“LEADERSHIP”

Oleh : Ahmad Fikri, M.Pd, NLP
SEKOLAH DAI BAZNAS
Kamis, 23 Juli 2020

Potensi leadership sudah ada sejak lahir, seiring dengan perkembangan kemampuan dan bertambahnya usia akan memicu dan memacu kemampuan leadership.

Kemampuan menganalisis 5W-1H ( what, when, where, why, who, how ) melatih intuisi seorang pemimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengajak mencari jalan keluar dengan menjawab 5W+1H.

“Pemimpin adalah orang yang tahu, mau dan dapat menunjukkan jalan untuk mencapai tujuan”

Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ( HR. Muslim)

Satu hal yang perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin adalah intuisi, keterampilan, dan kemampuan leadership sehingga bisa memimpin dan mengajak orang lain.

Definisi kepemimpinan menurut para ahli, diantaranya:

  1. Menurut Peter Drucker “Satu satunya definisi dari kepemimpinan adalah seorang yang memiliki pengikut”
  2. Menurut Warren Bennis “Kepemimpinan adalah kemampuan menterjemahkan visi, cita-cita, ide, dalam sebuah kenyataan, praktik, action, progra, dan lain-lain”
  3. Menurut Bill Gates “Sebagaimana kita ketahui dimasa-masa yang akan datang, ditahun atau abad berikutnya, seorang pemimpin adalah mereka yang mampu mengembangkan orang lain.
  4. Menurut Jhon Maxwell “Kepemimpinan adalah mempengaruhi tidak lebih dan tidak kurang.”

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah proses sosial mempengaruhi yang memaksimalkan peran orang disekitarnya untuk mencapai tujuan.

Ada 4 prinsip dalam sebuah kepemimpinan yang strategis :

  1. Kemampuan menyampaikan visi (Share Vision)
  2. Memberdayakan, membangkitkan, menggerakkan orang-orang (Empower People)
  3. Memimpin perubahan (Lead Change)
  4. Menginspirasi orang (Inspiring People).

Share Vision dan Empower People

Allah berfirman dalam QS. Yusuf : 108 :

Katakanlah inilah jalan agamaku aku dan orang-orang yang mengikuti ku mengajak kamu kepada Allah dengan hujjah yang nyata maha suci Allah dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik

Lead Change

Allah berfirman dalam QS Ali imran -104 :

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung”

dan di dalam QS An-Nahl 125 :

Yang mampu membuat perubahan ialah seorang yang memilikk akhlakul karimah dan ilmu dengan diringi proses dan cara yang baik

Inspire People

Menginspirasi orang sehingga perubahan tidak lagi pada sekolompok orang saja melainkan menyebar ke berbagai kalangan. Membuat setiap orang mau bergerak, memiliki kesadaran, dan merubah dirinya sendiri.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Ar-A’rad : 11:
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri

Dalam menguatkan prinsip-prinsip dalam diri seorang pemimpin, ada tools yang perlu dimaksimalkan berdasarkan poin-poin yang ada dalam 4 prinsip kepemimpinan diantaranya:

1. Share vision
Telling : berbagi, mengabarkan, dan menysiarkan. Keterampilan dasar yang perlu dimiliki yaitu :

a. Komunikasi yang terdiri dari 3 poin :

  • Menguasai bahasa
  • Mengetahui metode pembahasaannnya, seperti menggunakan kata-kata positif yang memiliki energi
  • Memperhatikan cara pembawaannya yaitu dihat dari intonasi, body language, vokal, dan tone suara.

b. Rapport Building yaitu berusaha mendekatkan diri dengan jama’ah dengan melakukan metode miroring.

2. Empower People

Demonstrating

a. Role Model : Da’i harus menjadi orang yang baik dan layak untuk dicontoh.
b. Personal Mastery : Da’i harus mempunyai keahlian dalam bidang keagamaan.

3. Lead change

Influencing

a. Coaching atau pendampingan.

b. Mentoring atau pembinaan.

4. Empower People

√ Movement

a. Problem solving : menjadi solusi dari permasalahan

b. Dicision making : mampu memutuskan dengan keputusan terbaik.

Seorang Da’i yang kuat dalam influencing dan telling dapat mengurangi potensi konflik. Selain itu, jika kuat dalam movement dan demonstrating maka Da’i akan dengan mudah meningkatkan jumlah pengikut atau jama’ah.

Keberhasilan seorang Da’i dapat di ukur sesuai dengan rencana dan target yang ditentukan dan direncanakan. Selain itu, keberhasilan tidak selalu dilihat dari kuantitas namun bisa dilihat dari kualitas jama’ah yang dibina.

Mualaf Center BAZNAS
Lembaga Pendidikan dan Pelatihan BAZNAS

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *