh saja karena kita tidak bisa terlepas dari dunia, namun yang dilarang dalam agama Islam adalah sibuk urusan dunia yang melalaikan akhirat atau melupakan tugas kita sebagai hamba Allah untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah,” jawab Ustaz Asep.

“Kita harus pandai dalam mengatur waktu. Kalau kita pandai mengatur waktu untuk ladang dan perkebunan kita juga bisa berusaha untuk mengatur jadwal ibadah kita, tinggal kita persiapkan seperti membawa bekal pakaian yang bersih dan mencari tempat yang bersih dan suci ketika masuk waktu salat walaupun berada di perkebunan. Dan jangan lupa supaya urusan dunia kita ada nilainya di sisi Allah maka kita niatkan kegiatan itu untuk bekal akhirat atau untuk beribadah,” tambahnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *