“Jadi Orang Soleh atau Muslih?”

Oleh : Ust. Salahuddin El Ayyubi, Lc., MA

Jika kita mendengar kata Bukit Shafa maka yang akan kita ingat adalah kisah Siti Hajar yang bolak-balik dari Safa ke Marwah mencari air untuk anak tercinta Ismail Alaihissalam. Namun ada peristiwa lain yang tak kalah penting yang pernah terjadi di Bukit ini yaitu ketika pertama kalinya di dalam dakwah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk terang-terangan mengajak kaum musyrikin beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sudah menjadi tradisi bagi penduduk mekah saat itu jika ada sesuatu yang penting maka seseorang akan naik ke bukit Shafa dan akan mulai memanggil orang-orang untuk berkumpul kala itu sibuk dengan urusan masing-masing dengan pekerjaan mereka, tiba-tiba nampak dari kejauhan jauh di bukit Shafa terlihat seseorang yang berdiri dengan tegak orang-orang kemudian berseru orang tersebut berseru wahai masyarakat Quraisy,.

Orang-orang Quraisy berkumpul kemarilah atau mempunyai kabar yang penting orang-orang pun segera menuju Safa dan menghampiri lelaki itu. Mereka kemudian mulai saling bertanya siapa yang memanggil manggil itu sebagian mereka yang telah melihat menjawab innahu Muhammad Muhammad, ternyata orang yang berdiri di puncak bukit Shafa itu adalah orang yang sangat mereka percayai Al Amin adalah mereka adalah orang yang sangat mereka percayai maka dengan penuh semangat tetapi bercampur bingung.

Mereka kemudian berkumpul dan terus berteriak ya Muhammad mengapa engkau mengumpulkan kami di sini? Ketika mereka bertanya dengan pertanyaan itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian balik bertanya kepada mereka. Apa pendapat kalian kalau aku beritakan kepada kalian bahwa ada satu pasukan akan keluar dari bukit ini untuk menyerang kita semua. Apakah kalian mempercayai aku?

Maka mereka menjawabkami tidak pernah melihat engkau bedusta, tentu saja kami percaya, kau sama sekali bukan seorang pembohong. Ketika mendengar jawaban itu Nabi kemudian mengatakan dengan suara yang lantang. Aku ingatkan aku peringatkan kepada kalian akan satu azab yang sangat pedih bahwa Allah itu satu tidak ada pencipta selain Dia, dan Aku adalah. kalau kalian percaya dengan apa yang aku katakan tadi yang akan masuk ke dalam surga.

Mendengar itu semua orang langsung terdiam mereka tidak pernah mengira akan mendengar hal semacam ini. Sebagian besar mempercayai apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Mereka adalah orang-orang yang memiliki akal, mereka adalah orang-orang yang pandai memahami bahasa Arab, mereka mengerti mereka paham apa yang ingin disampaikan oleh Muhammad bahwa ini adalah ajaran baru menyembah kepada Allah yang Maha Satu meninggalkan sesembahan mereka yang sebelum yang selama ini mereka sembah.

Namun ada yang menentang dan mereka datang dari orang-orang terdekat seperti mana dakwah Nabi Luth ditentang oleh istrinya sendiri. Seperti mana Nabi Nuh dilawan dan ditentang oleh anaknya sendiri, sebagaimana dakwah nabi Isa alaihissalam ditentang oleh murid kepercayaannya sendiri.

Begitu pula dengan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam di bukit Shafa untuk pertama kalinya ditentang oleh pamannya sendiri Abu Lahab mukanya terlihat merah padam ia kemudian sebuah batu lalu melemparkannya ke bukit Shafa sambil berteriak celaka engkau Muhammad apakah hanya karena ini yang kau kumpulkan kami di sini?

Ibnu qudamah seorang ulama besar pernah ditanya oleh muridnya wahai imam Apa bedanya orang sholeh dan orang Muslih? orang saleh secara bahasa adalah orang yang saleh kepada dirinya sendiri, Sementara muslim secara bahasa adalah orang yang ingin memperbaiki dirinya dan orang-orang yang ada disekitarnya.

Maka Ibnu qudamah menjawab orang saleh itu orang soleh itu kebaikannya hanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Adapun orang yang muslih maka kebaikan yang keluar dari tangannya keluar dari kakinya keluar dari mulutnya keluar dari dirinya kebaikan itu akan datang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. Beliau juga melanjutkan orang muslih orang yang mengajak kepada kebaikan akan dicintai.

Orang Saleh akan dicintai oleh banyak manusia orang yang orang yang baik akan dicintai oleh banyak manusia. Tetapi orang yang muslih dia akan banyak dibenci oleh manusia.ang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Mengapa demikian jawab sang murid, maka beliau hanya menjawab ketahuilah wahai muridku Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum diutus sebagai Rasul beliau dicintai oleh kaumnya digelari Al Amin diberikan tempat yang mulia ketika mereka berseteru. Waktu Ka’bah hancur dan mereka beberapa kabilah berdebat mereka ingin meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya dan tidak mendapatkan solusi dan mereka menyerahkan solusinya kepada Muhammad seorang yang muda karena mereka cinta kepada seorang Muhammad yang Al Amin yang jujur yang baik.

Tetapi ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mulai memproklamirkan dakwah beliau, mulai mengajak orang-orang di sekelilingnya untuk kepada kebaikan maka berubahlah orang-orang yang mencintainya berubah menjadi orang-orang yang membencinya. Demikianlah di antara Salah satu cara setan menggoda orang yang saleh cara setan menggoda orang yang saleh adalah menimbulkan di dalam dirinya pemahaman tentang kesempurnaan yang semu.

Kesempurnaan yang semu setan akan datang kepada seseorang yang sholeh lalu kemudian membisiki dan berkata engkau lebih mulia daripada orang lain. Engkau sudah salat sementara banyak orang yang tidak sanggup melakukannya, engkau berpuasa sementara banyak orang tidak berpuasa. Dibuat orang ini kemudian sibuk dengan dirinya sendiri dia asik dengan ibadahnya dengan dzikirnya dengan ngajinya dan tidak sempat lagi untuk memikirkan orang lain, dan dia tidak sempat lagi untuk menularkan kebaikan itu kepada orang lain.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ، تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تََمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ، وَتُمِيْطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”. HR. Bukhari dan Muslim

Seorang muslim yang menjadi pedagang atau pebisnis maka orang yang orientasinya bukanlah sekedar meraup untung sebesar-besarnya, tetapi orientasinya adalah bagaimana ia memberikan manfaat kepada orang lain, membantu mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan. Seorang pedagang dan pebisnis muslim pantang untuk menipu customernya ia bahkan memberikan yang terbaik kepada mereka. Dan pada saat dibutuhkan dia menjadi konsultan serta memberi memberikan pilihan-pilihan yang terbaik.

Seorang muslim seorang mukmin yang menjadi guru menjadi tenaga pendidik orientasinya bukanlah sekedar mengajar baru setiap bulannya dia mendapatkan gaji, tetapi orientasinya adalah bagaimana ia memberikan manfaat terbaik kepada murid anak muridnya kepada peserta didiknya ia mengasihi mereka seperti mana mereka mengasihi putranya sendiri dan ia selalu memikirkan bagaimana cara terbaik dalam melakukan pewarisan ilmus, sehingga peserta didiknya lebih cerdas memiliki kompetensi memiliki akhlak yang mulia berkarakter yang terbaik.

Seorang muslim yang menjadi dokter orientasinya adalah bagaimana ia memberikan pelayanan terbaik kepada pasiennya, dan ia sangat berharap kesembuhan dan kesehatan mereka, melakukan yang terbaik bagi kesembuhan dan kesehatan mereka. Ada orang yang bila ia sudah tiada atau jauh dari lingkungan tempat tinggalnya semula semakin lama orang-orang akan semakin merasakan kehilangan akan semakin nampak kebaikan-kebaikan yang selama ini ia tebarkan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sebaliknya ada orang yang bila ia sudah tiada atau jauh dari lingkungan tempat tinggalnya semula semakin lama orang-orang akan semakin merasa nyaman dengan ketidakadaan nya dia akan semakin ketahuan dan nampak kejahatan-kejahatan yang selama ini dilakukan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda di antara manusia terjahat itu adalah orang yang dijauhi oleh orang lain karena takut kejahatan atau kekejian nya. Kita tinggal memilih mempersiapkan diri kita menjadi kenang-kenangan terbaik oleh orang lain ataukah kita menjadi kenangan terburuk bagi orang-orang yang kita tidak tinggalkan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *