STRATEGI MENGHADANG PEMURTADAN

Oleh:

Ustadz Abu Deedat

(Komisi Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia)

dalam SEKOLA DA’I BAZNAS

Akhir-akhir ini gerakan pemurtadan yang dilancarkan oleh para misionaris semakin agresif mulai dari cara yang halus sampai kepada cara yang kasar yaitu dengan menggunakan dalil-dalil Alquran maupun hadis yang dipotong-potong atau dipenggal-penggal dengan tujuan untuk meyakinkan kepada kaum muslimin bahwa Alquran maupun hadist nabi itu membenarkan dan mendukung kebenaran Al-kitab Bibel.

Dakwah misionaris yaitu dengan cara melunturkan aqidah Islam terlebih dahulu yaitu dengan meragukan keyakinan umat Islam terhadap Al-Qur’an baru kemudian diarahkan kepada pemahaman mereka.

Ada dua metode misionaris melakukan pemurtadan yaitu dengan cara pembinaan dan penghancuran. Metode pembinaan adalah upaya agar umat Islam itu masuk ke dalam agama Kristen dengan cara diberikan bantuan sembako, beasiswa, pengobatan secara gratis, pembukaan lapangan pekerjaan dan lain-lain. Hal tersebut sebagaimana konsep utang Budi yang mereka ciptakan terlebih dahulu.

Metode penghancuran adalah sebagaimana melepaskan aqidah umat Islam yaitu dengan menjauhkannya dari ajaran Islam dengan cara dirusak pola pikir dan akhlak supaya tercabut budi pekerti yang dimiliki.

Tantangan dan problematika umat saat ini tidak hanya maraknya pemurtadan tapi juga adanya paham paham lain yang melenceng dari syariat Islam. Paham-paham tersebut diantaranya sekulerisme, pluralisme, liberalisme. Selain itu juga ada gerakan atheisme dan komunisme. Ditambah adanya parasit atau benalu aqidah dan merebaknya aliran sesat sehingga menyebabkan adanya aliran penghayat kepercayaan.

Strategi umat Islam dalam menghadang kristenisasi yang dapat dilakukan diantaranya yaitu mencermati serta mempelajari strategi dan gerakan musuh kaum Kristen dan Yahudi. Kedua membuat dan melakukan pemetaan dalam upaya meningkatkan kualitas umat. Ketiga melakukan pembinaan dan perlawanan. Ke-empat membangkitkan semangat Ukhuwah Islamiyah

Adapun program menghadang kristenisasi di antaranya membentuk jaringan kerja antar organisasi dan lembaga serta memetakan aktivitas kegiatan dalam upaya menghambat serta menghancurkan kekuatan lawan. Kedua, melakukan pembinaan umat melalui aktivitas dakwah dengan pendekatan yang informatif dan persuasif serta melibatkan berbagai unsur lembaga dan perorangan. Ketiga, melakukan kajian intensif tentang kristologi bagi para aktivis dakwah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *