Cegah Covid-19, BAZNAS Anjurkan Mualaf Binaan Perbanyak Doa dan Zikir

Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengedukasi para mualaf binaan tentang Covid-19 karena dinilai masih minim akan informasi virus tersebut. Aktivitas ini dilaksanakan pada waktu pelaksanaan kajian bulanan gabungan pada Ahad (15/3). Binaan mualaf gabunga berasal dari tiga desa binaan MCB di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai diantaranya Desa Muntei, Desa Meilepet, dan Desa Muara.

“Masih banyak diantara mereka yang belum memiliki televisi maupun telepon genggam, sehingga informasi tentang Virus Corona belum sampai kepada mereka. Sehingga sangat penting untuk dilakukan edukasi bagi mereka,” ungkap Da’i MCB, Ramdhani Saadillah.

Ramdhani menambahkan Kepulauan Mentawai merupakan salah satu daerah yang menjadi perhatian sebab dikawatirkan tersebar virus Corona. Pasalnya, Mentawai merupakan destinasi wisata yang sangat digemari para turis mancanegara. Salah satu jenis wisata favorit yaitu berseluncur di salah satu pantai diwilayah Sipora. Untuk memasukki wilayah tersebut tentunya turis akan melewati dermaga di Desa Meilepet untuk menempuh terlebih dahulu jalur darat.

“Kajian Bulanan ini merupakan kesempatan bagi kami memberikan pengetahuan tentang berbagai macam hal yang berkaitan dengan virus Corona. Seperti gejala-gejalanya, bahayanya serta upaya pencegahannya. Salah satu langkah pencegahan yang disampaikan kepada para mualaf adalah berusaha menghindari kontak langsung dengan para turis asing karena dikawatirkan mereka membawa virus tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Ramdhani juga mengajarkan salah satu dzikir yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. yang dapat menjadi benteng penolak bala dan bahaya. Yakni, bacaan dzikir

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم

Dzikir ini dianjurkan untuk dibaca pada pagi dan petang, sebagaimana perintah Rasulullah bahwasanya orang yang membaca dzikir tersebut pada pagi dan petang maka tidak ada sesuatu apapun yang dapat membahayakan dirinya. Harapannya, edukasi yang dilakukan dapat mengurangi resiko penyebaran virus Corona di Siberut Selatan ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *