Matahari dan Bulan adalah Dua Tanda dari Tanda-tanda Kekuasaan Allah SWT

Khutbah Gerhana Matahari

Mesjid Cut Nyak Dien Jakarta, 26 Desember 2019

Salahuddin El Ayyubi, Lc. MA

 الحمد لله الذي خلق الليل والنهار والشمس والقمر، وأشهد أن لا إله إلا الله المنجي من عذاب النار وعذاب القبر، والصلاة والسلام على نبينا محمد ما أشرقت شمس وأنار بدر . . أما بعد :

Mengapa kita berkumpul disini?

Karena siang ini ada peristiwa luar biasa… peristiwa Gerhana Matahari dimana sebagian atau keseluruhan penampang matahari tertutup oleh bayangan bulan. Itu terjadi bila bulan berada di antara matahari dan bumi pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bumi karena terhalangi oleh bulan.

Bagi kita seorang muslim/mu’min Matahari dan bulan merupakan dua makhluk Allah SWT. Kita tidak menyembah makhluk ini, karena Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang Menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (Fushshillat: 37)

Tradisi-tradisi lain…

Kita bukan seperti budaya china yang mengatakan seekor Naga raksasa memakan bulan/matahari, sehingga mereka membunyikan petasan untuk mengusir naga tersebut.

Kita bukan seperti orang Hupa di bagian utara california bahwa bulan memiliki 20 istri dengan banyak hewan peliharaan seperti singa dan ular. Saat bulan terlambat dan tidak memberi makan hewan peliharaannya, mereka akan menyerang bulan dan membuatnya berdarah.

Kita bukan seperti  keyakinan di Jepang. Mereka percaya bahwa sewaktu Gerhana Bulan terjadi, ada racun yang disebarkan ke Bumi. Untuk menghindari air di bumi terkontaminasi racun tersebut, mereka pun menutupi sumur-sumur sumber air mereka.

Gerhana bulan/matahari bukanlah pertanda datangnya Batara Kala yang memakan bulan sehingga harus menabuh lumping.

Bukan seperti anggapan jahiliyah bahwa bulan bersedih saat  anak Nabi SAW Ibrahim meninggal dunia.

 Kita berbeda dengan semua itu…

Nabi SAW bersabda:

 إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته

Sesungguhnya Matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang maupun lahirnya.

Semua ini murni karena kudrat, iradat, kehendak dan kemauan Allah SWT.  Hadis di atas lanjutannya:

فإذا رأيتم ذلك فادعوا الله وكبروا وصلوا وتصدقوا

Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044).

Matahari, bumi, semua bisa dirubah Allah SWT, maka bagaimana dengan kita yang sangat kecil dan lemah ini? Lalu pantaskah kita menyombongkan diri dengan harta dan tahta yang kita punya?

Jasa Orang tua…

Kita hanyalah bayi kecil yang lahir ke muka bumi ini, lemah tak berdaya. Berpeluh keringat ibu kita mengandung, bersimbah darah meregang nyawa saat kita dilahirkan. Ayah dan ibu kitalah yg mengasuh, mendidik, menyayangi, sehingga kita seperti saat ini. Melalui orang tua kita lah, kita hari ini dapat melihat kebesaran dan kekuasaan Allah SWT lewat makhluknya bulan dan matahari.

Kiamat itu pasti tiba…

Pagi ini kita hanya melihat matahari tertutup cahaya nya, gelap gulita bumi ini dibuatnya. Tapi Bumi yang kita pijak masih pun kokoh menahan manusia di atasnya. Langit masih cerah seperti biasanya. Namun akan tiba saatnya semua ini akan berakhir. Allah SWT mengingatkan kita:

إِذَا السَّمَاء انفَطَرَتْ -١- وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انتَثَرَتْ -٢- وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ -٣- وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ -٤- عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ -٥- يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ -٦- الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ -٧- فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَاء رَكَّبَكَ -٨- كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ -٩- وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ -١٠- كِرَاماً كَاتِبِينَ -١١- يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ -١٢- إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ -١٣- وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ -١٤- يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ -١٥- وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ -١٦- وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ -١٧- ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ -١٨- يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئاً وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ -١٩-

Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,  dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).  Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhan-mu Yang Maha Pengasih. Yang telah Menciptakanmu lalu Menyempurnakan kejadianmu dan Menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (alam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia Menyusun tubuhmu. Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan. Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka. Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu. Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah. (Al-Infithar: 1-19)

Dahsyatnya hari itu…

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ -١- يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ -٢-

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhan-mu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (Al-Hajj: 1-2)

Kerasnya siksaan…

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَاراً كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوداً غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزاً حَكِيماً -٥٦-

Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami Masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami Ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (An-Nisa: 56)

Azab yg paling ringan di neraka pada hari kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak kakinya yg dapat merebus otak (HR. Tirmizi)

Ini bukan hari berkasih sayang…

فَإِذَا جَاءتِ الصَّاخَّةُ -٣٣- يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ -٣٤- وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ -٣٥- وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ -٣٦-

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. (Abasa: 33-36)

Kalaupun Kiamat besar masih lama lagi datang, kiamat kita pribadi-pribadi tidak akan lama lagi. Tarikan Malaikat Maut terhadap nyawa kita tidak kalah dahsyat dengan tiupan terompet Malaikat Israfil.

Makanya ketika salah seorang shahabat bertanya kepada Rasulullah, kapan akan terjadi Kiamat? Beliau tidak menjawab waktunya, akan tetapi malah balik bertanya, apa yang kamu persiapkan untuk menghadapinya?

Kiamat besar mungkin masih ratusan tahun lagi, tapi kiamat kita pribadi mungkin tidak akan sampai 50 tahun mendatang. Bahkan separohnya.

Apa yg sudah kita siapkan?

Ketika nanti kita ditanya Allah tentang shalat kita? Ketika ditanya tentang puasa kita? Sedekah dan zakat kita? Ditanya tentang JIHAD kita membela agama ini? Ketemu Rasul SAW kita ditanya: betulkah engkau cinta kepadaku? Seberapa kuat sunnahku engkau amalkan? Apakah engkau melanjutkan dakwahku?

Bertemu Bilal: Apakah para panggilan muzain sesudahku engku jawab? Bertemu Usman bin Affan: sudah seberapa banyak hartamu yang kau infakkan? Bertemu Umar bin Khattab, bertemu Muhammad al-Fatih, bertemu Salahuddin Al Ayyubi: apa yang sudah kau lakukan untuk al-Aqsa? Bertemu ayah ibu kita: nak, mana doa-doa dari mu yang selalu kami tunggu?…

Akhirnya…

Semoga peristiwa langka ini, membuat kita semakin sadar akan kebesaran dan kemahakuasaannya. Kita sadar akan kerdil dan lemahnya kita dihadapan Nya. Tidak ada harapan yang bisa kita gantungkan kecuali hanya kepada Allah SWT. Harapan itu kita buktikan dgn amal-amal soleh. Kita takut kepada azab Nya. Kita berharap surga Nya.

Allahumma ya Allah kami memohon ampun dan taubat kepadaMu…taubat seorang hamba yang menzalimi dirinya sendiri…yang tidak mempunyai kekuatan apapun…hanya kepada Mu lah kami pohonkan hidayah dan pertolongan…dunia dan akhirat.

Allahumma ya Allah, berikanlah kepada kami amal-amal soleh yang membuat kami dekat dengan Mu…hanya kepadaMu

Ya Allah…ampunilah dosa kesalahan kami…ayah ibu kami…selamatkan kami dari siksa neraka Mu…dari semua amal-amal yang mendekatkan diri kami dengan neraka Mu…masukkanlah kami ke dalam surga Mu..bersama-sama orang-orang yang engkau ridhoi…dengan rahmat Mu kami memohon ya Allah..

Rahmati kami di saat buku catatan kami dibentangkan…ketika langit runtuh…ketika neraka jahannam mulai dinyalakan api nya..

Rahmati kami saat langit mulai terbelah… ketika bintang-bintang jatuh berserakan…ketika lautan meluap… ketika kuburan-kuburan dibongkar, ketika setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

Ya Allah.. jangan Engkau biarkan kami bergelimang dengan maksiat dan dosa kecuali Engkau ampuni…semua aib-aib kami Engkau sembunyikan…penyakit yang kami derita Engkau sembuhkan…doa-doa kami Engkau istijabah…taubat kami Engkau terima…dan semua hajat kami dunia dan akhirat Engkau kabulkan ya Allah…

Ya Allah.. jangan Engkau haramkan kami dari melihat wajah Mu…melihat Nabi Mu Muhammad SAW…mendapatkan syafa’at dari nya ya Allah…meminum air telaga kautsar dari tangan Nya yang mulia…

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ {180} وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ {181} وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين}. وصلى اللهم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم وجميع المرسلين والتابعين في كل وقتوحين

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *