Aksi Nyata Mualaf Center BAZNAS Hadapi Darurat Asap Riau di Pulau Mendol

MCB, Sabtu (14/19) —– Pulau Mendol. Da’i Mualaf Center BAZNAS membagikan 250 Masker kepada masyarakat  Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan, Riau. Saat ini kualitas udara Pulau Mendol tepatnya di daerah Teluk Dalam berada di level 184 (Unhealthy) berdasarkan aplikasi IQAir Air Visual. Hal itu dikarenakan asap kabut yang berasal dari Pulau Sumatera mulai merambah dan mengganggu aktivitas warga setempat.

Pembagian masker merupakan bentuk preventif bagi masyarakat sekitar atas dampak kabut ASAP yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan salah satunya ISPA. Pembagian masker dilakukan dengan mendatangi langsung ke rumah-rumah warga masyarakat Teluk Dalam diiringi pencerdasan terkait bahaya asap kabut yang sedang terjadi.

“Warga masyarakat disekitar sudah biasa dengan adanya kabut asap, hal itu menandakan minimnya kepedulian masyarakat akan kesehatan bagi diri dan keluarganya. Perlu adanya kegiatan sinergi dengan lembaga sekitar seperti puskesmas dan pemerintah setempat untuk melakukan pengecekkan kesehatan dan pencerdasan kepada masyarakat dalam upaya preventif penyakit ISPA yang sering terjangkit saat darurat asap” imbau Da’I MCB Pulau Mendol, Rendi Sputra,  dalam kegiatannya membagiakan masker.

Meskipun demikian preventif lainnya yang dilakukan pemerintah setempat sejak Rabu, 11 September 2019 yaitu meliburkan sekolah-sekolah di Kuala Kampar berdasarkan intruksi Dinas Pendidikan setempat. Selain itu tokoh masyarakat setempat dan Da’I MCB sekitar pun turut menginisiasi solat Istisqa sebagai bentuk penghambaan dalam memohon penyelesaian kepada Allah SWT atas musibah kabut asap yang terjadi dibeberapa titik di Indonesia.

Harapannya dengan berbagai bentuk kegiatan preventif yang telah dilakukan oleh BAZNAS dan lembaga terkait didaerah Pulau Mendol warga semakin sadar mengenai pentingnya menjaga kesehatan dari bahaya asap kabut ini dan masyarakat berharap semoga musibah asap kabut ini segera selesai.

Red : MCB  Rep : RS

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *