BAZNAS Tumbuhkan Semangat Mualaf Tamatkan Pendidikan Sarjana

MCB, Selasa (01/10) — Bekasi. Tim Mualaf Center Baznas (MCB) titik Jabodetabek melancarkan program advokasi terhadap mualaf bernama lengkap Natasha Caroline Pandie (23), Seorang mualaf kelahiran Jakarta tahun 1996 yang kini sedang duduk di semester akhir Universitas Mercu Buana jurusan Psikologi. Sejak kecil Natasha lahir dan tumbuh dalam keluarga yang memegang keyakinan terhadap ajaran protestan. Tak pernah terfikir sebelumnya oleh Natasha sebuah agama menjadi fokus dan pijakan yang fundamental dalam hidupnya, apalagi sampai berpindah keyakinan.

Perjalanan sampai ke titik itu pun bukan tanpa proses dan gejolak batin. Keyakinan Natasha mulai diuji manakala Dia masuk ke dalam dunia perkuliahan. Saat itu Dia dan beberapa rekan kuliah lainnya memutuskan untuk bekerja secara kelompok menyelesaikan tugas Antropologi, di sinilah awal dia mempertanyakan keyakinannya disaat diskusi dalam penyelesaian tugas itu sampai kepada pertanyaan “kenapa kamu memilih agamamu?” Ujar Natasha kepada teman sekelompoknya.

Pertanyaan ini terus mengganggu pikirannya, Natasha tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan ini bahkan didalam al-kitabnya. Tak hanya itu, dalam momen yang sama Natasha mengalami pengalaman spirualitas yang sangat membekas ketika hatinya tersentuh dan menangis merasakan kedamaian dari lantunan surat Al-fatihah yang dibacakan imam shalat teman-teman kerja kelompoknya kala itu.

Surat Al-Fatihah telah menjadi pemantik Natasha untuk terus membaca dan mempelajari lebih jauh tentang Islam. Akhirnya setelah sekitar  dua bulan belajar dan banyak berdiskusi tentang Islam dari orang yang memiliki pemahaman atas setiap pertanyaannya, Natasha mantap mengikrarkan dua kalimat syahadat pada tanggal 27 Juni 2016 bertepatan dengan hari ke 22 di bulan Ramadhan 1437 Hijriah.

Namun kebahagiaan batinnya tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang Dia jalani setelahnya, mulai dari pengucilan, penyudutan, sampai hak-haknya sebagai anak yang dicabut oleh orangtua, seperti salah satunya pencabutan biaya kuliah. Walaupun Natasha hingga kini masih hidup dalam satu atap bersama keluarga besarnya, namun Natasha harus tertatih menghidupi kehidupannya sendiri, termasuk membiayai pendidikan tingkat tingginya.

Untuk itu Tim MCB titik Jabodetabek pada Selasa lalu melancarkan program advokasi untuk Natasha, Tim MCB Jabodetabek yang diwakili oleh Huzaifah Azhar selaku Da’i  ditemani dengan Natasha mendatangi langsung bagian keuangan kampus Universitas Mercu Buana di Jl. Raya Kranggan No.6, RT.006/RW.008, Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi Jawa Barat dan melunasi semua tagihan biaya perkuliahan semester akhirnya. MCB berharap dengan advokasi yang diberikan dapat menjadi semangat baru saudari Natasha untuk memperjuangkan Islam dengan anugerah ilmu yang dimilikinya.

RED : MCB    REP: HA

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *