Da’i BAZNAS Gelar Kajian Pekanan Khusus untuk Mualaf di Mentawai

Waktu terasa begitu cepat berlalu dan berganti. Semoga kita terus berkarya untuk bertemu dengan Tuhan kita nantinya. Alhamdulillah, nikmat-Mu sungguh tak ternilai harganya ya Allah, begitu banyak hikmah dibalik musibah, begitu banyak pelajaran dibalik pristiwa. Itulah sunnatullah yang selalu terjadi pada kehidupan manusia. Alam dunia yang kita jalani sekarang adalah tempat pelajaran yang telah ditakdirkan untuk manusia agar kita bisa terus berkhidmat untuk umat, bermanfaat bagi manusia dan terus memperbaiki akhlak dan etika.

Subhanallah, terima kasih ya Allah dengan nikmat yang tiada tara dari-Mu semata kami bisa berbagi, bercerita, berdakwah, belajar, dan terus mengambil hikmah yang terkadang kami belum paham maknanya.

Kami minta ampun dengan kesalahan yang selalu dilakukan setiap hari, kealpaan, kelemahan, dan juga dosa yang sengaja dan tak disengaja kami ketahui maupun tak kami ketahui. Kepada-Mu ya Rabbi kami meminta berserah dengan segala urusan dunia dan akhirat kami, Ya Allah, Ya Rabbana selamatkan kami ya Allah berikan kami kebaikan dunia dan akhirat dan selamatkan kami dari segala macam siksa yakni dari api neraka.

Ya Allah Ya Rahman kepada-Mu ya Allah kami berserah bertawakkal kami minta penjagaan kami meminta kesehatan  dan aafiyah

Kabulkan ya Allah permintaan hamba-Mu yang penuh dengan dosa dan selalu lupa, ya Allah ya Rahman berikan kami keikhlasan kekuatan keimanan karuniakan kepada kami agar selalu bersyukur ya Allah Ya Rahim. BagiMu ya Allah segala puji, kemulian, kebesaran dan kesempurnaan kepadaMu ya Rabbi kami bersandar kepada-Mu ya Allah kami mengabdi dan memohon perbaikan urusan kami ya Allah ya Hayyu ya Qayyum dan jangan tinggalkan kami walaupun sekejap Ya Allah.

Subhanallah.. Alhamdulillah.. Allahuakbar..

Pagi hari Ahad (27/9/2020) ini sangat indah, langit tersenyum bertasbih begitu juga dengan alam semesta serta apa yang ada didalamnya aneka ragam pohon, rerumputan, binatang, lautan terutama ikan yang ada didalamnya mendoakan bagi orang yang mempelajari agama Islam.

Ustadz Mahmud dan Ustadz Ramdhani, mengisi kajian pekanan khusus mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS berlokasi di Masjid Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Satu demi satu para binaan datang untuk menghadiri pembinaan, ada yang membawa anak bayi yang masih kecil, ada pula yang membawa anak yang masih TK serta tak ketinggalan orang tua yang tetap hadir walau sudah lanjut usia. Semangat untuk belajar dari tiap peserta binaan menambah pula semangat pemateri untuk membagikan cahaya Islam.

Pada kesempatan kali ini Ustadz Ramdhani menyampaikan masalah salat, mempraktikkan tata caranya, dan uji praktik para jamaah dalam gerakan salat. Namun, hal terpenting adalah menjaga praktik ibadah sholat lima waktu sehari semalam di rumah atau di mushola masing-masing binaan mualaf. Proses kegiatan pembinaan dan belajar hari ini melebar dan berkembang lewat aneka ragam pertanyaan dari binaan mualaf yang hadir.

Praktek sholat oleh ustadz Ramdhani

Salah satu istri pengurus Masjid  Al-Quds bertanya, “ustadz, cara duduk ketika hamil tua bagaimana ya ustadz?” tanyanya.

“ibu kandung saya sering mengambil pakaian saya ustadz, tanpa seizin saya, sering beliau lakukan, dan barang barang saya juga, bagaimana menurut ustadz? Mendengar pertanyaan tadi kami menjawab pertanyaan itu,” sambungnya.

Ustadz menjawab bahwa harta seorang anak sebenarnya adalah juga harta orang tua, walaupun orang tua sengaja mengambilnya maka sebaiknya dimaafkan dan diikhlaskan karena sebagai seorang anak tetap harus berbuat baik kepada orang tua.

Kemudian setelah itu pertanyaan kembali dilontarkan oleh Roberta, Ia merupakan salah satu peserta binaan yang selalu bertanya ketika sesi pertanyaan dibuka baik pada saat kajian pekanan maupun bulanan.

“Orang yang telah bercerai apakah boleh satu rumah ustadz? dengan alasan untuk bertemu dengan anaknya?” tanya Roberta kepada Ustdadz Mahmud dan Ustdaz Ramdhani.

“Alhamdulillah dengan pertanyaan pertanyaan yang telah disampaikan membuat kami semakin semangat dalam menyampaikan pesan pesan Islam,” ujar Ustadz Mahmud.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *