Momentum Idul Fitri; Menyucikan Jiwa, Mengokohkan Keluarga

الله أكبر الله 9x.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، اللَّهُ أَكْبَر ُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ ، وَلِلَّه الْحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلهِ اْلكَرِيْمِ اْلمَنَّانِ, اْلمُتَفَضِّلُ بِاْلإِحْسَانِ عَلَى اْلدَّوَامِ، نَحْمَدُ اللهَ الَّذِى أَتَمَّ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ بِالصِّيَامِ وَأَبَاحَ لَنَا الفِطْرَ اْليَوْمَ إِيْذَانًا بِعِيْدِنَا أَهْلِ اْلإِسْلَامِ، وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ اْلمُصْطَفَى وَالرّسُوْلِ اْلمُجْتَبَى سَيِّد وَلَدِ عَدْنَانَ، مَنْ صَلَّى وَصَامَ وَأَحْسَنَ وَقَامَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُوْلِي النُّهَى وَاْلإِقْدَامِ .

أَمَّا بَعْدُ فَأُوْصِيْكُمْ وإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. wa lillahil hamd

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang berbahagia

Dengan tenggelamnya matahari kemarin sore, maka resmilah kita meninggalkan Bulan Suci Ramadhan yang mulia. Bulan penuh keagungan ini pergi dengan membawa segala catatan amal ke hadirat ilahi Rabbi, untuk kita lihat dan pertanggungjawabkan di hari mahsyar nanti.

Ramadhan tahun ini terasa benar-benar berbeda. Di tengah mewabahnya pandemi Covid-19, kita mendapatkan karunia untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga di rumah. Kebersamaan ini menjadi sangat penting dalam merekatkan hati dan mengokohkan pendidikan dalam keluarga. Sebab keluarga adalah pilar peradaban umat manusia. Keruntuhan sebuah masyarakat akan benar-benar terjadi saat pendidikan keluarga terabaikan.

Dalam Surah An Nisa, Allah mengingatkan:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا –

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa: 4)

Dalam proses pendidikan itu, ada dua hal mendasar yang sangat penting untuk kita lakukan. Kedua hal tersebut adalah usaha mengikatkan (ArRabthu) dan mengingatkan (AlIndzâr).

Jamaah Idul Fitri yang berbahagia

Sejak anak berakal dan mampu berfikir, hendaklah orang tua mengikatnya dengan rukun iman dan hakikat keyakinan sesuai apa yang disebutkan dalam Al Quran dan Hadits. Seperti keyakinan tentang Allah, kiamat, akhirat, surga dan neraka. Adanya keyakinan ini akan menumbuhkan rasa diawasi oleh Allah, rasa takut kepada Allah, cahaya keimanan yang menyinari naluri, melahirkan ketenangan, dan membentengi dirinya dari kerusakan sosial, bisikan dan waswas.

Hati adalah modal hidup terpenting yang dimiliki oleh anak kita. Hati adalah raja yang akan mengarahkan hidupnya di kemudian hari. Hati yang bercahaya akan berpengaruh pada terangnya pikiran, baik akhlak, dan penerimaan yang besar dari sekitar. Hidupnya lebih terjaga dan jiwanya lebih stabil saat dihadapkan pada problematika hidup yang beragam. Tidak hanya saat ia kecil, tetapi juga akan berlanjut hingga ia besar dan tiba saatnya memikul tanggungjawab.

Bila sejak kecil anak telah dekat dengan ibadah, paham dengan kewajiban, taat kepada Allah dan menjauhi maksiat, maka ia akan hidup seimbang dan kondisi. Ibadah itu yang akan menjaganya tetap tenang, akhlak yang mulia, serta kekuatan hati.

Sejak kecil anak didik untuk dekat dengan Al Quran dan Masjid. Imam Ath Thabarani meriwayatkan dari sahabat Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah bersabda,

Didiklah anak-anakmu atas tiga hal: atas cinta kepada nabi kalian, cinta kepada ahli bait, dan tilawah Al Quran. Sesungguhnya para pemikul Al Quran akan berada di bawah naungan arasy Allah bersama para nabi saat tidak lagi ada naungan selain naunganNya

Jamaah Idul Fitri yang berbahagia

Sejak dini pula, kita sebagai orang tua penting untuk mengingatkan dan menghindarkan anak dari hal-hal yang buruk dan terlarang. Seperti syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, akhlak yang buruk, dan hal-hal lain yang merusak masa depan. Sebab  anak bila dibiarkan bebas dan hanya akan mengikuti kesenangan, khawati ia akan tergelincir.

Ayah dan bunda memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk menyelamatkan masa depan putra-putri mereka. Menjaga kesehatan dan kebugaran fisiknya, serta menjaga jiwanya dengan nilai-nilai pendidikan.

Saat anak terlanjur rusak, di saat itu, sulitlah bagi seorang tua untuk memperbaikinya. Ayah dan Bunda menyesal sangat dalam, lalu sesal pun tiada artinya.

Dalam mendidik anak perlu kepedulian yang tinggi dari kedua orang tua. Sikap cuek, masa bodoh, dan tidak peduli dari orang tua akan merusak masa depan anak. Anak perlu terus untuk diiingatkan, namun dengan cara yang lembah lembut tanpa menyakiti perasaan. Kepedulian orang tua untuk mengingatkan anak dari hal-hal yang buruk kelak akan membentuk kebiasaan yang baik.

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. wa lillahil hamd

Jamaah Idul Fitri yang Berbahagia

Ramadhan mengajak kita untuk kembali kepada hakikat diri kita yang sejati sebagai hamba Allah. Ramadhan telah mendidik kita untuk menjadi insan yang peduli, terutama kepada anak, istri, dan keluarga.

Di hari yang penuh kemenangan ini mari kita mohon ampun kepada Allah, kita saling bermaaf-maafan dengan penuh ketulusan. Kita hapus segala kebencian, kita punahkan segala dendam dan angkara murka, kita songsong kehidupan baru dalam tautan persaudaraan dan kebersamaan.

Hari ini kita menyegarkan kembali kebersamaan sebagai umat yang satu di bawah naungan panji keislaman. Mari kita menengadah tangan, mengkhusyu’kan hati dan menutup khutbah ini dengan berdoa bersama:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

“Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.”

اللَّهُمَّ إِنّأ نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ  وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kemaafan dan kesehatan dan pemeliharaan yang dalam agama, dunia dan akhirat.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُم كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا

“Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka merawat kami di waktu kecil”

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيِاتِ وِالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah Kedua

الله أكبر    7x

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِجْلَالًا لِشَأْنِهِ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ، فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا زَجَرَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

 اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *