TADABBUR QS. AT-TAUBAH : 51

TILAWAH & TADABBUR SEMESTA

(QS. AT-TAUBAH : 51)

Bersama:

PROF. DR. H. ACHMAD SATORI ISMAIL

(ANGGOTA BAZNAS RI & KETUA IKADI PUSAT)

 قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (At-Taubah: 51)

Segala musibah yang menimpa manusia sudah ditentukan oleh Allah. Maka, Allah adalah sebaik-baik penolong dan pelindung kita bagi orang-orang beriman dan bertawakal. Tawakal merupakan poin pertama yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Artinya, segala urusan baik dunia dan akhirat harus kita serahkan kepada Allah. Berserah diri bukan berarti pasrah dan berdiam diri, namun juga berupaya melindungi diri dari segala potensi penyebaran virus Covid-19. Adapun  upaya yang dapat kita lakukan agar selamat dari wabah ini adalah :

  1. Waspada, siap siaga dan bentengi diri dari bahaya

 “Dari sahabat Ustman bin Affan RA , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang setiap pagi dan sore hari membaca: Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syaiun fil ardi wala fissamaa’i wa huwassami’ul aliim, yang artinya: Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak akan membahayakan sesuatu apapun di bumi dan di langit, dan Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui 3x, maka tidak ada suatu apapun yang dapat membahayakannya.” (HR.Abu Daud dan At-Turmudzi)

بِسْمِ اللهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى الاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمِ

Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada mudharat sedikitpun baik di bumi dan di langit, dan Ia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

  1. Ujian pasti akan menimpa setiap orang manusia, untuk meninggikan derajatnya di sisi Allah dan menghapus dosa-dosa.  

Lalu, bagaimana kita menyikapi jika musibah itu menimpa kita atau bangsa ini? Maka salah satu tugas kita adalah dengan lebih banyak berdo’a. Seperti do’a Nabi Yunus dan Nabi Ayub AS saat diberi ujian oleh Allah SWT. Do’a Nabi Yunus AS:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya”.  (Al-Anbiya’: 87)

Do’a Nabi Ayyub AS

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Sungguh aku ditimpa mudharat dan Engkau Maha Penyayang di antara para penyayang.” (Al-Anbiya`: 83)

  1. Senantiasa meminta perlindungan.

Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari: 6616)

  1. Selalu ber’doa kapan dan dimanapun.

Doa keluar rumah:

 بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Dalam hadis dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan doa ini:

إذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Tirmidzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)

  1. Meminta untuk diberikan ampunan dan afiat.

Do’a memohon ampunan dan kesehatan yang prima di dunia dan akhirat :

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي. اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan kesehatan yang prima di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan kesehatan yang prima dalam urusan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan kejelekan) dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

Diriwayatkan dalam Hadist Bukhori, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan kalimat ini ketika pagi dan sore:

اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُكَ العافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُكَ العفوَ والعافيةَ في دِيني ودُنياي وأهلي ومالي اللَّهمَّ استُرْ عَوْراتي وآمِنْ رَوْعاتي اللَّهمَّ احفَظْني مِن بَيْنِ يدَيَّ ومِن خَلْفي وعن يميني وعن شِمالي ومِن فَوقي وأعوذُ بعظَمتِكَ أنْ أُغتالَ مِن تحتي

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan: dalam agamaku, (kehidupan) duniaku, keluargaku, hartaku. Ya Allah tutuplah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak di lihat orang lain) dan berilah ketentraman di hatiku. Ya Allah, peliharalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak mendapat bahaya dari bawahku“. 

  1. Memperbanyak do’a

Hadits tentang anjuran berdo’a:

مَنْ فُتِحَ لَهُ مِنْكُمْ بَابُ الدُّعَاءِ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ، وَ مَا سُئِلَ اللهَ شَيْـئًا أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يُسَأَلَ الْعَافِيَة، إِنَّ الدُّعَاءَ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

“Barang siapa di antara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang lebih Dia senangi dari pada diminta kesehatan (atau keselamatan). Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun sesuatu yang belum terjadi, maka kalian wahai hamba Allah- harus berdoa.” (HR. At-Tirmidzi).

  1. Upaya menjaga kesehatan dengan menjauhi dari sumber wabah.

Masa khalifah Umar bin Khattab juga terdapat wabah penyakit. Dalam sebuah hadits diceritatakan, Khalifah Umar RA sedang dalam perjalanan menuju Syam lalu ia mendapatkan kabar wabah penyakit. Khalifah Umar RA kemudian tidak melanjutkan perjalanan. Berikut haditsnya:

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏”‏‏

“Umar RA sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar RA mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf RA kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori).

  1. Memperbanyak berbuat kebaikan dan sedekah.

Peristiwa wabah ini menjadi salah satu jihad membersihkan harta dan berbuat baik serta membantu terhadap sesama.

  1. Menguatkan Qiyamulail dan do’a untuk kebaikan sesama.
  2. Menjaga kesehatan, menjauhkan diri dari sebab-sebab penyakit.

Terdapat hadis shahih dari sahabat Jabir bin Abdillah yang menjelaskanj bahwa Rasulullah SAW bersabda:

غَطُّوا الإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لاَ يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلاَّ نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذلِكَ الْوَبَاءِ

“Tutuplah bejana-bejana dan wadah-wadah air. Karena ada satu malam dalam satu tahun waba’/penyakit turun di pada malam itu. Tidaklah penyakit itu melewati bejana yang tidak tertutup, atau wadah air yang tidak ada tutupnya melainkan penyakit tersebut akan masuk ke dalamnya. (HR Muslim)

Dengan mewabahnya virus ini harus membuat kita semakin mendekat kepada Allah SWT, bukan sebaliknya jauh dari Allah, Al-Qur’an dan As-Sunnah. Semoga Allah menjaga diri, keluarga dan bangsa kita dari wabah ini. Amin ya Rabbal Alamin.

Unduh File

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *