Mualaf Tondok Lemo Belajar Huruf Hijaiyah Bersama Da’i BAZNAS

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) melaksanakan kegiatan pembinaan mingguan untuk para mualaf binaan di Dusun Tekko, Lembang Bo’ne Buntu Sisong, Kecamatan Makale Selatan, Tana Toraja, pada Selasa (13/10/2020). Pembinaan dilaksanakan di rumah Ibu Nursia Dasi’ dan dihadiri oleh 16 mualaf binaan lainnya. Materi yang disampaikan oleh Da’i MCB Ustadz Ariadi pada kesempatan kali ini adalah materi tentang huruf hijaiyah dan cara pengucapannya yang benar.

Ustadz Ariadi juga menyampaikan keutamaan membaca Al-Qur’an yag tertuang dalam hadits Rasulullah SAW

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم – مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

“Hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan.” Jelas Ustadz Ariadi

Pendistribusian basic need kepada mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS

Diakhir kajian Da’i MCB mendistribusikan basic need kepada mualaf binaan yang hadir, dalam upaya membantu kebutuhan pangan mualaf dan menjadi bentuk syiar dakwah yang berprinsip saling tolong menolong antar sesama muslim.

Pengisian kuisioner survei Kepuasan Mustahik oleh mualaf binaan ualaf Center BAZNAS

Pada kesempatan yang lain dalam rangka mendukung program Survei Kepuasan Mustahik Divisi Pendistribusian BAZNAS, Da’i MCB di Tondok Lemo mendatangi mualaf binaannya dari rumah kerumah Rabu (14/10/2020). Banyak tantangan yang dialami Da’i, dimulai dari cuaca yang tidak menentu, medan perjalanan yang naik turun, mustahik atau mualaf yang tidak bisa dijumpai karena sedang berkebun. Keadaan ini tidak membuat patah semangat Da’i dengan harapan bisa mensyiarkan dakwah zakat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *