Mualaf Center BAZNAS jadikan Khutbah Jum’at Momentum Edukasi Virus Corona

Tidak banyak dari binaan Mualaf Center BAZNAS (MCB) mengetahui informasi terkait bahaya virus Corona yang kini sudah mewabah di Indonesia . Pada Jum’at (6/3/2020) menjadi momentum bagi Da’i MCB dalam khutbah rutin untuk memberikan imbauan dan informasi kiat seorang muslim dalam mengahadapi virus corona. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik lokasi penempatan Da’i MCB diantaranya Dusun Otobasa, Desa Sengah Temila, Kecamatan Kranji Paidang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Desa Mailepet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, dan Desa Teluk, Kecamatan Kualakampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Tidak dapat dipungkiri ketidaktahuan masyarakat dipengaruhi faktor rendahnya tingkat ekonomi masyarakat karena beberapa diantara mualaf binaan Mualaf Center BAZNAS tidak memiliki alat komunikasi seperti telepon genggam yang bisa digunakan untuk mengakses informasi. Selain itu pada masing-masing titik memiliki kendala sinyal untuk mengakses informasi daring sehingga informasi yang diterima sangat terbatas.

“Masyarakat mentawai disini tidak terlalu banyak mengetahui terkait wabah virus Corona yang terjadi di Cina maupun Indonesia,” terang Da’i MCB Mentawai, Ramdhani Saadillah, saat dimintai keterangan tentang kondisi masyarakat disana.

Melalui kegiatan khutbah Jum’at Da’i MCB sebagaimana sesuai dengan semangat terbentuknya crisis center cegah corona antara BAZNAS dan Forum Zakat (FOZ)  dan Lembaga Amil Zakat se-Indonesia diharapkan dapat membantu proses masyarakat untuk mendapatkan informasi detil terkait pencegahan dan penanganan virus Corona.

Poin-poin utama yang disampaikan dalam khutbah Jum’at oleh Ramdhani diantaranya tawakal terhadap takdir Allah SWT atas musibah dan bencana yang terjadi, menjaga Allah Azza wajalla dalam melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangannya agar Allah menjaga kita semua, melakukan pencegahan dengan melaksanakan hidup bersih dan sehat, seleksi dalam penyebaran isu tidak benar, dan tetap mengutamakan kesabaran.

Selain itu, masyarakat dan mustahik BAZNAS khususnya binaan mualaf BAZNAS di tiap titik lokasi diajarkan do’a-do’a dalam menghadapi virus corona sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT. Do’a yang diiringi dengan tawakal menjadikan masyarakat lebih tenang dan tidak khawatir berlebihan dalam menghadapi virus corona.

“Tawakal tidak hanya diartika berpasrah kepada Allah SWT saja namun diringi dengan ikhtiar, ikhlas, dan sabar dengan tetap waspada terhadap penyebaran virus corna mengikuti arahan ahli kesehatan dan lembaga-lembaga terkait” Ungkap Salahduddin El Ayyubi dalam sesi Kelas Daring yang membahas tema kiat muslim mengahadapi virus corona pada Kamis, (5/3/2020).

Benteng agama memiliki peran penting dalam mengendalikan psikologi seseorang menghadapi musibah. Sehebat apapun manusia baik ilmu dan teknologi yang dimilikanya, tidak akan sanggup mengelak jika Allah SWT Tuhan semesta alam memberikan ketentuan atas kuasa-Nya. Oleh karena itu, apabila segala daya dan upaya telah dikerahkan kemudian diiringi juga dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT dan musibah tetap dijumpai, maka langkah terbaik menghadapinya dengan menyerahkan segalanya hanya kepada Allah SWT atau yang sebut istijra’ (mengembalikan kepada-Nya).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *