BAZNAS Gelar Seminar Kebangsaan Tingkatkan Nasionalisme Mualaf

Mualaf Center BAZNAS mengadakan Seminar Kebangsaan bertajuk “Merajut Kebersamaan di Tengah Kebhinekaan”, Sabtu (22/8/2020) . Sebanyak 37 orang berpartisipasi dalam webinar yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom dan Live Streaming Youtube. Adapun peserta yang mengikuti seminar kebangsaan merupakan mualaf, pembinaa mualaf, dan masyarakat umum lainnya.

Pada kegiatan tersebut ​​​​​​​turut hadir oleh beberapa narasumber antara lain Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhammad Fuad Nasar, Founder Aswaja Muda sekaligus Tim Penulis Fikih Kebangsaan, Ahmad Muntaha, Direktur INMIND Institute, Yon Machmudi, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS RI, Irfan Syauqi Beik, dan Kepala Lembaga Mualaf Center BAZNAS RI, Salahuddin El Ayyubi.

Pada kesempatan penyampaian keynote speech oleh Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Muhammad Fuad Nasar menyatakan “Semua elemen dan elite bangsa harus mampu berpikir jernih dan bebas dari dendam masa lalu dalam memahami dan memaknai kedudukan Pancasila dan kedudukan agama secara konstitusional. Diskursus hubungan Pancasila dan agama sejatinya telah selesai bagi bangsa Indonesia semenjak 18 Agustus 1945 dan kemudian dikukuhkan kembali dengan Dekrit Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 yaitu kembali ke UUD 1945”

Sementara itu Direktur INMIND Institute, Yon Machmudi menyampaikan “Moderasi atau sikap moderat merupakan kunci mempertemukan antara Islam dan Nasionalisme. Moderasi itu menyangkut suatu sikap adaptasi, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan secarara baik karena kalau tidak mampu beradaptasi, yang terjadi adalah kebencian kelompok yang berbeda, permusuhan, ujaran kebencian atau “hate speech”, dan penghakiman”.

Sebagaimana tujuan dari diadakannya kegiatan ini menurut Kepala Lembaga Mualaf Center BAZNAS RI, Salahuddin El Ayyubi mengatakan agar mualaf dan pembinaan mualaf dapat menanamkan semangat nasionalisme dalam kerangka syari’at agama. Oleh karenanya, urusan agama dan negara tidak dapat kemudian dipisahkan karena kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *