Giat Da’i BAZNAS Bina Mualaf Mentawai Terkait Thaharah

Da’i Mualaf Center BAZNAS melaksanakan pembinaan mingguan untuk mualaf di Desa Maileppet, Siberut Selatan pada Senin (10/8/2020). Kajian ini dihadiri oleh 4 orang mualaf, karena 10 Kepala Keluarga (KK) mualaf  lainnya sedang bepergian ke daerah asal mereka Desa Saliguma Siberut Tengah. Pada kesempatan ini, Da’i membahas Fiqih Thaharah. Da’i menjelaskan hal-hal dasar dari thaharah, mulai dari jenis-jenis air yang bisa digunakan untuk bersuci, jenis-jenis najis dan cara menyucikannya serta jenis-jenis hadats.

Pada pembahasan najis, Da’i mengingatkan para mualaf untuk benar-benar memahami perihal ini, terutama mengenai najis yang berasal dari anjing dan babi. Karena dalam berbagai kesempatan saat melewati rumah mualaf atau saat kunjungan membagi basic need Dai sering menjumpai anjing yang bebas berkeliaran dalam rumus bahkan dipegang dan dibelai dengan bebasnya oleh anak-anak para mualaf.

Da’i BAZNAS Menjelaskan BAB Thaharah dalam Kajian Mingguan di  Masjadi At-Taqwa

Da’i menjelaskan tentang hukum najis anjing yang babi, yang dianggap sebagai najis yang besar (mughallazhah) yang menyucikannya harus dengan cara khusus, yakni dengan membasuh dengan air tujuh kali, salah satunya dengan tanah. Da’i menjelaskan juga bahwasanya menjaga kesucian dan kebersihan (Thaharah) bisa menjadi wasilah terjaganya kesehatan lahir dan batin. Termasuk dari wabah Covid-19.

“Jika ibu-ibu melakukan praktek tharahah dengan benar sesuai tuntunan syariat, insya Allah jadi salah satu bentuk pencegahan agar terjaga dari Covid-19,” ujar Da’i.

Mudah-mudahan pelajaran tharahah yang disampaikan dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai kesucian yang sempurna jasmani dan rohani.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *