Cerita Da’i BAZNAS Ajak Anak Mualaf Belajar Islam di Alam Terbuka

Pembinaan anak-anak mualaf di Dusun Otobasa, Kranji Paidang, Landak, Kalimantan Barat berlangsung dengan suasana berbeda dari yang biasanya. Diketahui tempat yang biasa untuk mengaji yaitu Masjid Jabal Nur masih belum rampung diperbaiki.

Atap yang masih belum terpasang secara sempurna menyebabkan masjid banjir ketika hujan tiba. Warga masyarakat pun menyayangkan karena tidak bisa selalu menggunakan masjid tersebut untuk melaksanakan ibadah atau belajar mendalami Islam.

 

Melihat keadaan ini, Da’i Mualaf Center BAZNAS berinisiatif untuk mengajak anak-anak mualaf belajar Islam di alam terbuka dengan menggelar tiker di kebon dekat masjid.

“Seru ustadz belajar di kebun,” canda Andre salah seorang anak mualaf dengan antusias.

Inisiasi Da’i tersebut disambut dengan riang gembira anak-anak mualaf. Anak-anak tersebut pun nampak bersemangat, dan berinisatif mengambil parang untuk meratakan rumput-rumput kebun yang menjulang hingga rata dengan tanah.

Tidak banyak memang area yang diratakan untuk sekedar menggelar tikar agar dapat belajar Islam bersama Da’i Mualaf Center BAZNAS. Namun, pengalaman baru inilah yang ternyata membekas di hati anak-anak mualaf.

“Ini kali pertama saya belajar di luar ruangan bahkan di kebun” ujar Andre.

Kegembiraan anak-anak mualaf menjadi semangat bagi Da’i untuk memberikan ilmu dan pengalaman berharga bagi masa depan anak-anak mualaf. Anak-anak mualaf merupakan aset yang harus dibina dan dijaga aqidahnya untuk meneruskan kebaikan bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu, meski diterpa kendala atau hambatan maka tak gentar bagi Da’i mengajarkan makna kesederhanaan dan perjuangan dalam menuntut ilmu.

RED : NN      REP : AM

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *