BAZNAS Bantu Fasilitasi Ade Mantapkan Diri Jadi Seorang Mualaf

Tim Mualaf Center BAZNAS fasilitasi permintaan seorang Katolik, Ade untuk bersyahadat di Kantor BAZNAS, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ade adalah anak kedua dari seorang Ayah dan Ibu yang beragama bukan Islam. Kendati demikian sebenarnya Ade tidak asing dengan Islam karena di didik dan dibesarkan dengan ajaran-ajaran dan nilai Islam, begitu pula dengan adik dan kakaknya.

Berbeda dengan kedua saudaranya yang tetap Istiqomah dengan keislamannya, memasuki jenjang pernikahan membuat Ade pada akhirnya berpindah agama mengikuti agama isterinya yang berasal dari keluarga Katolik.

Kini setelah berkeluarga dan memiliki satu anak Ade yang merupakan seorang perawat di salah satu Rumah Sakit daerah Jabodetabek diuji dengan rumah tangga yang kurang harmonis. Ade mengaku bahwa ketidaknyamanan batinya dipicu karena dominasi dari isterinya dalam segala keputusan dan tindakan.

Karena beban masalah yang menimpanya, disaat itulah hidayah Allah SWT datang kepada Ade.|

“Ayat suci Al-Qur’an telah membuat saya tegar menghadapi masalah yang saya hadapi saat ini,” terang Ade.

Sebelumnya kedatangan Ade pertama kali ke BAZNAS telah terjadi sejak November lalu. Awal kedatangannya hanya untuk memastikan dan menanyakan keberadaan Mualaf Center BAZNAS (MCB). Saat kedatangan yang kedua kalinya Ade pun semakin meneguhkan dirinya untuk mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Disaksikan kakaknya, Ardi, Ade mantap menjadi seorang muslim dengan mengucap syahadat yang dibantu tim MCB.

“Ini kali pertama saya menjadi saksi syahadat, suatu kebahagiaan dapat menyambut saudara semuslim layaknya kain bersih dan suci,” Ujar salah satu amil BAZNAS, Agung Sugeng Pramono.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *