Syiar Da’i Mualaf Center BAZNAS di Masa Pandemi Covid-19

Terik panas siang hari begitu menyengat, alam terasa agak berbeda dari hari biasanya, hujan pun seakan tak mau turun, tapi secara tiba-tiba datang dengan lebatnya, begitu besar karunia Sang Maha Kuasa, saya malu karena banyak nikmat serta waktu yang sia-sia tanpa diisi dengan hal bermakna. Mohon ampuni kami Ya Allah Ya Rahman kepadaMu Ya Allah hamba berserah, mengadukan semua masalah, suka duka serta banyaknya permintaan serta banyaknya dosa.

Sungguh telah berlalu bulan yang mulia, kami pun telah melaksanakan hari raya tapi wabah belum juga usai, dosa apakah yang telah kami lakukan ya Allah. Kami memohon maaf atas segala kesalahan ya Allah Ya Rahman pulihkan lagi negeri kami dari aneka ragam wabah, mara bahaya, derita dan segala macam masalah. KepadaMu ya Allah kami berserah, kami yang banyak lupa mengingatMu, banyak melakukan kesalahan, serta aneka ragam kemaksiatan, mohon ampunanMu ya Rahman, mohon belas kasihanMu ya Allah, ridhoi kami ya Allah, rahmati kami Ya Allah.

Hari berlalu dengan cepatnya tak pernah berhenti, akan tetapi korban Covid-19 terus bertambah, seakan-akan kami menunggu giliran, ada ketakutan yang tak kunjung reda, ketidakpastian, serta terasa Indonesia sudah tak punya kemampuan untuk menghadapi semua. Segala macam cara telah dicoba, dari bantuan untuk seluruh warga Indonesia, agar selalu tetap dirumah, agar tetap selalu menjaga jarak, menjaga kebersihan, menjaga kesehatan dengan olahraga, mengkonsumsi makanan bergizi serta bertawakkal kepada Allah. Satu demi satu tenaga medis dan kesehatan berjatuhan, telah lama mereka berjuang dengan atribut seadanya sungguh besar tawakkal dan perjuangannya. Ya Allah, kami sebagai warga apa yang telah kami lakukan!? Mudah-mudahan dengan mentaati pemerintah, kami termasuk dari para pejuang yang memulihkan Indonesia.

Abi,..!?? Faaza rindu sekolah, saya mengatakan : ‘kan bisa belajar sama abi dan umi’ , anak saya mengatakan : “Faaza juga rindu sama teman-teman, lingkungan sekolah, guru dan kelas..”

Sampai kapankah anak-anak kita akan dirumah? tentu kita tidak akan melepaskan mereka keluar. Pertanyaan demi pertanyaan terus berdatangan, akankah ada akhir dari wabah, atau mungkin ini akan menjadi sejarah kita nantinya.

Sekilas penulis pun melihat di televisi banyak para pekerja di PHK, banyak perusahaan yang bangkrut, serta kriminal terus bertambah. Sekilas penulis berpikir sebelum ada wabah corona, Indonesia saya tercinta sudah banyak masalah terlebih dengan tambahan wabah ini, sungguh lengkaplah sudah.

Sabtu (6/6/2020), Kapal ASDP Gambolo berlabuh di dermaga Maileppet, biasanya tidak membawa penumpang, sekarang membawa penumpang dan barang. Ada rasa takut, jangan-jangan ini membawa penyakit, banyak pikiran muncul dikarenakan Padang merupakan wilayah yang telah ditentukan sebagai Zona Merah bahkan terus meningkat kasusnya sampai sekarang. Suasana hati ini tak beraturan, kami berencana mau mengaktifkan lagi pembinaan mualaf yang telah terprogram dengan baik, Alhamdulillah telah berjalan seluruh kegiatan, baik pembinaan pekanan, bulanan dan pembagian kebutuhan dasar.

Mualaf Center BAZNAS terus mengadakan terobosan untuk menembus keterbatasan dalam hal peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pembinaan yang berkesinambungan, penanaman aqidah dan akhlak, peningkatan kualitas dan kuantitas pengetahuan, penambahan wawasan, serta berusaha untuk selalu membersamai mualaf untuk meringankan beban dan kesulitan yang dihadapi, terlebih pada masa pandemic covid 19, Mualaf Center BAZNAS lebih dulu dalam pergerakan Edukasi Covid 19, pembagian sabun, masker, brosur kesehatan, serta selalu mendatangi rumah warga untuk menyampaikan pesan-pesan Islam serta focus untuk selalu menjaga agar binaan selalu tetap keadaan sehat.

Mualaf Center Baznas (MCB) juga telah mendistribusikan aneka ragam paket di Siberut Selatan, Muallaf Kit, paket buka puasa, dan Paket Logistic Keluarga (PLK), Alhamdulillah semua program telah terlaksana, para mualaf sangat bahagia, dan gembira. Salah seorang mualaf menuturkan hal yang lebih penting dari itu semua “kami bisa belajar dan dibina sehingga semakin menambah keimanan ilmu dan wawasan kami”. Diantara beban yang kami rasa apabila bertugas dalam proses pembinaan adalah ‘sekarang kami tidak bisa bebas dalam mengadakan pembinaan dan pengajaran karena wabah belum berhenti’ mudah-mudahan proses door to door bisa berjalan dengan baik agar binaan MCB terus bisa mendapatkan pengetahuan agama walau dalam masa pandemi.

Seolah waktu berhenti berputar tapi terus berjalan, tapi kami tak akan patah semangat dalam mengemban risalah dakwah karena Allah akan memberikan kemudahan dari setiap kesulitan. Semakin banyak ujian yang menimpa Indonesia berarti Indonesia akan diberikan kebaikan yang sangat banyak oleh Allah. Sehingga Indonesia bisa lebih baik lagi, bijak dan professional terutama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Karena Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber dayanya. Sehingga kita telah diakui oleh seluruh negara.

Mudah-mudah kami disini bisa terus berkarya untuk bangsa agar selalu lebih baik dari sebelumnya. Mualaf Center Baznas akan terus ada di barisan bersama mualaf untuk selalu sigap untuk menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat, akan selalu di hati serta akan menyegarkan dengan sajian-sajian yang menarik. Dengan menumbuhkan semangat kegotong royongan kebersamaan, karena kita negara yang besar Insya Allah masalah yang sekarang akan bisa kita hadapi dengan bersama-sama, dengan tetap mentaati pemerintah, tetap menjaga kebersihan, memulai dari rumah, tetap bekerja dirumah, tetap waspada, selalu menjaga kebersihan, tak lupa berdoa kepada Allah serta selalu bisa membantu sesama. Mudah-mudahan kita bisa lepas dari ini semua.

#LEKAS PULIH INDONESIA

Red : Mahmud

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *