Bina Mualaf Secara Digital, BAZNAS Gelar Weekly Muslim Course

Mualaf Center BAZNAS laksanakan program digital pembinaan dalam kegiatan Weekly Muslim Course (WISE) setiap hari Jum’at Pukul 20.00 WIB bagi mualaf dan masyarakat umum. Pada Jum’at (2/10/2020) kegiatan Wise mengangkat tema “Waktu Shalat, Adzan, Iqomah, Syarat dan Rukun Shalat” melalui media Whatsapp. Pemaparan materi disampaikan langsung oleh salah seorang narasumber yaitu Ustadz Uus Husni Hirjin, Lc, Wakil Mudir MBS Al-Hidayah Garut. Secara umum pelaksanaan WISE dilakukan dengan terlebih dahulu penyampaian paparan materi dari narasumber, dilanjutkan tanya jawab oleh peserta WISE, dan do’a penutup.

Sesi pertama Wise edisi bulan Oktober dihadiri sebanyak 51 peserta yang berasal tidak hanya dari wilayah Jabodetabek melainkan tersebar dari berbagai macam provinsi dan tergabung dalam grup whatsapp. Peserta dalam menyimak pemaparan materi dapat dilakukan setiap saat, karena metode penyampaian yaitu menggunakan gambar dari setiap halaman powerpoint dan penjelasan melalui voice note di  grup Whastapp.

Ustadz Uus dalam memaparkan tema tersebut didasarkan pada fikih shalat. Diantara materi yang disampaikan yaitu pengertian waktu-waktu shalat, pembagian waktu shalat wajib, fikih adzan dan iqomah, syarat dan rukun shalat serta hal-hal yang makruh dan membatalkan shalat.

“Syarat adalah suatu perkara yang wajib dilaksanakan yang menentukan suatu perbuatan atau ibadah dan ia berada diluar perbuatan itu. Ada dua jenis syarat dalam melaksanakan shalat yaitu syarat wajib dan syarat sah shalat” ujar Ustadz Uus dalam penyampainnya melalui voice note.

Menurutnya kedua syarat tersebut memiliki keterkaitan dan saling terhubung. Maka kedua syarat tidak dapat dipisahkan.

“Miftahusholat al wudhu atau miftahusholat at tuhur bahwa pelaksanaan shalat kunci utamanya yaitu wudhu. Ketika wudhunya benar maka shalatnya pun akan benar” terang Ustadz Uus menguatkan keterangan pelaksanaan syarat sah shalat dalam mensucikan badan. Selain itu, dalam pengaplikasiannya seseorang perlu menggunakan pakaian yang sopan, rapih dan menutup aurat,” sambungnya.

“Ustadz bagaimana hukum menggunakan masker, terlebih sekarang lagi musim virus corona,” tanya seorang peserta Wise, Kris, saat sesi tanya jawab berlangsung.

“Boleh menggunakan masker, karena ada dalilnya darul uma fazid muqaddamul alajal bil mashaalih, selama pandemi berlangsung dan ahli kesehatan, para ulama MUI, sudah memberikan fatwanya maka boleh dilakukan, karena dapat membahayakan dan memberi bahaya bagi orang lain,” terang Ustadz Uus.

Saat sesi penutupan, Ustadz Uus juga menerangkan bahwa shalat membentuk kepribadian dan akhalk seseorang muslim. Ketika shalat dilakukan sesuai waktu, syarat, dan rukunnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *