Da’i Mualaf Center BAZNAS : Mualaf Perlahan Harus Meninggalkan Makan Babi

MCB, Rabu (4/9) —– Siberut Selatan. Da’i MCB mengadakan pertemuan ke-2 kajian pembinaan mualaf di Dusun Toktuk, Desa Muntei, Siberut Selatan. Pembinaan dilaksanakan di Masjid Al-Huffazh, Desa Muntei.

Dalam kesempatan tersebut, Da’i MCB menjelaskan mengenai makna yang terkandung dibalik dua kalimat syahadat. Bahwasanya, dua kalimat syahadat yang ringan di lisan tersebut, memiliki makna yang luas dan dalam. Ada konsekuensi besar setelah seseorang berikrar mengucapkan dua kalimat syahadat. Diantaranya adalah ketundukan yang total pada Allah dan Rasul, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan.

Pada kesempatan itu, ada beberapa pertanyaan, salah satunya dari ibu Apriani, “Bagaimana hukumnya seseorang yang sudah masuk Islam (mualaf) tapi belum bisa meninggalkan makan babi?” Hal tersebut ditanyakan karena memang mayoritas warga Mentawai disana masih belum bisa lepas makan daging hewan yang haram tersebut. Kendala utamanya adalah tuntutan adat.

Walaupun mereka sudah masuk Islam akan tetapi masih terikat dengan ada dan wajib menghadiri perayaan tertentu, dan diwajibkan pula memakan daging babi oleh pimpinan suku mereka.

Da’i MCB menyarankan agar kebiasaan tersebut sebisa mungkin ditinggalkan meskipun sedikit demi sedikit. Atau jika bisa, meminta ijin kepala suku agar khusus yang muslim diganti dengan makanan/daging yang halal dalam hukum Islam.

RED : MCB  REP : RS

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *