Da’i BAZNAS Gelar Diskusi dengan Mualaf Terkait Ibadah di Masa New Normal

Da’I Mualaf Center BAZNAS, Asep Ma’sum, mengajak musyawarah warga mualaf pada Jum’at (5/6/2020) di Dusun Otobasa, Desa Keranji Paidang, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, terkait program pembinaan untuk minggu-minggu yang akan datang. Proses pembinaan akan menyesuaikan dengan kondisi saat memasuki fase New Normal yang disosialisasikan oleh pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi pandemik Covid-19.

Ada syarat-syarat yang harus di penuhi suatu wilayah untuk memasuki fase New Normal sebagaimana yang tercantum dalam SK Menteri Dalam Negeri diantaranya, penularan Covid-19 di wilayah setempat harus sudah terkendali dan terisolasi; kapasitas infrastruktur kesehatan harus baik; kemampuan menekan kasus impor atau kasus yang berada dari luar daerahnya; pemerintah daerah sudah memiliki prosedur standar operasional (SOP) dan kesiapan apabila suatu kasus kembali merebak di wilayah tertentu dalam daerahnya; semua sektor yang ingin dibuka kembali setelah dibatasi pada era PSBB, harus siap menjalankan protokol baru dan siap diawasi lagi apabila bersinggungan dengan kasus Covid-19; harus ada sikap suportif dari masyarakat, kepastian hukum ketika menjalankan protokol new normal, membuka kanal laporan, masukan, dan aduan masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses masa transisi menuju masyarakat produktif dan aman dalam masa pandemi Covid-19.

“Keadaan Desa Keranji Paidang saat ini sudah membolehkan berkumpul namun dengan tetap menjaga protokol pencegahaan Covid-19 sampai suasana aman dan terkendali,” ujar Mardinus, DKM Masjid Jabal Nur yang juga sekaligus menjadi salah satu binaan Mualaf Center BAZNAS.

Musyawarah telah dihadiri kurang lebih sembilan warga mualaf Dusun Otobasa. Hasil musyawarah memutuskan bahwa jika tidak ada kendala, minggu depan sudah normal kembali dalam melaksanakan pembinaan baik untuk anak-anak dan warga mualaf di sebagaimana waktu sebelum terjadinya pandemic Covid-19.

Saat pertama kali adanya kasus Covid-19 di Kecamatan Sengah Temila, pembinaan dihentikan sementara sebagaimana instruksi pemerintah daerah untuk mengurangi kegiatan diluar dan pengumpulan masa. Sudah hampir dua bulan warga mualaf di Dusun Otobasa tidak melaksanakan pembinaan.

“Semoga pembinaan ini terus berjalan lancar dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, sehingga mualaf pun dapat meningkatkan pengetahuan Islam kembali agar menjadi dasar untuk menjadi muslim/mah kaffah,” tutup Asep.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *