Mualaf Otobasa Binaan BAZNAS Dalami Konsep ‘Penghapusan Dosa’

Mualaf Center BAZNAS (MCB) kembali menyelenggarakan pembinaan rutin kajian bulanan bagi mualaf Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pada hari Jumat (22/1). Kajian dilaksanakan di Masjid Jabal Nur Dusun Otobasa dan dihadiri oleh 55 mualaf binaan MCB, orang tua maupun anak-anak.

Pada kajian bulanan kali ini MCB menghadirkan Ustadz Zakaria Ica, yang juga seorang mualaf. Berkat ketekunannya mendalami dan mempelajari tentang Islam, sekarang beliau menjadi salah satu Penyuluh  Agama Islam di wilayah Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak.

Tema yang dibahas pada kajian bulanan ini adalah tentang Pengampunan Dosa. Dalam ceramahnya Ustadz  Zakaria Ica menjelaskan bahwa dalam Islam ada konsep pengampunan dosa bagi siapa saja yang bertaubat.

“Dalam Islam itu ada istilah Pengampunan Dosa, akan tetapi konsepnya berbeda dengan agama yang kita anut dahulu, di Islam ketika seseorang ingin diampuni dosa cukup mengamalkan dan menjaga ajaran Islam maka dosa – dosa kita diampuni, salah satu amalan  yang menjadi sebab dosa diampuni diantaranya : 1). melangkahkan kaki ke masjid, 2). Berwudhu, 3). menjaga Sholat lima waktu, 4). menjaga sholat Jum’at, 5). menjaga puasa dibulan Ramadhan,” ujar ustadz Ica.

Ustadz Ica juga menjelaskan bahwa amalan-amalan di atas hanya bisa menggugurkan dosa-dosa kecil saja adapun jika dosa besar seperti syirik maka harus  disertai dengan taubat dengan sungguh-sungguh dan tidak kembali lagi kepada dosa yang lalu.

“Amalan-amalan yang saya sebutkan tadi hanya bisa menggugurkan atau menghapus dosa-dosa kecil saja, adapun dosa besar seperti syirik maka harus disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh, meminta pengampunan Allah dan yang tidak kalah penting adalah tidak kembali lagi kepada dosa yang telah dilakukan tersebut,” kata ustadz Ica.

Pengajia bulanan mualaf binaan BAZNAS di Otobasa Kabupaten Landak

Di akhir kajian dibuka sesi tanya jawab supaya kajian bisa interaktif antara penceramah dan  pendengar. Muncul beberapa bertanyaan dari beberapa Mualaf diantaranya dari pak Alpian yang menanyakan tentang harta yang dihasilkan dari berjudi.

“Pak ustadz jika ada orang yang berjudi, lalu menang, kan dapat rezeki banyak dan menyenangkan, apakah itu musibah?,” tanya Alpian.

“Perlu dipahami musibah itu tidak  hanya berbentuk sesuatu yang yang tidak menyenangkan seperti longsor, banjir, kebakaran, gempa, dll, tetapi musibah itu bisa kita pahami segala sesuatu yang menjadikan kita jauh dari Allah,seperti berjudi walaupun menang dapat uang banyak tetapi menjadikan diri kita jauh dari rahmat Allah maka yang demikian juga disebut musibah.” Jawab ustadz Ica.

Pertanyaan kedua datang dari pak Mikael. Pertanyaannya terkait hukum membelikan arak.

“Pak ustadz, jika ada kawan kita menyuruh kita untuk membelikan arak gmn hukumnya?” tanya Mikael.

“Arak atau perkara yang memabukan itu haram hukumnya, sedikit maupun banyak. Dalam Al-Qur’an disebut najis dan termasuk amalan setan. Terkait arak yang dapat dosa tidak hanya yang meminumnya tetapi yang menyedikan, membantu, membelikan arak semua kebagian dosanya.” tutup ustadz Ica

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *