Da’i BAZNAS Beri Pemahaman Hidayah untuk Mualaf Binaan

Hidayah merupakan anugerah yang khusus dimiliki oleh Allah SWT untuk diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Maka selalu menjadi harapan dan kebahagiaan bagi orang-orang beriman khususnya mualaf jika hidayah Islam tidak hanya sampai pada dirinya melainkan juga bagi keluarga terdekat dan orang-orang yang dicintai-Nya.

Pembinaan Mualaf Center BAZNAS di Masjid Al-Huffadz, Dusun Toktuk/Puro, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai pada Rabu (11/11/2020) menyinggung pembahasan mengenai hidayah yang merupakan harapan bagi setiap keluarga muslim.

“Ustadz kan kita meyakini bahwa agama Islam adalah agama satu-satunya yang benar, dan yang dijanjikan akan masuk surga hanyalah orang Islam. Lalu bagaimana nasib orang yang beragama selain kita, khususnya orang tua kita, apakah berarti mereka masuk neraka? Lalu bagaimana sikap kita?” tanya Apriyani disela sesi pertanyaan saat materi usai disampaikan Da’i Mualaf Center BAZNAS.

Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Ramdhani Sa’adillah, berusaha menjawab secara bijak bahwa seorang muslim harus yakin surga disediakan bagi orang yang beriman kepada Allah SWT serta beramal saleh dan neraka disediakan bagi orang yang tidak beriman. Sebagaimana yang banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Tentunya setiap muslim akan selalu berharap dapat masuk surga bersama orang-orang yang dicintai, termasuk kedua orang tua.

“Maka, jika orang tua kita masih hidup, doakan agar keduanya mendapatkan hidayah Islam agar bukan hanya di dunia kita bersama, tetapi di surga juga,” ujar Ustadz Ramdhani.

Sesi pembinaan kali ini pada dasarnya diawali dengan dengan mengulang hafalan bacaan shalat dan hafalan ayat pendek serta ayat kursi. Pada kesempatan itu juga, para mualaf binaan diminta untuk menyetorkan hafalan ayat kursi. Alhamdulillah, sebagian mualaf tersebut bisa hafal ayat kursi dalam satu pekan, yang lainnya ada yang baru hafal setengah dan tidak sedikit pula yang masih kesulitan untuk menghafal.

Meski demikian, para mualaf tetap senang karena hanya di pengajian mereka bisa menghafal ayat kursi dan dengan melihat rekan mualaf lainnya yang sudah hafal.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *