Berani Hidup dalam Keterbatasan Demi Menjadi Mualaf

Jakarta, MCB (27/06) —– Siti Nurjannah (42), ialah Ibu tangguh yang terus berusaha menghidupi anak-anaknya yang terdiri dari satu laki-laki bernama Audy Alif Putra (21) dan satu perempuan yaitu Shafira Putri Natasya (15) . Wanita tangguh ini juga sekaligus berperan sebagai kepala keluarga. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak mustahik yang membutuhkan dukungan untuk terus berjuang dalam keterbatasan ekonomi. Namun ada satu hal yang menarik dari beliau yaitu memberanikan hidup dalam keterbatasan demi menjadi mualaf.

Beliau bercerita bahwa ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, dulu hidupnya lebih dari kata “cukup” karena ayahnya bekerja sebagai kontraktor di Surabaya. Namun, kakak pertama, kedua dan Siti sendiri menikah dengan seorang muslim dan menjadi mualaf sehingga terjadi pergolakkan didalam keluarga. Oleh karena itu, hubungan dengan keluarganya pun tidak seharmonis keluarga pada umumnya bahkan kehidupannya kini berbalik keadaannya dengan kondisi kekurangan dan keterbatasan.

Siti pernah menjadi pembantu di salah satu perumahan yang dekat dengan rumahnya. Namun, kini sudah tidak memiliki pekerjaan tetap. Sesekali Siti bekerja serabutan, menerima order setrika baju  atau membantu temannya untuk berjualan kerupuk dan kue. Pekerjaan tersebut tidak lah pasti selalu ada setiap harinya, dalam benaknya hanya terfikir untuk mendapatkan hasil untuk makan anak-anaknya. Permasalahan lain yang cukup krusial yaitu biaya kontarakan yang sudah menunggak hingga empat bulan lamanya.

Usaha untuk menutupi biaya tersebut Siti tidak berusaha sendiri, anak sulungnya turut membantu dengan bekerja serabutan yang ditawarkan oleh temannya. Pekerjaan serabutan Alif pun tidak menjamin tertutupinya kebutuhan keluarga baik sandang dan pangan. Bahkan saat Tim Mualaf Center BAZNAS (MCB) berkunjung Siti mengungkapkan bahwa dirinya dan anak-anaknya sedang menjalankan puasa sebab tidak ada biaya makan di hari itu.

Alhamdulillah, MCB menjadi wasilah untuk mengurangi sedikit beban tanggungjawab Siti dalam mengadvokasi pelunasan biaya kontrakan. Semoga dana zakat yang disalurkan semakin tumbuh bermanfaat bagi mereka mustahik khususnya mualaf-mualaf yang memiliki keterbatasan untuk tetap menjaga aqidahnya. Tim MCB mengucapkan terimakasih banyak kepada para muzakki dan dermawan yang menyalurkan dana sosialnya ke BAZNAS. Dengan kepercayaan para muzakki dan demawan BAZNAS MCB dapat membantu mereka yang sedang diterpa keterbatasan.

#ZakatTumbuhBermanfaat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *