Da’I MCB : BAZNAS Hapuskan Penantian Masyarakat Mentawai Akan Da’I dan Bimbingan Islam

MCB, Jum’at (09/08/2019) —– Siberut Selatan, Menapaki kaki ditempat baru untuk mensyiarkan Islam di tanah Mentawai merupakan tantangan tersendiri bagi Da’i Mualaf Center BAZNAS (MCB), Ramdhani Saadillah (26). Pada umumnya interaksi antara masyarakat pendatang dan lokal akan berjalan baik bila masyarakat pendatang aktif dalam mengikuti dan meramaikan berbagai bentuk acara keagamaan yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat lokal. Pola interaksi tersebut terus dibangun oleh Da’I MCB untuk tetap kontak setiap harinya dengan warga masyarakat sekitar. Membaur merupakan kata kunci untuk memudahkan masyarakat menerima keberadaan Da’i MCB sekaligus mewarnai diskusi dengan konten-konten kebaikan Islam.

 Kegiatan kebaikan apapun jika diawali dan diproses secara baik maka hasilnya pun akan baik. Begitu juga dengan syiar Islam Da’i MCB dalam membina mualaf di Mentawai untuk tetap menghormati masyarakat lokal yang telah lebih dahulu menempati wilayah tersebut. Oleh karena itu, syiar Islam diperkuat dengan bersilahturrahmi ke kediaman penduduk lokal khususnya binaan mualaf MCB dan tokoh masyarakat setempat. Pada kedempatan tersebut, Da’I MCB banyak mendapatkan masukkan tentang program pembinaan mualaf yang mulai berlangsung pada pekan ke dua bulan Agustus 2019.

 “Kami sangat senang dengan adanya Da’i yang membimbing untuk dapat belajar Islam apalagi khusus mendukung pemahaman Islam bagi mualaf setempat. Sudah lama kami menunggu kedatangan Da’I dan meramaikan kegiatan di masjid yang dahulu sempat berhenti karena Da’i sebelumnya sudah ke kampung halamannya ” Ujar pak Karsilo, selaku Ketua Cabang Muhammadiyah Kec. Siberut Selatan saat Tim MCB berkunjung ke masjid At-Taqwa Desa Maileppet.

 Masjid At-Taqwa dahulu ramai dengan pengajian anak-anak dan Ibu-Ibu yang dijadwalkan secara rutin. Namun, sejak berpindahnya Da’I yang dahulu menempati masjid At-taqwa pada tahun 2017, belum ada lagi yang mengganti posisinya untuk mengajarkan dan mensyiarkan Islam. Tiga tahun berlalu begitu saja, syiar Islam di masjid pun perlu untuk disemarakkan kembali, agar kelak lahir Da’I dari tanah Mentawai dengan pembinaan yang terstruktur dan sistematis. 

Semarak syiar Islam bagi mualaf dan masyarakat muslim juga diperlukan untuk memperkuat persaudaraan sesama muslim. Salah satunya, syiar kurban di hari raya Idhul Adha pada tanggal 11 Agustus 2019 mendatang. Pada kegiatan tersebutlah peran Da’I MCB sangat dinanti warga masyarakat Mentawai untuk mengajarkan nilai-nilai Islam dibalik sejarah hari raya Idhul Adha.

Red : MCB    Rep: RA

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *