Mualaf Mentawai Binaan BAZNAS Belajar Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari

Mualaf dari Muara dan Puro/Toktuk pada Rabu (28/10/2020) melaksanakan pengajian mingguan di Masjid Al-Huffad, Dusun Toktuk, Desa Muntei. Pada kesempatan ini Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustad Ramdhani Saadillah, melanjutkan pembahasan tentang adab dan tuntunan aktivitas sehari-hari dalam Islam.

“Panduan aktivitas keseharian dalam Islam itu merupakan cerminan aktivitas Baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Maka ketika kita melakukan adab-adab yang diajarkan Islam, sebenarnya kita sedang berusaha mencontoh dan meneladani Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ,” ujar Da’i Mualaf Center BAZNAS.

Setelah di pertemuan sebelumnya membahas adab tidur, kali ini Da’i membahas tentang adab makan. Seperti membaca basmalah sebelum makan, doa ketika lupa tidak baca basmalah sebelum makan, makan dengan tangan kanan, tidak mencela makanan, tidak terlalu kenyang saat makan dan sebagainya. Da’i juga menjelaskan beserta dalil atau hadits Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang berkaitan dengan adab makan.

Selepas penyampaian materi para mualaf diberikan kesempatan untuk bertanya. Salah satunya dari Apriyani, “Apakah adab makan ini hanya berlaku untuk makan besar (makam nasi) atau juga makan cemilan? Kebiasaan saya biasanya kalo makan besar pakai tangan kanan, kalo cemilan pakai tangan kiri karena tangan kanan sedang sibuk pegang yang lain,” tanyanya.

Da’i menjelaskan bahwa adab makan ini berlaku untuk semua jenis makan. Walaupun yang dimakan adalah makanan kecil, tetap harus dengan tangan kanan, juga tetap dianjurkan mengucap basmalah serta adab-adab lainnya.

“Bolehkah kita membantu saudara kita yang non muslim masak untuk hajatan?” tanya Anjelika Wati seusai pemaparan Ustadz Ramdhani dalam menjawab pertanyaan Apriani.

Da’i Mualaf Center BAZNAS menjelaskan bahwa dalam hal muamalah, tolong menolong dengan non muslim dalam aktivitas dunia adalah hal yang diperbolehkan. Adapun, dalam hal ibadah, atau ritual maka terlarang bagi kita untuk ikut-ikutan. Membantu memasak itu bagian dari urusan dunia maka diperbolehkan tolong menolong asalkan makanan yang dimasak adalah sesuatu yang halal dzatnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *