Relawan Dakwah BAZNAS Aktifkan Masjid Darurat di Pos Pengungsian Gempa Sulbar

Gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021 lalu tak hanya menghancurkan puluhan ribu rumah, tapi juga ikut menghancurkan rumah ibadah.

Menurut data Pusdalops BNPB, sedikitnya ada 34 rumah ibadah umat Islam atau masjid yang rusak akibat terdampak gempa. Akibatnya, banyak pengungsi muslim kini tak punya tempat ibadah yang aman dan nyaman.

Terkait hal itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak cepat untuk membangun Masjid Darurat. Sementara sudah ada tiga titik lokasi Masjid Darurat yang telah dibangun. Salah satunya di Kalimbua, Desa Taan, Kec. Tapalang Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Tim Mualaf Center BAZNAS (MCB) dan Relawan Dakwah BAZNAS melakukan giat pendampingan dakwah kepada para pengungsi di Pos Pengungsian Baznas Kalimbua. Relawan Dakwah mengajak para pengungsi untuk menghidupkan masjid darurat dengan kegiatan ibadah.

“Sebelumnya tidak ada pihak yang mengingatkan waktu salat, Alhamdulillah kini ada Relawan Dakwah BAZNAS mengumandangkan azan dan mengimami salat berjamaah, walau yang datang untuk salat berjama’ah masih sedikit namun setidaknya cahaya keimanan mulai kembali bersinar di tengah pos pengungsian,” ujar Muhammad Hadiyan Abshar, Tim Relawan Dakwah BAZNAS, Selasa (2/2).

“Alhamdulillah ada relawan dari BAZNAS yang membantu kami dalam menghidupkan kembali kegiatan ibadah di tengah pos pengungsian, kami bersyukur bisa mendengar adzan dan bisa melaksanakan salat berjamaah,” ucap M. Ali Kepala Dusun Kalimbua, Desa Taan.

Selain salat berjamaah Relawan Dakwah BAZNAS juga menghidupkan Masjid Darurat dengan kegiatan kultum harian, mengaji anak anak dan berzikir.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *