BAZNAS Bimbing Anak Mualaf Belajar Online dan Hafalan dari Rumah

Terhitung sudah dua belas hari Nurahman atau yang di sapa ‘Nur’ belajar sekolah di rumah. Nur merupakan salah seorang anak dari Noryah binaan Mualaf Center BAZNAS di Desa Teluk, Kecamatan Kualakampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pada Jum’at (1/5/2020) Nur dibimbing oleh Da’I Mualaf Center BAZNAS, Rendi Saputra, dalam proses belajar online selama berada di rumah.

Adapun aktivitas rutinnya setiap Senin hingga Jum’at mengerjakan tugas dari guru sekolahnya sekaligus menyetorkan hafalan. Da’i Mualaf Center BAZNAS memberikan dukungan dan bimbingan kepada Nur untuk tetap giat sekolah meskipun di rumah.

“Saya sangat terbantu dengan adanya bimbingan dari Ustadz. Biasanya saya suka bertanya tentang hal-hal yang kurang dipahami, sekaligus meminta Ustadz untuk menyimak hafalan sebelum dilaporkan ke pada guru” ujarnya.

Setelah mendapatkan tugas dari guru sekolahnya, Dai Mualaf Center BAZNAS mendatangi kediaman Nur untuk menjelaskan tugas yang diberikan kepadanya dan menyetorkan hafalan yang telah dihafalnya satu hari sebelumnya.

Setelah proses pembelajaran dan setoran selesai, Da’i Mualaf Center BAZNAS mengirimkan hasil tugas yang telah dikerjakan serta setoran hafalan Nur melalui WhatsApp. Setelah itu Dai menunggu beberapa waktu untuk dipastikan apakah ada tugas lanjutan atau ada koreksi. Jika dirasa selesai setelah itu Nur dinyatakan hadir mengikuti pembelajaran.

Sekilas tentang Nurahman, ia adalah anak dari sepasang suami istri yaitu Noryah dan Milo. Noryah merupakan mualaf sedangkan Milo seorang mukallaf. Nur mendapatkan beasiswa pendidikan untuk diasramakan di Yayasan Istana Yatim berkat inisiatif dari BAZNAS Kabupaten Pelalawan. Sekarang Nurrohman duduk di kelas 7 SMP Plus Al-Ibanah Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Menurut penuturannya Ia hanya dibolehkan pulang ketika waktu libur tiba yakni akhir semester. Ada pengecualian untuk kali ini, karena pendemi Covid-19 belum memiliki kepastian dalam penyelesaiannya, maka Nur beserta siswa yang lainnya dipulangkan ke rumah masing masing.

“Orang tua Nur terlihat senang sekali ketika Nur pulang dan melakukan pembelajaran di rumah. Meskipun belajar daring Nur terkendala jaringan, tetapi saya mencoba terus memotivasi Nurahman agar ia senantiasa giat belajar dan menghafal Al-Qur’an selama di rumah” terang Rendi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *