BAZNAS Kuatkan Akidah Mualaf dengan Edukasi Pernikahan Islami

Mualaf Center BAZNAS gelar kajian bulanan setiap ahad diakhir bulan dalam kegiatan tadabur semesta. Tema yang dibahas pada hari Ahad (30/8/2020) yaitu “Menikah: Kuatkan Akidah, Dapatkan Sakinah”Tujuan diselenggarakannya acara tersebut yaitu untuk mengedukasi mualaf dan secara umum umat muslim bahwa menikah merupakan proses yang perlu dipersiapkan dalam mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Pelaksanan tadabur semesta dilakukan utamanya melalui Zoom dan disambungkan ke jaringan siaran langsung Youtube. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan peserta yang belum sempat mengikuti kegiatan dapat mengakses sesuai waktu luang yang ada.

Pada kegiatan ini, narasumber yang menyampaikan materi adalah lulusan Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Qairo, Mesir Tahun 2002 yakni Ustadz Wawan Ahwani Amin, Lc. MA. Selain itu, proses berjalannya diskusi dipandu oleh moderator, Ardy Chrismas Widiantoro selaku Staf Advokasi dan Pendampingan Mualaf Center BAZNAS RI.

Keluarga atau rumah tangga secara literasi fikih diawali dengan proses pernikahan. Nikah itu sebuah akad transaksi untuk menghalalkan hubungan suami istri dengna kalimah nikah atau kalimat tazwiz. Sehingga apapun hubungan yang tidak melalui akad yang sah tentu akan menjadikan manusia terjebak dalam perbuatan yang Allah SWT haramkan,” terang Ustadz Wawan Ahwani Amin.

Dalam paparannya, Ustadz Wawan menambahkan sebuah pernikahan didalamnya ada hubungan atau ikatan suci yang mana Allah SWT menyebutnya sebagai mitsaqon ghaliza. Ikatan tersebut merupakan ikatan yang sangat kokoh dan kuat sehingga ada sebuah perjanjian yang tidak dapat dibatalkan. Miitsaqon ghaliza akan tercapai jika sepasang suami dan istri dalam melalui proses akad telah memenuhi syarat dan rukun Islam.

Rasulullah SAW, membahasakan rumah tangga yaitu Baiti Jannati. Rumah tangga atau rumah surgawi tentunya suami istri harus merasakan indahnya betawa indah, nyaman, sempurnanya hiduooknya saat Allah SWT memberikan pasangan. Suami dan istri harus mencerminkan pribadi-pribadi ahlul jannah. Tidak boleh ada maksiat, riba, dan hal-hal yang diharamkan,” ujarnya.

Menurutnya ada tiga hal kebesaran Allah SWT dalam membangun rumah surgawi yaitu pertama, Sakinah, yang memiliki hatinya tentram, damai, dan bahagia. Hati yang tentram itu ialah yang selalu mengingat kepada Allah SWT. Dia mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah SWT sehingga tidak banyak mengeluh. Kedua Mawaddah, yaitu cinta seseorang bukan sekedar karena pesona lahiriah, meliankan adanya rasa betapa nesarnya kenikmatan dan anugerah Allah SWT yang diberikan kepadanya atas ikatan dan hubungan pernikahan.

“Ketiga Rahmah, yaitu saat hati sudah bahagia dan cintanya sudah mendalam, maka akhirnya Allah SWT memberikan rahmat berupa keturunan yang soleh dan solehah sehingga menjadi prestasi kelak bila meninggal dunia,” tuturnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *