BAZNAS Bekali Mualaf Binaan di Mentawai Sejarah Isra’ Mi’raj

Mualaf Center BAZNAS kembali melaksanakan kajian rutin bulanan untuk seluruh mualaf binaan di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat pada hari Minggu (15/3/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Taqwa Maileppet dan dihadiri oleh mualaf binaan BAZNAS dari tiga desa, Desa Maileppet, Desa Muntei dan Desa Muara Siberut.

Tema yang diangkat pada kajian ini yaitu tentang Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. yang disampaikan oleh dua pemateri, yakni Ustadz Mahmud Ismail, S.Kom.I. yang merupakan Da’i Dewan Dakwah dan Ustadz M. Hanafi, S.Pd.I. sebagai Da’i AMCF.

Ustadz Mahmud menjelaskan latar belakang dan sejarah terjadinya peristiwa Isra dan Mi’raj, serta kewajiban setiap orang Islam untuk meyakini dan mengimaninya. Selain itu, Ustadz Mahmud juga mengajak seluruh mualaf binaan untuk sama-sama memahami dan menjadikan peristiwa ini sebagai sesuatu yang penting yang perlu diketahui.

Suasana kajian saat binaan mualaf BAZNAS menyimak materi dari narasumber.

Adapun Ustadz Hanafi membahas tentang tujuan akhir dari peristiwa Isra dan Mi’raj, yakni kewajiban melaksanakan ibadah shalat. “Karena sangat pentingnya shalat, ia langsung diperintahkan Allah tanpa perantara saat berjumpa Nabi Muhammad di Sidratul Muntaha.” Ujar Ustadz Hanafi.

Pada kesempatan tersebut Ustadz Hanafi mengajak kepada seluruh mualaf agar semakin serius dalam menjaga shalat. Karena shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat nanti, baik buruknya amal manusia tergantung bagaimana dia shalatnya.

Pada sesi tanya jawab, ada banyak pertanyaan yang muncul. Salah satunya dari Eti Mariani (39), “Jujur, saya belum dapat menjaga shalat 5 waktu, kadan cuma satu atau dua waktu bahkan sering sekali ditinggalkan. Lalu apa hukuman buat saya jika seperti itu?”

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ustadz Mahmud, dengan membacakan hadits,

من ترك الصلاة متعمدا فقد كفر

Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka dia kafir.

“Sehingga harus dilihat dulu apakah ibu meninggalkan shalat secara sengaja atau tidak sengaja. Kalau sengaja maka harus segera bertaubat kepada Allah dan berjanji tidak mengulangi lagi, sedangkan kalau tidak sengaja maka Allah memakluminya,” jelas Ustadz Mahmud.

Selain itu ada pertanyaan menarik juga dari Roberta, “Ustadz, kan tadi kata Ustadz bahwa saat Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad bertemu langsung melihat Allah di langit ketujuh, apakah Nabi Muhammad pernah menceritakan bagaimana bentuk Allah?”

Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Mahmud, bahwasanya yang dimaksud Nabi Muhammad langsung melihat Allah itu apakah dalam makna sebenarnya melihat atau hanya bertemu saja tanpa melihat. Itu ada perbedaan pendapat atau ikhtilaf. Dan Nabi Muhammad pun tidak pernah menceritakan bagaimana bentuk Allah SWT.

Kajian bulanan ini diharap dapat meningkatkan pengetahuan para mualaf tentang sejarah Isra Mi’raj serta bisa mengambil hikmah dari salah satu peristiwa agung tersebut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *