Da’i BAZNAS Ajarkan Mualaf Binaan Fikih Salat di Mentawai

Da’i Mualaf Center BAZNAS, Ustadz Ramdhani Saadillah, kembali melaksanakan pengajian mingguan di Masjid Taqwa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (28/9/2020). Da’i bersama binaan mualaf lainnya sebanyak tiga belas jiwa turut menjenguk salah satu binaan mualaf, Halimah, yang baru saja melahirkan selepas pengajian selesai. Da’i juga turut diberikan kesempatan oleh Halimah untuk memberikan nama anak tersebut yaitu Inayah Athifa.

Binaan Mualaf Meileppet Kunjungi Rumah Halimah

Halimah yang melahirkan seorang putri dua pekan lalu berkesempatan untuk bertemu dengan binaan lain karena kunjungan peserta pengajian kerumahnya. Diakhir kunjungan da’i turut mendoakan agar anaknya menjadi sholehah kebanggaan orang tua dunia akhirat. Setelah itu ibu-ibu mualaf yang lainnya memberikan bingkisan dan tanda mata.

Sebagaiman materi dari Ustadz Ramdhani Saadillah mengenai fikih salat sebelum kunjungan tersebut. Bahwa hakikat dari salat itu melaksanakan perintah Allah SWT yaitu ber amar ma’ruf nahi mungkar, atau berbuat kebaiakan dan mencegah kemungkaran seusai melaksanakan salat.

Pada pelaksaan pengajian para mualaf bersama-sama menghafal dan melafalkan bacaan salat yang pada pertemuan sebelumnya diajarkan oleh Da’i. Setelah itu, Da’i memperagakan tata cara shalat yang baik dan benar baik dari gerakan maupun bacaan. Para mualaf memperhatikan dan menyimak pemaparan serta peragaan Da’i.

Da’i BAZNAS Paparkan Materi Tentang Fikih Shalat

“Beliau menanyakan tentang hukum mengusap wajah setelah selesai salam apakah itu ada anjurannya atau tidak?” tanya Desmawati saat sesi tanya jawab dibuka. Ia menjelaskan latar belakang pertanyaannya atas dasar pengalamannya saat shalat berjama’ah bahwa usai shalat berjama’ah setelah salam sebagian ada yang mengusap wajah ada juga yang tidak.

“Jika melihat dari literatur fikih, tidak ada anjuran atau perintah untuk mengusap wajah setelah selesai salam. Termasuk dari dalil hadits-hadits tentang tata cara shalat nabi, sama sekali tidak disebutkan apalagi disunnahkan. Akan tetapi ada beberapa ulama yang membolehkan mengusap wajah setelah salam dengan alasan khawatir ada yang menempel di wajah entah debu atau apapun” terang Da’i.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *