Mualaf Menemukan Kesejukkan Iman

Irmawati (45 th), seorang mualaf yang memutuskan untuk berislam sejak tahun 2005. Bu Irma saat ini bertempat tinggal di Desa Sindangjaya Kec. Ciranjang, Cianjur-Jawa Barat. Wanita yang beraktivitas sebagai guru sekolah ini memutuskan masuk Islam membawa segudang ekpektasi yang tinggi. Keputusan tersebut tentu tak mudah diterima oleh keluarganya yang beragama Nasrani sehingga sering kali keluarganya terus membujuk untuk kembali ke agamanya yang dulu. Selain itu, ekspektasi yang tinggi menjadi cobaan untuk dirinya menemukan kekecewaan saat mendalami Islam. Kekecewaan yang paling melekat dalam ingatannya ialah saat berada di lingkungan yang dikelilingi orang muslim namun olokan dan sindiran yang ia dapatkan.

Sulit saat itu menjalani segala macam syari’at yang ia pelajari dengan bermodalkan buku yang diberikan suaminya. Sebab memahami dan mengamalkan syari’at tak semudah membaca tiap-tiap tulisan yang ada pada lembaran-lembaran buku. Titik jenuh pun menghampiri bu Irma, sedikitnya dukungan dan minimnya fasilitas pembelajaran keislaman membuatnya memutuskan untuk berhenti untuk belajar dan mengabaikan syari’at.

Masuklah ia pada fase dimana belajar menjadi sebuah kesia-siaan karena kebingungan dan ketidakmengertian terhadap ilmu syari’at tanpa adanya bimbingan seorang ustadz. Sholat lima waktu yang ia tahu merupakan kewajiban bagi seorang muslim, akhirnya ia tinggalkan. Kemudian persepsi berpakaian yang tak sesuai syariat, menurutnya kekinian dan membuat dirinya bertambah percaya diri dan menjadikan dirinya terlihat cantik. Bahkan saat pergi untuk mengajar, meski awalnya berhijab sering kali ia lepaskan jika menjadikannya tidak nyaman karena gerah sehingga menyebabkan penyakit kambuh dan mengakibatkan stress hingga pingsan.

Alhamdulillah, fase dimana syari’at diabaikan perlahan kian memudar berganti dengan  secercah harapan untuk kembali belajar syari’at islam. Harapan itu timbul saat Tim MCB datang dan menawarkan pembinaan bagi mualaf dan warga masyarakat Ciranjang. Pembinaan islam menjadi penting untuk hadir ditengah-tengah warga masyarakat khususnya yang ingin mengenal islam dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Bu Irma merasakan perubahakan keadaan yang mulai membaik setelah mengikuti pembinaan MCB Ciranjang. Hijrah dari ketidakpahaman menjadi paham merupakan kesejukkan bagi ruhani yang dulu mengering. “Agama Islam itu menyejukan hati dan tidak sesulit yang diperkirakan” tutur bu Irma setelah mengikuti beberapa kali pembinaan MCB Ciranjang. Kini Bu Irma telah melaksanakan shalat dengan sempurna tanpa pernah meninggalkannya lagi. Sejak 5 bulan lalu beliau sudah nyaman berhijab dan tidak merasakan gerah seperti yang dulu. Rasa gerah berubah menjadi nyaman sehingga tidurpun dalam keadaan berhijab.

Hingga pada suatu hari kebesaran Allah hadir dalam hidupnya. Bu Irma memiliki penyakit pada kakinya hingga membengkak seperti beri-beri. Usaha berobatpun sudah dilakukan dan tidak membuahkan hasil. Dokter mengatakan kakinya sehat tidak berpenyakit. Namun sekarang, setelah berhijab dan selalu memakai pakaian syar’i, kaki yang dulu sering bengkak-bengkak sembuh total dan tidak pernah bengkak lagi, Subhaanallah.

jalankan. Maka telah nampak keberkahan hadir dalam sendi-sendi kehidupan bu Irma. Semangat yang semakin mantap dalam mengamalkan syari’at, Bu Irma memutuskan untuk berazam agar mampu membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. BAZNAS Kabupaten Cianjur mengapresiasi dan mendukung penuh kegigihan dan semangat Bu Irma dalam mengikuti pembinaan MCB Ciranjang dengan memberikan kesempatan mengikuti Training Da’I yang diadakannya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *